<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545</id><updated>2012-01-03T18:22:55.320-08:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Sejarah'/><category term='Kesehatan'/><category term='Muslim'/><category term='DPRD'/><category term='Kuliner'/><category term='Pedestrian'/><category term='Kemiskinan'/><category term='Teknologi'/><category term='Budaya'/><category term='Kemang'/><category term='Linkungan'/><category term='Energi'/><category term='Wisata'/><category term='Bisnis'/><category term='Transportasi'/><category term='Hukum'/><category term='Pendidikan'/><category term='PRJ'/><category term='Lainnya'/><category term='Foto'/><category term='Waterway'/><category term='Monumen'/><category term='Busway'/><category term='Infrastruktur'/><category term='Enjoy Jakarta'/><category term='Konsep'/><category term='Sepeda'/><category term='Buku'/><category term='Masyarakat'/><category term='Indonesia'/><category term='Hiburan'/><category term='Politik'/><category term='Olah Raga'/><category term='Narkoba'/><category term='Pemerintahan'/><category term='Internasional'/><category term='KRL-MRT'/><category term='Properti'/><category term='Monorel'/><title type='text'>JakOLab</title><subtitle type='html'>Jakarta's Online Laboratory&lt;br&gt;
Social, Science, Technology, Culture, &amp; Art</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>103</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8788757625868947670</id><published>2011-04-17T18:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T18:57:39.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsep'/><title type='text'>Pembatasan Kendaraan Terus Digulirkan</title><content type='html'>Pertumbuhan jumlah kendaraan di Jakarta tak lebih disebabkan oleh tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi yang murah. Tingginya Jumlah kendaraan di Jakarta dapat dilihat antara lain dari meningkatnya pajak progesif kendaraan bermotor pada triwulan I tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta. Iwan Setlawandl. kepada Warta Kota, akhir pekan lalu, mengemukakan, terjadi peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) pada triwulan 1 tahun 2011 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) meningkat hingga 16 persen pada triwulan 1-2011 sejak pajak progresif kendaraan bermotor diterapkan per Januari 2011. Pada triwulan1-2011, pendapatan PKB di DKI Jakarta mencapai Rp800 miliar atau terjadi peningkatan sebesar Rp 128 miliar, dibanding periode yang sama 2010. yang mencapai Rp 672 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Iwan selama tahun 2010. ada pertambahan kendaraan roda empat sebesar 500 unit per harinya dan sebanyak 1.500 kendaraan roda dua per harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan pajak progresif kendaraan bermotor memang dimaksudkan untuk membatasi pembelian kendaraan. Dengan adanya pajak progresif, warga Jakarta diajak berpikir untuk memiliki kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua lebih dari satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penerapan pajak progresif kendaraan bermotor. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai merumuskan aturan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor berdasarkan usia kendaraan. "Ini merupakan salah satu instrumen mengurai kemacetan." kata Gubernur DKI Fauzi Bowo, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kendaraan pribadi, kendaraan umum pun menjadi sasaran pembatasan. Selain untuk membatasi Jumlahnya di Jalanan, pembatasan kendaraan umum Itu Juga untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menyebutkan, pembatasan kendaraan umum itu antara lain usia taksi maksimal tujuh tahun dan angkutan dan bus kecil 10 tahun. Sementara usia maksimal bus besar belum disepakati oleh Dinas Perhubungan dan Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan atau Organda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami Ingin batas usia bus besar 10 tahun, tapi Organda menginginkan batas maksimal usia bus 20 tahun. kata Udar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Perhubungan DKI Jakarta menargetkan pembatasan umur kendaraan umum seperti yang tertuang dalam Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah bisa diberlakukan mulai pertengahan 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tingginya animo masyarakat memiliki kendaraan lebih karena tidak adanya pilihan atas alat transportasi di Jakarta. Belum tersedianya transportasi massa yang proposional, mendorong masyarakat untuk memiliki kendaraan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Fauzi Bowo saat ini gencar untuk segera membangun proyek mass rapid transit (MRT). "Jika alat transportasi sudah mumpuni, seperti kereta api, busway, dan MRT sudah terbangun dan berjalan terintegrasi dengan baik, masyarakat akan berpikir rasional untuk beralih ke transportasi umum.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[Wartakota] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8788757625868947670?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8788757625868947670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8788757625868947670' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8788757625868947670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8788757625868947670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2011/04/pembatasan-kendaraan-terus-digulirkan.html' title='Pembatasan Kendaraan Terus Digulirkan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3271089103674903004</id><published>2011-03-23T02:00:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T02:00:58.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Sistem Tilang Elektronik Segera Diberlakukan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-rGBTNmuc-9Q/TYm2kj58KJI/AAAAAAAADO4/_7IISvKRd-M/s1600/101454_yellow-box-junction-di-perempatan-lampu-merah_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://lh4.googleusercontent.com/-rGBTNmuc-9Q/TYm2kj58KJI/AAAAAAAADO4/_7IISvKRd-M/s200/101454_yellow-box-junction-di-perempatan-lampu-merah_300_225.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan sistem &lt;em&gt;Electronic Traffic Law Enforcement &lt;/em&gt;(E-TLE) alias Sistem Tilang Elektronik di kawasan lampu lalu lintas Sarinah, Thamrin, Jakarta, mulai akhir April 2011.&lt;br /&gt;Sistem ini diterapkan guna memperketat pelanggaran lalu lintas terutama bagi pengendara yang kerap menerobos lampu merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Sub Direktorat Penegakan Hukum Polda Metro, Ajun Komisaris Besar Polisi  Yakub Dedi Karyawan SIK, menjelaskan bahwa uji coba di kawasan itu  telah dilakukan sejak 24 Februari 2011. Namun, dia mengakui sosialisasi  kepada masyarakat masih sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sistem kerjanya, di masing-masing &lt;em&gt;traffic light&lt;/em&gt;  ada sensor. Jadi begitu ada lampu merah, sensor aktif. Begitu kendaraan  melintasi sensor, berarti melewati stop line. Jika kemudian kendaraan  itu terus melaju melewati lampu merah, sensor akan mencatat lagi.  Demikian seterusnya, sistem secara otomatis akan mencatat jumlah  pelanggaran," kata Yakub saat ditemui dalam acara diskusi 'Rencana  Penerapan ERP di Kota Jakarta' di Jakarta Media Center, Jakarta, Rabu,  23 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, terdapat dua Undang-undang yang  digunakan sebagai payung hukum sistem ini. Yakni UU No 11 tahun 2008  tentang Informasi dan Transportasi Elektronik pasal 5 dan UU No 22 tahun  2009 tentang lantas dan angkutan jalan Pasal 272. Dalam peraturan itu  diatur bahwa denda maksimal adalah sejumlah Rp500 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kalau melanggar &lt;em&gt;stop line, yellow box, &lt;/em&gt;dan  lampu merah totalnya Rp1,5 juta. Sesuai masing-masing pasal," katanya.  Yakub kemudian memaparkan sistem kerja E-TLE yang mengadopsi sistem lalu  lintas negara Singapura ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ada kendaraan yang  terdeteksi melewati sensor maka secara otomatis akan terfoto  kendaraannya. Hasil rekaman ini akan terkirim ke Traffic Management  Center (TMC) Polda Metro Jaya, lalu diolah dan dicetak, maka muncullah  tilang elektronik ini. "Format tilangnya berbeda dari tilang-tilang yang  sudah ada. Tilang ini akan dikirim via pos kepada yang bersangkutan,"  terangnya.&lt;br /&gt;Selain kawasan Sarinah, Thamrin, sistem E-TLE juga akan diterapkan di  kawasan 3 in 1 lainnya seperti Sudirman, Kuningan dan Gatot Soebroto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan  di kawasan ini sengaja dilakukan untuk mempersiapkan pemberlakuan  sistem Electronic Road Pricing (ERP) yang akan menggantikan sistem 3 in 1  sebagai solusi kemacetan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polda Metro Jaya masih  menunggu pihak Mabes Polri untuk launching program tersebut dan  dilanjutkan dengan penandatanganan sistem E-TLE ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih  banyak yang perlu disiapkan, kami harus tetap intens koordinasi dengan  Kejaksaan, Pengadilan Jakarta Pusat dan PT BRI terkait tilangnya.  Diharapkan bisa berlaku di seluruh Indonesia jika ini berhasil,"  ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://metro.vivanews.com/news/read/211017-sistem-tilang-elektronik-diberlakukan"&gt;VIVAnews&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3271089103674903004?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3271089103674903004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3271089103674903004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3271089103674903004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3271089103674903004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2011/03/sistem-tilang-elektronik-segera.html' title='Sistem Tilang Elektronik Segera Diberlakukan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-rGBTNmuc-9Q/TYm2kj58KJI/AAAAAAAADO4/_7IISvKRd-M/s72-c/101454_yellow-box-junction-di-perempatan-lampu-merah_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3985418544990062545</id><published>2011-02-13T07:10:00.001-08:00</published><updated>2011-02-13T07:14:24.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsep'/><title type='text'>Konsep Pengembangan Jakarta Terus Dikaji</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-N5u-A3rhb-E/TVf0_sCHagI/AAAAAAAADMk/DVpBWCnmQ9o/s1600/Seminar_greater_jakarta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-N5u-A3rhb-E/TVf0_sCHagI/AAAAAAAADMk/DVpBWCnmQ9o/s200/Seminar_greater_jakarta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejak digulirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beberapa waktu lalu, konsep `The Greater Jakarta` atau pengembangan Jakarta saat ini masih terus dilakukan pengkajian. Pengkajian itu dilakukan di tingkat pusat, dengan mengambil masukan dari berbagai pihak termasuk daerah otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daerah otonom diminta memberi masukan untuk konsep ini," kata Fauzi, saat ditemui wartawan usai seminar tentang tantangan dan kendala mengelola ibu kota dan peluang pengembangan Jakarta di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Minggu (13/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, pengembangan Jakarta memang perlu dilakukan. Bahkan, seharusnya sudah sejak tahun 1980-an. Hal ini, salah satunya untuk mengantisipasi ledakan penduduk yang sulit dikontrol serta dampak sosial dari kemajuan ibu kota. "Greater Jakarta dirasa memang sudah diperlukan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi menegaskan, untuk menerapkan konsep pengembangan Jakarta memerlukan pendekatan multidisipliner atau melibatkan berbagai disiplin ilmu. Selain itu, juga harus dilakukan pendekatan kepada stakeholder. "Sejauh ini pendekatan kepada stakeholder memang masih kurang," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=43423"&gt;BeritaJakarta&lt;/a&gt;] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3985418544990062545?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3985418544990062545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3985418544990062545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3985418544990062545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3985418544990062545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2011/02/konsep-pengembangan-jakarta-terus.html' title='Konsep Pengembangan Jakarta Terus Dikaji'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-N5u-A3rhb-E/TVf0_sCHagI/AAAAAAAADMk/DVpBWCnmQ9o/s72-c/Seminar_greater_jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-711671596936244276</id><published>2010-11-17T06:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T06:09:38.002-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monumen'/><title type='text'>Investor Cekak, Proyek Menara Jakarta Akhirnya Dihentikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TOPhxIFGV-I/AAAAAAAADIQ/Ewv8Wx_WP2Y/s1600/tower-jakarta2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TOPhxIFGV-I/AAAAAAAADIQ/Ewv8Wx_WP2Y/s200/tower-jakarta2.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;Rencana pembangunan mega proyek Menara Jakarta di Kemayoran akhirnya dihentikan. Alasannya karena tak tersedianya dana dari para investor swasta yang menggarap proyek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini benar-benar mengulang peristiwa 12 tahun lalu saat krisis ekonomi melanda Indonesia, proyek ini sempat dihentikan sementara, dan untuk kali ini akan dihentikan selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berhenti proyeknya, ya investornya berhenti. Dihentikan karena tidak ada uang," kata konsultan dan perancang Menara Jakarta Wiratman Wangsadinata kepada detikFinance, Selasa (16/11/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiratwan menambahkan proyek Menara Jakarta benar-benar dihentikan secara resmi pada bulan Oktober 2010. Ia pun nggan berkomentar lebih jauh soal penghentian proyek yang konon akan menelan dana Rp 2,1 triliun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berhenti, sudah sejak bulan lalu, jadi sudah tak ada berita lagi soal Menara Jakarta," tutup Wiratman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pada Maret 2010 lalu CEO Senayan City Handaka Santosa dipercaya memimpin proyek prestis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Handaka mengungkapkan, awal tahun 2010 merupakan masa awal persiapan kontruksi kembali Menara Jakarta. Rencananya, pada akhir tahun 2010 baru mulai dilakukan pengerjaan fisik atau konstruksi secara penuh. Sehingga pada tahun 2013  pembangunan Menara Jakarta sudah bisa selesai, namun kenyataannya kini proyek itu harus berhenti untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Wiratman juga mengatakan, Prajogo Pangestu menjadi pemegang saham mayoritas dalam proyek Menara Jakarta setelah Henry Pribadi melepas seluruh kepemilikan sahamnya kepada Prajogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada  juga empat  pemegang saham menara Jakarta lainnya yaitu Sohat Chairil (pengusaha batubara), Harun Sebastian (Senayan City), Abraham Alex Tanuseputra (Pengusaha Apotek), dan Kelompok Kompas Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jika jadi dibangun, Menara Jakarta akan dibangun dengan tinggi 558 meter rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tempat parkir seluas 144.000 meter persegi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gedung podium setinggi 17 lantai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lift yang mencapai puncak menara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Restoran berputar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mal besar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kafe&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taman hiburan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Museum sejarah Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hotel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruang serba guna/konferensi yang bisa menampung sepuluh ribu pengunjung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruang-ruang perkantoran seluas 8.000 meter persegi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat pameran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat pendidikan dan pelatihan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat multimedia disertai pemancar siaran radio dan televisi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat perdagangan dan bisnis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusat olahraga&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[ &lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/171025/1495831/4/investor-cekak-proyek-menara-jakarta-akhirnya-dihentikan?f9911023"&gt;detik&lt;/a&gt; ] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-711671596936244276?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/711671596936244276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=711671596936244276' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/711671596936244276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/711671596936244276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/11/investor-cekak-proyek-menara-jakarta.html' title='Investor Cekak, Proyek Menara Jakarta Akhirnya Dihentikan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TOPhxIFGV-I/AAAAAAAADIQ/Ewv8Wx_WP2Y/s72-c/tower-jakarta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1717028083596469946</id><published>2010-10-31T08:20:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T08:20:26.553-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepeda'/><title type='text'>JJS [Janji "Jalur Sepeda"]</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TM2Ib8stuSI/AAAAAAAADHA/REO5NYZd8fU/s1600/Cyclist_in_Bike_Lane21555.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TM2Ib8stuSI/AAAAAAAADHA/REO5NYZd8fU/s200/Cyclist_in_Bike_Lane21555.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="165" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="right"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;richmond.ca&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membuat jalur sepeda pada 2012 untuk mengurangi polusi udara dan konsumsi bahan bakar minyak. Menurut Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Abdurrachem, Sabtu (30/10/2010) di Jakarta, pembuatan jalur sepeda akan dilakukan secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya belum bisa mengatakan kepastian. Namun, saya memprediksikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat jalur sepeda secara bertahap sekitar 2012 dengan melakukan pengkajian secara mendalam," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, sepeda menjadi kebutuhan masyarakat Jakarta sehingga pihaknya berencana membuat jalur sepeda agar pengguna sepeda merasa nyaman dan aman saat melintasi jalan karena ada jalur khusus untuk sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, selalu mendukung perusahaan untuk membudayakan penggunaan sepeda kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dengan membudayakan sepeda, Kota Jakarta diharapkan semakin sejuk, bebas dari polusi, hemat penggunaan bahan bakar minyak, dan badan menjadi sehat. "Masyarakat Kota Jakarta sejak 2005 sudah membudayakan penggunaan sepeda untuk beraktivitas sehari-hari karena masyarakat sadar akan pentingnya menggunakan sepeda untuk mengurangi polusi dan konsumsi bahan bakar minyak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2010/10/30/13255773/Janji.Bertajuk..quot.Jalur.Sepeda.quot."&gt;Kompas&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1717028083596469946?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1717028083596469946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1717028083596469946' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1717028083596469946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1717028083596469946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/10/jjs-janji-jalur-sepeda.html' title='JJS [Janji &quot;Jalur Sepeda&quot;]'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TM2Ib8stuSI/AAAAAAAADHA/REO5NYZd8fU/s72-c/Cyclist_in_Bike_Lane21555.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1868249221742712658</id><published>2010-10-28T21:25:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T21:25:42.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><title type='text'>Pindah Ibu Kota Bukan karena Frustrasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TB-L0FQ-9kI/AAAAAAAACyU/A5v_iwMRbqA/s1600/Jejak+0001.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TB-L0FQ-9kI/AAAAAAAACyU/A5v_iwMRbqA/s200/Jejak+0001.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wacana pemindahan ibu kota Jakarta ke Kalimantan bukanlah karena bentuk frustrasi, melainkan untuk menghentikan subyektivitas yang berlangsung selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan salah satu anggota tim Visi Indonesia 2033, Andrinof A Chaniago, Kamis (28/10/2010), saat memaparkan visi memajukan Indonesia dalam diskusi "Visi Indonesia 2033" di Wisma Nusantara, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agenda strategis yang perlu dilakukan adalah melawan subyektivitas dengan menempatkan ibu kota di tengah-tengah, yaitu di Kalimantan," ujar pengamat politik Universitas Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Kalimantan selama ini hanya menjadi sumber pendapatan negara yang sangat besar karena potensi alamnya. "Tapi semua itu masuk ke Jakarta. Kalau misalnya ibu kota dipindahkan ke Kalimantan, tentu ini juga akan meratakan," ucap Andrinof.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, hal yang paling memungkinkan dilakukan dalam kaitannya dengan wacana pemindahan ibu kota adalah dengan memindahkan fungsi Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bukan memindahkan fungsi bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jakarta sebagai pusat binsis perdagangan susah dipindahkan karena aset sebagian besar milik privat. Sementara itu, pelayanan pemerintahan bisa dipindah dengan mudah. Dengan itu, Jakarta lebih mudah ditata," ungkap Andrinof.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memindahkan ibu kota, lanjut Andrinof, diperkirakan membutuhkan waktu selama sepuluh tahun. "Untuk recovery kota, untuk mudah menatanya, maka pilihan paling tepat adalah pindahkan ibu kota ke luar Jawa," tandas Andrinof.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2010/10/28/17533899/Pindah.Ibu.Kota.Bukan.karena.Frustrasi"&gt;Kompas&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1868249221742712658?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1868249221742712658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1868249221742712658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1868249221742712658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1868249221742712658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/10/pindah-ibu-kota-bukan-karena-frustrasi.html' title='Pindah Ibu Kota Bukan karena Frustrasi'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TB-L0FQ-9kI/AAAAAAAACyU/A5v_iwMRbqA/s72-c/Jejak+0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-593089238709676958</id><published>2010-10-09T22:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-09T22:01:44.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><title type='text'>Benahi Jakarta Tak Seperti Bikin Kerak Telor, Nggak Bisa Instan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TLFINyFNIbI/AAAAAAAADBE/DABtfpbWyTw/s1600/foke-sarung.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TLFINyFNIbI/AAAAAAAADBE/DABtfpbWyTw/s200/foke-sarung.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="200" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="right"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;detikcom&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Banyaknya kritikan terhadap 3 tahun kepemimpinannya membuat Gubernur DKI Fauzi Bowo gerah. Menurutnya untuk membenahi Ibukota tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi dengan tahapan-tahapan yang sudah direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngurusin Jakarta itu bukan kayak bikin kerak telor, gak bisa instan. Ada tahap-tahapannya, dan sekarang kita sedang melakukan itu," terang Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi banjir misalnya, banjir kanal timur (BKT) adalah satu cara mengatasi genangan di sebagian wilayah Jakarta Timur dan Utara. Selain itu pengerukan 13 sungai besar dan waduk juga akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BKT itu bukan resep atasi banjir seluruh Ibukota. Ada juga program-program yang mesti dikerjakan, misalnya pengerukan kali yang sudah berlumpur," terang pria yang akrab disapa Foke ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut Foke, banyak program yang belum bisa terealisasi karena terganjal kewenangan dari pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dana dari Bank Dunia untuk pengerukan kali sudah turun, tapi karena tidak ada Peraturan Pemerintah-nya, dananya belum bisa cair ke Pemda. PP kan bukan kewenangan Gubernur," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya program mengatasi banjir yang terkendala kewenangan pemerintah pusat. Program mengatasi macet pun juga terkendala kebijakan pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Electronic road pricing misalnya, itukan perlu PP dan sampai sekarang belum ada PP nya," tutuphnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/10/08/134623/1459052/10/foke-benahi-jakarta-tak-seperti-bikin-kerak-telor-nggak-bisa-instan"&gt;detikNews&lt;/a&gt;] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-593089238709676958?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/593089238709676958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=593089238709676958' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/593089238709676958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/593089238709676958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/10/benahi-jakarta-tak-seperti-bikin-kerak.html' title='Benahi Jakarta Tak Seperti Bikin Kerak Telor, Nggak Bisa Instan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TLFINyFNIbI/AAAAAAAADBE/DABtfpbWyTw/s72-c/foke-sarung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5285862457790979312</id><published>2010-10-08T12:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T12:03:43.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsep'/><title type='text'>Bang Fauzi: Penataan Kota Jakarta Sebuah Keharusan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TK9qvPDtPpI/AAAAAAAADAs/y5D7jmIu3dM/s1600/dki.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="143" src="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TK9qvPDtPpI/AAAAAAAADAs/y5D7jmIu3dM/s200/dki.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="konten"&gt;Kondisi fisik wilayah Jakarta saat ini cukup berat,  rumit, dan kompleks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="konten"&gt;Demikian diutarakan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi  Bowo saat acara pengukuhan 74 anggota Tim Penasehat Teknis Arsitektur  Perkotaan dan Bangunan (TPTAPB) Periode 2010-2013, di Balaikota,  Jakarta,&amp;nbsp; Kamis (10/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dengan kondisi fisik kota  yang seperti itu tentu menimbulkan berbagai konsekuensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya,  banyak terjadi kasus penyerobotan tanah, munculnya pemukiman kumuh  serta sulitnya melakukan pembebasan lahan untuk fasilitas umum serta  berbagai persoalan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu, penataan kota Jakarta  bukan lagi pilihan tapi merupakan sebuah kaharusan," tegas Bang Fauzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  berharap agar TPTAPB yang baru saja dikukuhkan dapat memberikan  kontribusinya dalam hal penataan kota Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya juga  meminta, TPTAPB harus bersinergi dalam program pembangunan jangka  menengah 2007-2012 yang sedang dijalankan seperti halnya, program mass  rapid transit (MRT), penanggulangan banjir, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh  anggota TPTAPB merupakan orang-orang pilihan yang memiliki kredibilitas  dan keahlian yang tidak perlu diragukan lagi. Mereka adalah aset yang  dimiliki Kota Jakarta, yang diharapkan mampu memajukan kota Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka  aset yang diharapkan mampu memberi masukan dalam kelanjutan pembangunan  kota," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, sekitar 70 persen dari total  luas DKI Jakarta saat ini telah dipenuhi bangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari  pemukiman hingga pusat bisnis dan juga industri memenuhi setiap sudut  ibu kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hanya tersisa sekitar 30 persennya saja wilayah  yang bebas bangunan di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah penduduk mencapai  15 ribu jiwa per satu kilometer persegi, Jakarta&amp;nbsp; termasuk salah satu  kota yang padat. Bahkan, untuk wilayah-wilayah tertentu, seperti  Kecamatan Tambora, Jakarta Barat yang jumlah penduduknya mencapai hampir  50 ribu jiwa per kilometer persegi, bisa dikatakan kondisi fisik  Jakarta sangat merisaukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="konten"&gt;[&lt;a href="http://www.fauzibowo.com/berita.php?id=2145"&gt;Bang Fauzi&lt;/a&gt;] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5285862457790979312?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5285862457790979312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5285862457790979312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5285862457790979312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5285862457790979312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/10/bang-fauzi-penataan-kota-jakarta-sebuah.html' title='Bang Fauzi: Penataan Kota Jakarta Sebuah Keharusan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/TK9qvPDtPpI/AAAAAAAADAs/y5D7jmIu3dM/s72-c/dki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2315033926922517210</id><published>2010-08-06T10:15:00.001-07:00</published><updated>2010-08-06T10:23:43.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Pendapat Tujuh Pakar Soal Pemindahan Ibukota</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hanya satu dari tujuh pakar itu tidak sepakat dengan ide pemindahan Ibukota.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh pakar dari berbagai bidang telah berkomentar mengenai wacana pemindahan Ibukota. Dari tujuh itu, hanya satu yang secara tegas menolak usul pemindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Marco Kusumawijaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar yang menolak usul pemindahan itu adalah Marco Kusumawijaya, Direktur Rujak Center for Urban Studies. Arsitek yang sering dimintai komentar soal tata kota ini berpendapat, pemindahan Ibukota dari Jakarta tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masalah-masalah Jakarta dapat diperbaiki dengan biaya lebih kecil daripada ongkos memindahkan Ibukota jika tujuannya adalah untuk membikin pemerintahan nasional berfungsi lebih baik," kata Marco di akun Twitternya, Selasa 3 Agustus 2010 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi yang dimaksud Marco adalah fungsi mengelola kepadatan Jakarta. Jakarta tidak lebih padat dari Tokyo, namun terbukti Ibukota Jepang ini berhasil mengelola lalu lintasnya sehingga tidak seruwet Jakarta. Marco juga menyebut, Jepang yang merupakan salah negara terpadat di dunia itu justru juga negara dengan tutupan hutan paling besar persentasenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Andrinof Chaniago&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini adalah pendukung kuat pemindahan Ibukota. Andrinof yang mendalami kebijakan publik ini menyatakan, daya dukung Pulau Jawa khususnya Jakarta dan sekitarnya tak memadai lagi untuk Ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrinof menyatakan, satu bom sosial siap meledak di Jakarta 20 tahun lagi. Kesenjangan sosial kian tajam, kriminalitas tinggi, taraf kesehatan menurun. Gangguan jiwa meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tak ada keputusan politik untuk pindah Ibukota, kita mungkin menghadapi ledakan sosial seperti Mei 1998," kata Andrinof pada Kamis 29 Juli 2010. Solusinya bagi Andrinof, Ibukota harus dipindahkan ke sebuah kota baru di Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yayat Supriyatna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planolog dari Universitas Trisakti, Jakarta, ini mendukung upaya pemindahan Ibukota dari Jakarta. Menurut Yayat, Jakarta tidak pernah disiapkan secara matang untuk menjadi Ibukota dengan skala sebesar sekarang. Dari sekadar kota perdagangan, kemudian harus menampung aktivitas pemerintahan dalam skala besar. "Akhirnya apa yang terjadi?" kata Yayat. "Fungsi dan perannya tidak jelas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pusat pemerintahan, beban itu bertambah dengan paradigma pemerintahan Orde Baru yang sentralistis. Pembangunan dirancang di Jakarta sehingga menjadi bias. "Kota ini lalu menjadi daya tarik yang besar bagi penduduk di luarnya," kata Yayat. "Ujung-ujungnya, apa-apa Jakarta, tidak terpikir mengembangkan daerah-daerah di sekitarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beban berlebihan itu baru terasa dekade belakangan. Jakarta mengalami kemacetan. Jakarta kekurangan air bersih namun di lain pihak kebanjiran di saat hujan sebentar. Lingkungan hijau juga tergerus oleh pemukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Idealnya, penduduknya hanya 4 sampai 5 juta jiwa, setengah dari sekarang," kata Yayat. Namun statistik terakhir, kata Yayat, diperkirakan penduduk resmi Jakarta mencapai lebih dari 9,5 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya, Ibukota Pemerintahan dipindahkan namun bukan dengan membangun kota baru. Membangun kota baru, kata Yayat, membutuhkan dana yang sangat besar. Jakarta tetap menjadi Ibukota Negara, namun pemerintahan mulai diredistribusikan ke daerah-daerah. "Misalnya ke Jonggol, Karawang, Kalimantan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Haryo Winarso&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planolog Institut Teknologi Bandung ini bersikap, pemindahan Ibukota jangan berdasarkan faktor Jakarta yang macet dan semrawut saja. Memindahkan Ibukota tidak serta merta menghilangkan segala masalah yang ada di Jakarta saat ini seperti kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena kalau alasannya untuk mengurangi kemacetan itu emosional, jangka pendek dan itu tidak benar,” kata Haryo Winarso kepada VIVAnews, Rabu 4 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya Ibukota tidak dapat pindah ke dalam lokasi berdekatan seperti Jonggol dan Karawang karena hal tersebut hanya akan memperpanjang kemacetan. “Karena orang-orang yang terlibat pemerintahan tetap tinggal di Jakarta sehingga akan tetap macet,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ibukota tetap berada di Jakarta maka solusinya adalah pemerintah harus menerapkan manajemen transportasi massal yang baik dan mengeluarkan kebijakan yang tidak populis seperti pembatasan kendaraan pribadi dan menaikkan tarif parkir. “Jika transportasi massal telah baik dan adanya pembatasan kendaraan pribadi maka kemacetan dapat berkurang, hal ini telah diterapkan di negara-negara lain seperti Singapura,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sonny Harry B. Harmadi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mendukung pemindahan Ibukota ke luar Jakarta dan bahkan ke luar Jawa. Sonny menilai, kepadatan penduduk dan pemusatan aktivitas yang terus meningkat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi menjadikan daerah ini tidak lagi ideal sebagai kandidat Ibukota baru Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jabodetabek, bahkan seluruh Jawa, sudah terlalu penuh karena 55 persen penduduk Indonesia ini berdomisili di Jawa," kata Sonny dalam dialog bertajuk 'Urgensi Pemindahan Pusat Pemerintahan' di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pusat pemerintahan dipaksakan dipindah ke sekitar Jakarta, seperti Jonggol, Kabupaten Bogor, maka Sonny yakin hal itu hanya akan bertahan dalam waktu pendek, bukan untuk jangka panjang. "Itu seperti zero sum game, memindahkan masalah ke tempat lain tanpa menyelesaikan masalahnya," kata Sonny. Oleh karena itu, ia menilai kota di luar Jawa lebih ideal sebagai Ibukota baru RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tata Mutasya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraih master di bidang manajemen pembangunan dari Universitas Turin, Italia, ini mendukung pemindahan Ibukota sebagai cara meratakan pembangunan. Tata menyatakan, perlu ada dobrakan atas sentralisasi pembangunan di Jawa khususnya Jakarta yang sudah terjadi sejak era kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini tidak ada rekayasa ulang atas peninggalan kolonial itu," kata Tata dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;M Jehansyah Siregar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitek jebolan Institut Teknologi Bandung yang mendapat doktor di bidang perencanaan kota dari Universitas Tokyo ini mendukung pemindahan Ibukota. Namun, peneliti di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB ini menyatakan, memindahkan Ibukota diperlukan visi yang kuat yang disertai regulasi yang kuat setingkat Undang-Undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia perlu meniru model regulasi yang diterapkan oleh Malaysia untuk membangun Putrajaya. Jika regulasi setingkat Undang-undang di Indonesia telah siap maka secara simultan langsung dibuat badan yang berkompeten untuk membangun Ibukota baru guna menghindari berbagai konflik dan spekulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jehan, tidak perlu membuka lahan baru untuk membangun Ibukota baru, melainkan cukup dengan melanjutkan pembangunan kota yang telah ada. Berdasarkan berbagai kajian yang telah ada, Kalimantan pulau yang telah siap secara infrastruktur dan secara geografis Kalimantan jauh dari pusat gempa dan gunung berapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemindahan Ibukota harus segera dilaksanakan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Menurut Jehansyah saat ini Indonesia telah tertinggal dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Bahkan Ia memprediksi, Myanmar akan segera menyalip posisi Indonesia karena negeri itu telah lebih dahulu memindahkan Ibukota negara pada 2005 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin nanti saat kita memulai pemindahan Ibukota, Myanmar telah maju. Semoga saja kita tidak tersalip Timor Leste," ujarnya lalu tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://politik.vivanews.com/news/read/169177-pendapat-tujuh-pakar-soal-pemindahan-ibukota"&gt;VIVAnews&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2315033926922517210?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2315033926922517210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2315033926922517210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2315033926922517210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2315033926922517210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/08/pendapat-tujuh-pakar-soal-pemindahan.html' title='Pendapat Tujuh Pakar Soal Pemindahan Ibukota'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2791805842075256736</id><published>2010-06-03T23:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T00:00:40.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><title type='text'>Terowongan untuk Jaringan Utilitas Segera Dibangun</title><content type='html'>Banyaknya proyek jaringan utilitas yang digali di sejumlah jalan ibu kota, seringkali mengakibatkan rusaknya jalan dan trotoar. Untuk mencegah kerusakan akibat proyek jaringan utilitas, Sudin Pekerjaan Umum Jakarta Selatan berencana membangun terowongan (ducting) beton untuk jaringan utilitas di kawasan Jl Iskandarsyah dan Blok M, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terowongan akan dibangun sepanjang 2,13 kilometer dengan lebar 1,5 dan tinggi 2 meter. Saat ini proyek yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 25 miliar itu masih dalam tahap perencanaan. Sedangkan untuk pekerjaan fisiknya baru akan dilakukan pada 2011 mendatang. Untuk menjaga keamanan juga akan dipasang blower di dalam terowongan agar udara tetap bisa masuk, sehingga petugas yang memasang jaringan utilitas bisa mendapatkan udara segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terowongan yang akan dibangun di kawasan Blok M, yaitu mulai dari Jl Melawai I-IX, serta sebagian di Jl Iskandarsyah merupakan pilot project di DKI Jakarta,” ujar Yayat Hidayat, Kasudin PU Jalan Jakarta Selatan kepada beritajakarta.com, Kamis (3/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayat menambahkan, terowongan untuk jaringan utilitas saat ini baru ada di kawasan SCBD Jl Jenderal Sudirman, itupun milik perusahaan swasta. Nantinya, terowongan itu akan diisi jaringan utilitas seperti kabel atau pipa baik milik pemerintah maupun swasta. Dengan begitu, pada kawasan yang telah terdapat terowongan tidak perlu ada lagi aktivitas penggalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kawasan Blok M dipilih karena lokasinya merupakan salah satu tempat kunjungan wisatawan mancanegara. Semua jaringan utilitas akan diletakkan di dalam terowongan, dan tidak ada aktivitas penggalian lagi," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayat berharap pembuatan terowongan bisa berkesinambungan di wilayah lain, serta utilitas tidak berada di dalam saluran air yang dapat menghambat masuknya air. "Awalnya memang akan dibangun di pusat-pusat kota terlebih dahulu," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini banyak aktivitas galian kabel yang tanpa izin dan penutupannya pun kurang optimal, karena tidak dilakukan oleh orang yang profesional. Akibatnya, terdapat kerusakan jalan dan trotoar di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=39297"&gt;BeritaJakarta.com&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2791805842075256736?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2791805842075256736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2791805842075256736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2791805842075256736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2791805842075256736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/06/terowongan-untuk-jaringan-utilitas.html' title='Terowongan untuk Jaringan Utilitas Segera Dibangun'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5986669739118309067</id><published>2010-06-03T23:54:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T23:56:34.423-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Perekonomian DKI Semakin Membaik</title><content type='html'>Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menilai, kinerja perekonomian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama lima tahun terakhir ini semakin membaik. Indikasinya adalah adanya pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dengan rata-rata enam persen per tahunnya. Bahkan jika dilihat dari segi struktur perekonomian, DKI Jakarta telah bergeser menjadi provinsi dengan sekotr jasa dari semula sebagai provinsi industri manufaktur atau pengolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida S Alisjahbana, mengatakan jika Pemprov DKI dapat terus menjaga pertumbuhan ekonomi, maka peran pentingnya dalam sektor perekonomian nasional akan terus meningkat. Selanjutnya agar provinsi lain dapat mengejar kinerja perekonomian Provinsi DKI dan tidak terjadi ketimpangan antar daerah, pemerintah pusat akan berupaya mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah lain agar bisa lebih cepat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari segi struktur perekonomian, Jakarta telah mengalami pergeseran sasaran pembangunan. Yakni tidak lagi sebagai provinsi industri manufaktur atau pengolahan, namun sudah berubah menjadi provinsi dengan sektor jasa,” kata Armida, usai acara Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi DKI Jakarta tahun 2010 di Balaikota DKI, Rabu (2/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan arah pembangunan di ibu kota terlihat dari perkembangan tiga sektor ekonomi terbesar di Jakarta yaitu sektor keuangan, penyewaan dan jasa perusahaan sebesar 28,7 persen, sektor perdagangan, dan restoran sebesar 20,4 persen serta sektor industri pengolahan sebesar 16 persen. Karena itu, ia memprediksikan ke depan peran sektor jasa di Jakarta akan semakin besar, meskipun tetap terbuka peluang bagi peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan terutama di wilayah pinggiran Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin tantangan di dalam pengembangan Jakarta sebagai ibu kota negara dan kota metropolitan yaitu terkait pengembangan infrastruktur perkotaan,” ujarnya. Armida juga menilai, perbaikan di bidang ekonomi di DKI telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam indikator-indikator kesejahteraan rakyat. Buktinya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 76,6 pada tahun 2007 menjadi 77 pada tahun 2008. IPM DKI menduduki peringkat pertama secara nasional pada tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari peningkatan IPM itu dapat dilihat keunggulan kualitas sumber daya manusia di kota Jakarta yang tergambar pada angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan angka melek huruf yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Meski sudah ada perbaikan dalam bidang ekonomi, Armida meminta agar Pemprov DKI juga memberikan fokus kepada penurunan kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT). “Kami berharap Pemprov DKI mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran setiap tahunnya,” tandas Armida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan, berdasarkan prediksi pakar ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2010 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Begitu juga prediksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2011 akan lebih baik dari tahun 2010. Prediksi ini bisa menjadi pemicu untuk pertumbuhan ekonomi daerah semakin baik lagi. “Karena itu, saya bersama SKPD/UKPD mempunyai komitmen untuk menjaga dan merealisasikan APBD agar dapat tepat waktu dan tepat sasaran,” kata Fauzi Bowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, berdasarkan rancangan awal Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) 2011, kebijakan pembangunan DKI di tahun 2011 diprioritaskan untuk melaksanakan program unggulan yaitu pengendalian banjir, pembangunan perhubungan dan transportasi, penanggulangan polusi, peningkatan kualitas kebutuhan dasar masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga melaksanakan program prioritas pembangunan menurut urusan pemerintahan. Di antaranya urusan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, tata ruang, perhubungan, lingkungan hidup, pertanahan, serta kependudukan dan catatan sipil. Selain itu akan melakukan prioritas pembangunan wilayah kota/kabupaten administratif di antaranya bangun praja/adipura, RW binaan kumuh, gerakan Jumat Sehat, peningkatan pelayanan terpadu satu atap dan penataan kawasan khusus/unggulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya harap semua walikota dan bupati di Provinsi DKI Jakarta memperhatikan dan melaksanakan kebijakan pembangunan kota Jakarta pada tahun 2011. Agar kota Jakarta menjadi lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya,” harapnya. Ia juga mengharapkan dukungan pemerintah pusat untuk membantu Pemprov DKI dalam melaksanakan program pembangunan yang bersifat strategis.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=39279"&gt;BeritaJakarta.com&lt;/a&gt;] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5986669739118309067?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5986669739118309067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5986669739118309067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5986669739118309067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5986669739118309067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/06/perekonomian-dki-semakin-membaik.html' title='Perekonomian DKI Semakin Membaik'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-6750096275637702859</id><published>2010-05-17T10:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T10:53:57.106-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Asal Mula Nama-Nama Tempat di Jakarta</title><content type='html'>Kota Jakarta adalah jantung ibukota dari negara Republik Indonesia di mana pusat perekonomian beserta berjuta permasalahannya ada di kota kecil padat penduduk ini. Di balik nama beberapa daerah di Jakarta tersimpan kisah, cerita dan sejarah dari mana nama itu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut di bawah ini adalah beberapa asal-muasal nama daerah terkenal di DKI Jakarta :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glodok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali ciliwung. Orang tionghoa dan keturunan tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kwitang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si kwi tang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai kwitang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Senayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu daerah senayan adalah milik seseorang yang bernama wangsanaya yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atan tanah milik wangsanaya. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama wangsanayan menjadi senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menteng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung menteng. Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut menteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Karet Tengsin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama daerah yang kini termasuk kawasan segitiga emas Kuningan ini berasal dari nama orang Cina yang kaya raya dan baik hati. Orang itu bernama Tan Teng Sien. Karena baik hati dan selalu memberi bantuan kepada orang-orang sekitar kampung, maka Teng Sien cepat dikenal oleh masyarakat sekitar dan selalu menyebut daerah itu sebagai daerah Teng Sien. Karena pada waktu itu banyak pohon karet, maka daerah itu dikenal dengan nama Karet Tengsin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kebayoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayoran berasal dari kata kebayuran, yang artinya “tempat penimbunan kayu bayur”. Kayu bayur yang sangat baik untuk dijadikan kayu bangunan karena kekuatanya serta tahan terhadap rayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lebak Bulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah yang terkenal dengan stadion dan terminalnya diambil dari kata “lebak” yang artinya lembah dan “bulus” yang berarti kura-kura. Jadi lebak bulus dapat disamakan dengan lembah kura-kura. Kawasan ini memang kontur tanahnya tidak rata seperti lembah, dan di kali Grogol dan kali Pesanggrahan – dua kali yang mengalir di daerah tersebut – memang terdapat banyak sekali kura-kura alias bulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kebagusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Kebagusan, daerah yang menjadi tempat hunian mantan presiden Megawati, berasal dari nama seorang gadis jelita, Tubagus Letak Lenang. Konon, kecantikan gadis keturunan kesultanan Banten ini membuat banyak pemuda ingin meminangnya. Agar tidak mengecewakan hati pemuda itu, ia akhirnya memilih bunuh diri. Sampai sekarang makam itu masih ada dan dikenal dengan nama ibu Bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ragunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari Wiraguna, yaitu gelaran yang disandang tuan tanah pertama kawasan tersebut bernama Hendrik Lucaasz Cardeel, yang diperolehnya dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qahar, putra Sultan Ageng Tirtayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pasar Rumput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, tempat ini merupakan tempat berkumpulnya para pedagang pribumi yang menjual rumput. Para pedagang rumput terpaksa mangkal di lokasi ini karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke permukiman elit Menteng. Saat itu, sado adalah sarana transportasi bagi orang-orang kaya sehingga hampir sebagian besar penduduk menteng memelihara kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Paal Meriam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal usul nama daerah yang berada di perempatan Matraman dengan Jatinegara ini berasal dari suatu peristiwa sejarah yang terjadi sekitar tahun 1813. Pada waktu itu pasukan artileri meriam Inggris yang akan menyerang Batavia, mengambil daerah itu untuk meletakkan meriam yang sudah siap ditembakkan. Peristiwa tersebut sangat mengesankan bagi masyarakat sekitar, dan menyebut nama daerah ini paal meriam (tempat meriam disiapkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Cawang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika Belanda berkuasa, ada seorang letnan Melayu yang mengabdi pada kompeni, bernama Ende Awang. Letnan ini bersama anak buahnya bermukim di kawasan yang tak jauh dari Jatinegara. Lama-kelamaan sebutan Ende Awang berubah menjadi Cawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pondok Gede&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar Tahun 1775, lokasi ini merupakan lahan pertanian dan peternakan yang disebut dengan Onderneming. Di sana terdapat sebuah rumah yang sangat besar milik tuan tanah yang bernama Johannes Hoojiman. Karena merupakan satu-satunya bangunan besar yang ada di lokasi tersebut, bangunan itu sangat terkenal. Masyarakat pribumi pun menjulukinya “Pondok Gede”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Condet Batu Ampar dan Balekambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman dahulu ada sepasang suami istri, namanya Pangeran Geger dan Nyai Polong, memiliki beberapa orang anak. Salah satu anaknya, perempuan, diberi nama Siti Maemunah, terkenal sangat cantik. Pangeran Astawana, anak pangeran Tenggara atau Tonggara asal Makassar pun tertarik melamarnya. Siti Maemunah meminta dibangunkan sebuah rumah dan tempat peristirahatan di atas empang, dekat kali Ciliwung yang harus selesai dalam satu malam. Permintaan itu disanggupi, dan menurut legenda, esok harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di sebuah empang di pinggir kali Ciliwung. Untuk menghubungkan rumah itu dengan kediaman keluarga pangeran Tenggara, dibuat jalan yang diampari (dilapisi) batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian menurut cerita, tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu selanjutnya disebut Batu Ampar, dan bale (balai) peristirahatan yang seolah-olah mengambang di atas air itu disebut Balekambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Buncit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya di jalan Buncit Raya (sekarang) ada pedagang kelontong China berperut gendut (Buncit) yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya di sana banyak ditemukan mayat (bangke/bangkai) orang yg dibuang di kali Krukut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Cilandak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon di sana pernah ditemukan seekor landak raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tegal Parang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana banyak ditemukan alang-alang tinggi (tegalan) yang dipotong dengan parang (golok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Blok A/M/S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya di sekitar situ tempat pembukaan perumahan baru yang ditandai dengan blok, mulai A-S. Sayang yang tersisa tinggal 3 blok doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Kampung Ambon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur, nama Kampung Ambon sudah ada sejak tahun 1619. Pada waktu itu JP Coen sebagai Gubernur Jenderal VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon, lalu merekrut masyarakat Ambon untuk dijadikan tentara. Pasukan dari Ambon yang dibawa Coen itu kemudian diberikan pemukiman di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak itulah pemukiman tersebut dinamakan Kampung Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Sunda Kelapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunda Kelapa merupakan sebutan sebuah pelabuhan di teluk Jakarta. Nama kelapa diambil dari berita yang terdapat dalam tulisan perjalanan Tome Pires pada tahun 1513 yang berjudul Suma Oriental. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa nama pelabuhan itu adalah Kelapa. Karena pada waktu itu wilayah ini berada di bawah kekuasaan kerajaan Sunda, maka kemudian pelabuhan ini disebut Sunda Kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pasar Senen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Senen pertama kali dibangun oleh Justinus Vinck. Orang-orang Belanda menyebut pasar ini dengan sebutan Vinckpasser (Pasar Vinck). Tetapi karena hari pada awalnya Vinckpasser dibuka hanya pada hari Senin, maka pasar itu disebut juga Pasar Senen (disesuaikan dengan kebiasaan orang-orang yang lebih sering menyebut Senen ketimbang Senin). Namun seiring kemajuan dan pasar Senen semakin ramai, maka sejak tahun l766 pasar ini pun buka pada hari-hari lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Taman Anggrek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari keinginan bu Tien untuk mengambil kebon anggrek milik juragan tanah sunda bernama Rasman, yang dikenal orang-orang sekitar dengan nama H. Rasman, karena dia memiliki tanah berhektar-hektar di Cipete. Jadi bu Tien mengambil bunga-bunga anggrek tersebut dengan niat membeli (namun tidak dibayar) yang akhirnya dipindahkan ke daerah Jakarta Barat situh yang sekarang jadi Mall Taman Anggrek. Kemudian dipindahkan lagi ke yang sekarang semua orang ketahui ada di Taman Mini Indonesia Indah. Walaupun bunga-bunga anggreknya sudah tidak ada, namun Jl. Kebon Anggrek masih ada juga sampe sekarang. Lokasinya di Cipete (seberang SMA Cendrawasih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Grogol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grogol berasal dari bahasa Sunda (g a r o g o l) yang artinya perangkap terdiri dari tombak-tombak yang digunakan untuk menangkap hewan liar yang banyak terdapat di hutan. Nama Garogol dipasang sebagai nama sebuah desa di Limo Depok. Dahulu kawasan ini memang masih hutan liwang-liwung yang kata pak Dalang “jalma mara-jalma mati” alias menyeramkan. Sudah barang tentu di kawasan ini banyak terdapat hewan liar dan buas sehingga penduduk setempat memburunya dengan memasang perangkap (garogol). Hewan yang masuk ke perangkap mirip ciptaan “geek” alias soldadu Vietnam dijamin akan mati tertembus ujung tombak yang menganga di dasar lubang. Tapi belum jelas apakah jaman dulu ada keresahan masyarakat bahwa kambing mereka pada tewas karena darahnya dihisap oleh “mahluk misterius” yang sekarang kian marak di Depok. Konsekuensinya kali yang melewati desa ini juga dinamai kali Garogol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Betawi yang main gampang saja, setiap ada desa dilalui kali ini langsung diberi stempel desa Grogol, kampung Grogol. Repotnya pada peta keluaran tahun 1903, ada kampung bernama Grogol di kawasan Pal Merah. Dari Pal Merah, kali Grogol meliwati Taman Anggrek untuk menuju ke kawasan Pluit (jalan Latumeten) dan tiba pada satu daerah yang kini disebut Grogol – Negeri Tanah Tumpah Darah Anak Beta. Kalau yang memberi nama orang jaman sekarang bisa-bisa namanya “Grogol Perjuangan”. Pada 1928, sebagian Kali Grogol diuruk oleh Kumpeni. Pasalnya volume air yang mengalir dibanding kapasitas kali sering tidak memadai. Dan ini bisa mengancam kehidupan kastil sehingga harus dialirkan keluar kawasan kastil. Pada 1950-an kawasan Grogol menjadi populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tercatat terlanggar banjir bandang yang merendam kelurahan ini. Untuk pengendalian banjir dibangun pula waduk Grogol yang letaknya di jalan dr. Semeru (Sumeru) sekarang ini. Di tengah waduk ada air muncrat yang memang agak indah tetapi meresahkan masyarakat. Pasalnya air yang muncrat tadi kualitasnya kurang bagus. Sering ketika butiran air yang menjulang tinggi lalu ditiup angin pantai, maka banyak baju penduduk yang sedang dijemur tiba-tiba saja diberi tambahan noda kuning dan berbau got. Bertepatan dengan alat pompa yang sering ngadat, maka pemandangan air muncrat sudah nyaris tidak dipertunjukkan. Soal nama jalan juga unik. Nama jalan di sini mengambil nama pahlawan seperti Latumeten, Sumeru, Mawardi, Susilo. Semeru adalah nama dari Dokter Sumeru, salah satu tokoh pejuang bangsa Indonesia, di samping nama Dokter Mawardi, Dokter Susilo. Lalu lidah Jawa mulai mengubahnya menjadi Semeru. Dan seperti keahlian bangsa ini, nama ini pun diutak-atik lagi sehingga menjadi suatu statement bahwa S(u)meru adalah nama Gunung. Nama dokter Mawardi cuma kepleset sedikit menjadi dr. Muwardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Utan Kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya memang berbentuk hutan di samping basis prajurit Mataram mau menyerang Batavia. Hutan ini sumber kayu dari perumahan-perumahan maupun perkampungan para pengepung Batavia maupun benteng Belanda jaman dulu. Saking lebatnya hutan ini yang disertai rawa-rawa kemudian saat pembangunan daerah ini, mulai disebut Hutan Kayu yang kemudian dipersingkat menjadi Utan Kayu. Sisa kejayaan dari hutan ini masih dirasakan hingga saat ini di mana kawasan ini masih cukup hijau dan sejuk meski bukan termasuk dalam kawasan mewah seperti halnya Menteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Rawamangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan cerita mengenai Utan Kayu, hutan yang sangat lebat disertai yang di dalamnya terdapat banyak rawa-rawa yang kemudian setelah masa perang dengan Mataram selesai dan perluasan kota Batavia, mulai diterabas untuk pembangunan wilayah perumahan. Struktur tanah yang sifatnya rawa-rawa asalnya, membuat banyak pembangunan yang menggunakan pondasi ekstra dalam untuk wilayah ini, dan seperti halnya sifat rawa-rawa yang selalu berada di tengah hutan dan mirip halnya daerah Utan Kayu, Rawamangun juga masih relatif lebih hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Hek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang terletak antara Kantor Kecamatan Kramatjati dan kantor Polisi Resor Kramatjati, sekitar persimpangan dari jalan Raya Bogor ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus ke Pondokgede, dikenal dengan nama Hek. Rupanya, nama tersebut berasal dari bahasa Belanda. Menurut Kamus Umum Bahasa Belanda – Indonesia (Wojowasito 1978:269), kata Hek berarti pagar. Tetapi menurut Verklarend Handwoordenboek der Nederlandse Taal (Koenen- Endpols, 1946:388), kata Hek dapat juga berarti pintu pagar (“..raam-of traliewerk…”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seorang penduduk setempat yang sudah berumur lanjut, diperoleh keterangan, bahwa di tempat itu dahulu memang ada pintu pagar, terbuat dari kayu bulat, ujung – ujungnya diruncingkan, berengsel besi besar-besar, bercat hitam. Pintu itu digunakan sebagai jalan keluar-masuk kompleks peternakan sapi, yang sekelilingnya berpagar kayu bulat. Kompleks peternakan sapi itu dewasa ini menjadi kompleks Pemadam Kebakaran dan Kompleks Polisi Resort Keramatjati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun tujuh puluhan kompleks tersebut masih biasa disebut budreh, ucapan penduduk umum untuk kata boerderij, yang berarti kompleks pertanian dan atau peternakan. Kompleks peternakan tersebut merupakan salah satu bagian dari Tanah Partikelir Tanjoeng Oost, yang pada masa sebelum Perang Dunia Kedua terkenal akan hasil peternakannya, terutama susu segar untuk konsumsi orang-orang Belanda di Batavia. (Sumber: De Haan 1935: Van Diesen 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Jalan Cengkeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Cengkeh terletak di Kota Tua Jakarta sebelah utara Kantor Pos, di samping sebelah timur Pasar Pisang. Dahulu jaman penjajahan Belanda, jalan itu bernama Princenstraat, tetapi umum juga disebut Jalan Batutumbuh, mungkin karena di sana terdapat batu bertulis. Kawasan sekitar batu prasasti Purnawarman, di Tugu juga biasa disebut Kampung Batutumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1918, di dekat tikungan Jalan Cengkeh ke Jalan Kalibesar Timur, yang waktu itu bernama Groenestraat, ditemukan batu bertulis peninggalan orang-orang Portugis, yang biasa disebut padrao. Padrao itu dipancangkan oleh orang-orang Portugis, menandai tempat akan dibangun sebuah benteng, sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara Raja Sunda dengan perutusan Portugis yang dipimpin oleh Henriquez de Lemme, yang menurut Sukamto ditandatangani pada tanggal 21 Agustus 1522. Batu bertulis itu diberi ukiran berupa lencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Immanuel. Rupanya de Leme beserta rombongannya belum mengetahui bahwa raja Portugal tersebut telah meninggal tanggal 31 Desember 1521. Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Portugis akan mendirikan benteng di Banten dan Kalapa. Untuk itu tiap kapal Portugis yang datang akan diberi muatan lada yang harus ditukar dengan barang-barang keperluan yang diminta oleh pihak Sunda. Mulai saat benteng dibangun pihak Sunda akan menyerahkan 1.000 karung lada tiap tahun untuk ditukarkan dengan barang-barang yang dibutuhkan (Sumber: Hageman 1867: Soekamto 1956: Danasasmita 1983).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Japat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Japat terletak di sebelah tenggara Pelabuhan Sunda Kalapa, termasuk wilayah Kelurahan Ancol Utara, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Nama kawasan tersebut berasal dari kata jaagpad. Ada yang mengatakan, kata jaagpad berarti “Jalan setapak yang biasa digunakan untuk berburu”. Katanya jaag, dari jagen, artinya “berburu” Pad, artinya “jalan setapak”. Padahal, kata jaagpad tidak ada sangkut pautnya dengan berburu, melainkan sebuah istilah dalam pelayaran perahu. Pada alur sungai atau terusan yang dangkal, perahu yang melaluinya baru dapat bergerak maju, kalo ditarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Kompeni Belanda, bahkan beberapa dasawarsa sebelum pelabuhan Tanjungpriuk dibuat, kapal-kapal (layar) yang cukup besar bila berlabuh di pelabuhan Batavia, yang sekarang menjadi Pelabuhan Sunda Kalapa, tidak merapat seperti sekarang, melainkan biasa membuang sauh masih jauh di laut lepas. Pengangkutan orang dan barang dari kapal biasa dilakukan dengan perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempermudah pendaratan, di sebelah timur Pelabuhan Sunda Kalapa sekarang dibuat terusan khusus untuk perahu-perahu pendarat. Terutama di musim hujan, terusan tersebut biasa menjadi dangkal, dipenuhi lumpur dari darat bercampur pasir dari laut sehingga perahu kecil pun sulit melewatinya. Apalagi perahu besar, berlunas lebar, sarat muatan, agar bisa bergerak maju harus dihela beberapa kuda atau sejumlah orang yang berjalan di depan perahu, sebelah kiri dan kanan terusan. Terusan tersebut diuruk pada abad ke-19, sehingga sekarang sulit untuk melacaknya. Yang tersisa hanya sebutannya jaagpad yang berubah menjadi japat, sebagai nama dari kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Jatinegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatinegara dewasa ini menjadi nama sebuah Kecamatan. Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur, salah satu pusat Kota Jakarta yang multipusat itu. Nama Jatinehara baru muncul pada kawasan tersebut sejak tahun 1942, yaitu pada awal masa pemerintahan pendudukan balatentara Jepang di Indonesia, sebagai pengganti nama Meester Cornelis yang berbau Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan Meester Cornelis mulai muncul ke pentas sejarah kota Jakarta pada pertengahan abad ke-17, dengan diberikannya izin pembukaan hutan di kawasan itu kepada Cornelis Senen, adalah seorang guru agama Kristen, berasal dari Lontor, pulau Banda. Setelah tanah tumpah-darahnya dikuasai sepenuhnya oleh kompeni, pada tahun 1621, Senen mulai bermukim di Batavia, ditempatkan di kampung Bandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tekun ia mempelajari agama Kristen sehingga kemudian mampu mengajarkannya kepada kaum sesukunya. Dia dikenal mampu berkhotbah baik dalam bahasa Melayu maupun dalam bahasa Portugis (kreol). Sebagai guru, ia biasa dipanggil mester, yang berarti “tuan guru”. Hutan yang dibukanya juga dikenal dengan sebutan Mester Cornelis, yang oleh orang-orang pribumi biasa disingkat menjadi Mester. Bahkan sampai dewasa ini nama itu nampaknya masih umum digunakan oleh penduduk Jakarta, termasuk oleh para pengemudi angkot (angkutan kota). Kawasan hutan yang dibuka oleh Mester Cornelis Senen itu lambat laun berkembang menjadi satelit Kota Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah oleh Pemerintah Hindia Belanda dibentuklah Pemerintahan Gemeente (kotapraja) Meester Cornelis, bersamaan dengan dibentuknya Gemeente Batavia. Kemudian, mulai tanggal 1 Januari 1936 Gemeente Meester Cornelis digabungkan dengan Gemeente Batavia. Disamping kedudukannya sebagai gemeente, pada tahun 1924 Meester Cornelis dijadikan nama kabupaten, Kabupaten Meester Cornelis, yang terbagi menjadi 4 kewedanaan, yaitu Kewedanaan Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi, dan Cikarang (Kolonial Tidschrifft,Maart 1933:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Jepang pemerintah pendudukan Jepang, nama Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara, berstatus sebagai sebuah Siku, setingkat kewedanaan, bersama-sama dengan Penjaringan, Manggabesar, Tanjungpriuk, Tanahabang, Gambir, dan Pasar Senen. Ketika secara administrative Jakarta ditetapkan sebagai Kotapraja Jakarta Raya, Jatinegara tidak lagi menjadi kewedanaan, karena kewedanaan dipindahkan ke Matraman, dengan sebutan Kewedanaan Matraman. Jatinegara menjadi salah satu wilayah Kecamatan Pulogadung, Kewedanaan Matraman (The Liang Gie 1958:144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Jatinegara Kaum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatinegara Kaum dewasa ini menjadi sebuah kelurahan, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Kotamadya Jakarta Timur. Disebut Jatinegara Kaum, karena di sana terdapat kaum, dalam hal ini rupanya kata kaum diambil dari bahasa Sunda, yang berarti “tempat tinggal penghulu agama beserta bawahannya” (Satjadibrata, 1949:149). Sampai tahun tigapuluh abad yang lalu, penduduk Jatinegara Kaum umumnya berbahasa Sunda (Tideman 1933:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu Jatinegara Kaum merupakan bagian dari kawasan Jatinegara yang meliputi hampir seluruh wilayah Kecamatan Pulogadung sekarang. Bahkan di wilayah Kecamatan Cakung sekarang, terdapat sebuah kelurahan yang bernama Jatinegara, yaitu Kelurahan Jatinegara. Dari mana asal nama Jatinegara serta kapan kawasan tersebut bernama demikian, belum dapat dinyatakan dengan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas nama kawasan tersebut baru disebut-sebut pada tahun 1665 dalam catatan harian (Dagh Register) Kastil Batavia, waktu diserahkan kepada Pangeran Purbaya beserta para pengikutnya. Pangeran Purbaya adalah salah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Banten yang digulingkan dari tahtanya oleh putranya sendiri, Sultan Haji, dengan bantuan kompeni Belanda pada tahun 1682. Setelah tertawan, Pangeran Purbaya beserta saudara-saudaranya yang lain, seperti Pangeran Sake dan Pangeran Sangiang, ditempatkan di dalam benteng Batavia. Kemudian, ditugaskan untuk memimpin para pengikutnya, yang ditempatkan di beberapa tempat, seperti Kebantenan, Jatinegara, Cikeas, Citeurep, Ciluwar, dan Cikalong. Orang-orang Banten yang bermukim di Jatinegara, awalnya dipimpin oleh Pangeran Sangiang. Karena dianggap terlibat dalam pemberontakan Kapten Jonker, kekuasaan Pangeran Sangiang di Jatinegara ditarik kembali, dan pada tahun 1680 diserahkan kepada Kiai Aria Surawinata, mantan bupati Sampora, kesultanan Banten (T.B.G. XXX:138), yang setelah menyerah kepada kompeni diangkat menjadi Letnan, di bawah Pangeran Sangiang, sampai tahun 1689.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surawinata masih bermukim di Luarbatang. Setelah Kiai Aria Surawinata wafat, berdasarkan putusan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia tertanggal 27 Oktober 1699, sebagai penggantinya adalah putranya, Mas Muhammad yang Panca wafat, sebagai penggantinya ditunjuk salah seorang putranya, Mas Ahmad. Pada waktu para bupati Kompeni diwajibkan untuk menanam kopi di wilayahnya masing-masing, penyerahan hasil pertanian itu dari tahun 1721 sampai dengan tahun 1723, tercatat atas nama Mas Panca. Baru pada tahun 1724 tercatat atas nama Mas Ahmad. Pada tahun 1740 rupanya Mas Ahmad masih menjadi bupati Jatinegara atas nama Mas Ahmad berjumlah 2.372,5 pikul, kurang lebih 14.650 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Kebantenan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Kebantenan, dewasa ini termasuk wilayah Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara. Dikenal dengan sebutan Kebantenan, karena kawasan itu sejak tahun 1685 dijadikan salah satu tempat pemukiman orang-orang Banten, di bawah pimpinan Pangeran Purbaya, salah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa. Tentang keberadaan orang-orang Banten di kawasan tersebut, sekilas dapat diterangkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sultan Haji (Abu Nasir Abdul Qohar) mendapat bantuan kompeni yang antara lain melibatkan Kapten Jonker, Sultan Ageng Tirtayasa terdesak, sampai terpaksa meninggalkan Banten, bersama keluarga dan abdi-abdinya yang masih setia kepadanya. Mereka berpencar, tetapi kemudian terpaksa mereka menyerahkan diri, Sultan Ageng di sekitar Ciampea, Pangeran Purbaya di Cikalong kepada Letnan Untung (Untung Surapati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Batavia awalnya mereka ditempatkan di dalam lingkungan benteng. Kemudian Pangeran Purbaya beserta keluarga dan abdi-abdinya diberi tempat pemukiman, yaitu di Kebantenan, Jatinegara, Condet, Citeureup, dan Cikalong. Karena dituduh terlibat dalam gerakan Kapten Jonker, Pangeran Purbaya dan adiknya, Pangeran Sake, pada tanggal 4 Mei 1716 diberangkatkan ke Srilangka, sebagai orang buangan. Baru pada tahun 1730 kedua kakak beradik itu diizinkan kembali ke Batavia. Pangeran Purbaya meninggal dunia di Batavia tanggal 18 Maret 1732.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dikemukakan, bahwa di samping Kabantenan di Jakarta Utara itu, ada pula Kabantenan yang terletak antara Cikeas dengan Kali Sunter, sebelah tenggara Jatinegara, atau sebelah barat daya Kota Bekasi. Di salah satu rumah tempat kediaman Pangeran Purbaya yang berada di barat daya Bekasi itu ditemukan lima buah prasasti berhuruf Sunda kuno, peninggalan jaman kerajaan Sunda, yang ternyata dapat sedikit membuka tabir kegelapan sejarah Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Kampung Ambon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan penyebutan nama tempat yang ada di Rawamangun, Jakarta Timur. Nama ini sudah ada sejak tahun 1619. Pada waktu itu JP. Coen sebagai Gubernur Jenderal VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon mencari bantuan dengan menambah pasukan dari masyarakat Ambon. Pasukan Ambon yang dibawa Coen dimukimkan itu lalu kita kenal sebagai kampung Ambon, terletak di daerah Rawamangun, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Kampung Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah Propinsi DKI Jakarta terdapat beberapa kampung yang menyandang nama Kampung Bali, karena pada abad ketujuhbelas atau kedelapanbelas dijadikan pemukiman orang-orang Bali, yang masing-masing dipimpin kelompok etnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membedakan satu sama lainnya, dewasa ini biasa dilengkapi dengan nama kawasan tertentu yang berdekatan, yang cukup banyak dikenal. Seperti Kampung Bali dekat Jatinegara yang dulu bernama Meester Cornelis, disebut Balimester, Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur. Balimester tercatat sebagai perkampungan orang-orang Bali sejak tahun 1667. Kampung Bali Krukut, terletak di sebelah barat Jalan Gajahmada sekarang yang dahulu bernama Molenvliet West. Di sebelah selatan perkampungan itu, berbatasan dengan tanah milik Gubernur Reineir de Klerk (1777 – 1780), di mana dibangun sebuah gedung peristirahatan, yang dewasa ini dijadikan Gedung Arsip Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Bali Angke sekarang menjadi kelurahan Angke, Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Di sana terdapat sebuah masjid tua, yang menurut prasasti yang terdapat di dalamnya, dibangun pada 25 Sya’ban 1174 atau 2 April 1761. Di halaman depan masjid itu terdapat kuburan antara lain makam Pangeran Syarif Hamid dari Pontianak yang riwayat hidupnya ditulis di Koran Javabode tanggal 17 Juli 1858. Dewasa ini mesjid tersebut biasa disebut Masjid Al-Anwar atau Masjid Angke. Pada tahun 1709 di kawasan itu mulai pula bermukim orang-orang Bali di bawah pimpinan Gusti Ketut Badulu, yang pemukimannya berseberangan dengan pemukiman orang-orang Bugis di sebelah utara Bacherachtsgrach, atau Jalan Pangeran Tubagus Angke sekarang. Perkumpulan itu dahulu dikenal dengan sebutan Kampung Gusti (Bahan: De Haan 1935,(I), (II):Van Diesen 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Kampung Bandan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan penyebutan nama Kampung yang berada dekat pelabuhan Sunda Kelapa atau masih dalam Kawasan Kota Lama Jakarta (Batavia). Berdasarkan informasi yang dapat dikumpulkan terdapat beberapa versi asal-usul nama Kampung Bandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bandan berasal dari kata Banda yang berarti nama pulau yang ada di daerah Maluku. Kemungkinan besar pada masa lalu (periode kota Batavia) daerah ini pernah dihuni oleh masyarakat yang berasal dari Banda. Penyebutan ini sangatlah lazim karena untuk kasus lain ada kemiripannya, seperti penyebutan nama kampung Cina disebut Pecinan. Tempat memungut pajak atau cukai (bea) disebut Pabean dan Pekojan sebagai perkampungan orang Koja (Arab), dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banda berasal dari kata Banda (bahasa Jawa) yang berarti ikatan. Kata Banda dengan tambahan awalan di (dibanda) mempunyai arti pasif yaitu diikat. Hal ini dapat dihubungkan dengan adanya peristiwa yang sering dilihat masyarakat pada periode Jepang, yaitu pasukan Jepang membawa pemberontak dengan tangan terikat melewati kampung ini menuju Ancol untuk dilakukan eksekusi bagi pemberontak tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banda merupakan perubahan ucapan dari kata Pandan. Pada masa lalu di kampung ini banyak tumbuh pohon, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama Kampung Pandan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;36. Kemang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Kemang banyak yang mengatakan diambil dari nama tumbuhan sejenis mangga yang banyak tumbuh di kawasan ini. Buah kemang (mangifera kemang caecea). Konon hingga tahun 1950-an masih banyak tumbuh di kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://organisasi.org/sejarah-asal-mula-nama-daerah-glodok-kwitang-senayan-sejarah-jakarta-indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://berandakawasan.wordpress.com/2010/01/26/1955/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://jalanasik.com/content/view/1583/3/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-6750096275637702859?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/6750096275637702859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=6750096275637702859' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6750096275637702859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6750096275637702859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/05/asal-mula-nama-glodok-kwitang-senayan.html' title='Asal Mula Nama-Nama Tempat di Jakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-4429990479748063304</id><published>2010-01-25T15:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T15:09:06.507-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>DKI Bangun Terminal Terbesar di Indonesia</title><content type='html'>Sebagai bagian dari program peningkatan kualitas transportasi publik di Jakarta, Pemprov DKI berencana membangun Terminal Pulogebang yang akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Pembangunan Terminal Pulogebang yang akan menjadi terminal terbesar di Indonesia ini merupakan bagian dari konsep pengembangan Kawasan Sentra Primer Baru Timur (SPBT) dan diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 500 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, disain Terminal Pulogebang yang merupakan pengganti dari Terminal Pulogadung sudah selesai, dan diharapkan bisa menampung bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus dalam kota. Sedangkan, proses lelang pembangunan fisik senilai Rp 275 miliar masih dilakukan dan diharapkan sebelum pertengahan tahun ini sudah dapat ditentukan pemenang lelang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Riza Hasyim, mengatakan, pembangunan Terminal Pulogebang akan dialokasikan anggaran sebesar RP 500 miliar dalam sistem multiyears (anggaran tahun berjalan) selama dua tahun. Pihaknya menyebutkan, untuk tahun pertama 2010, dalam APBD 2010 telah dianggarkan sebesar Rp 275 miliar. Sedangkan sisanya, Rp 225 miliar akan dianggarkan pada APBD DKI 2011. Ditargetkan pembangunan terminal ini sudah rampung pada tahun 2011 dan bisa segera dioperasikan sebagai terminal bus AKAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pembangunan terminal termegah di Indonesia ini telah memasuki tahap perencanaan pendirian bangunan. Pembangunan akan dilakukan pada 2010 dan ditargetkan rampung pada akhir 2011,” kata Riza Hasyim di Jakarta, Rabu (13/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza menambahkan, untuk mendukung pembangunan terminal pihaknya juga telah selesai melakukan pembebasan lahan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur seluas 9,5 hektar pada tahun 2008 lalu. “Karena sudah bebas semua dan lelang sedang jalan, maka kita optimis pembangunan dapat berjalan tahun ini juga,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, kata Riza, pembangunan Terminal Bus Pulogebang ini sudah tidak dapat ditunda-tunda lagi. Terlebih, Terminal Bus Pulogadung saat ini sudah tidak mampu lagi menampung ratusan armada bus AKAP, bus-bus antarkota dan angkot. Karena itu, Terminal Bus Pulogebang akan menjadi terminal khusus untuk bus-bus AKAP dan bus dalam kota. Sedangkan Terminal Pulogadung nantinya hanya akan menjadi terminal khusus angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan begitu, akan lebih terkoordinir keluar masuknya bus dalam kota dan AKAP, serta turut menurunkan polusi udara akibat asap bus di Terminal Pulogadung,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Unit Pelaksana Teknis Terminal Dishub DKI Jakarta, Kusmanto, mengatakan, pembangunan Terminal Pulogebang saat ini masih dalam tahap lelang dan baru ada empat perusahaan yang mendaftarkan sebagai peserta lelang. Menurutnya, dana sebesar Rp 500 miliar hanya diperuntukan untuk pembangunan terminal saja, belum termasuk akses jalan keluar masuk menuju terminal tersebut. “Untuk akses jalan itu, ada dalam Dinas Pekerjaan Umum,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusmanto menambahkan, keberadaan terminal ini nantinya akan terintegrasi dengan pusat perbelanjaan modern. Berbagai sektor usaha komersil akan ditempatkan di sebuah bangunan berlantai tiga. “Dengan adanya pusat perbelanjaan, penumpang bisa mengisi waktu dengan berbelanja saat menunggu kedatangan bus tujuannya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminal berkapasitas 2.977 bus AKAP ini akan dibangun dua lantai. Selain itu, disediakan area parkir seluas 18.000 meter persegi untuk menampung kendaraan pribadi. Sehingga memudahkan penumpang untuk menitipkan kendaraan pribadinya dengan aman sebelum melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum. Areal parkir juga akan dibangun dua lantai. Rinciannya, lantai basement mampu menampung 310 kendaraan dan lantai satu menampung 225 kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/component/content/article/176-latest/2828-juni-dki-bangun-terminal-terbesar-di-indonesia"&gt;Jakarta.go.id&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-4429990479748063304?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/4429990479748063304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=4429990479748063304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4429990479748063304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4429990479748063304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2010/01/dki-bangun-terminal-terbesar-di.html' title='DKI Bangun Terminal Terbesar di Indonesia'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2761213046211483536</id><published>2009-11-29T15:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T15:14:42.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Stasiun Pemantau Kualitas Udara Diperbarui</title><content type='html'>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memasang stasiun pemantau kualitas udara yang baru. Stasiun pemantau itu dipasang di depan pos polisi Bundaran Hotel Indonesia untuk mengetahui tingkat pencemaran di kawasan dengan lalu lintas terpadat se-Jakarta itu.&lt;br /&gt;Sebelum pemasangan alat baru, tiga dari lima alat pemantau polusi udara yang ada di Jakarta rusak.&lt;br /&gt;”Hasil pengukuran kualitas udara ini harus menjadi dasar penentu kebijakan pemerintah dan tingkah laku masyarakat. Jika kualitas udara buruk, pemerintah dan warga harus bersama-sama menurunkan emisi gas buang,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat meresmikan stasiun pemantau kualitas udara tepi jalan hari Minggu (29/11).&lt;br /&gt;Stasiun pemantau kualitas udara yang berbentuk gardu kecil itu dapat mengukur dan menampilkan kadar partikel di udara secara rata-rata setiap tiga jam. Hasil pengukuran selama satu minggu juga dapat ditampilkan di stasiun pemantau senilai Rp 5,5 miliar itu.&lt;br /&gt;”Kadar debu dalam udara di Jalan MH Thamrin selama seminggu terakhir berada di bawah ambang batas yang ditetapkan, yaitu 150 mikron-gram per meter kubik. Polusi paling tinggi terjadi pada hari Kamis (26/11), atau sehari sebelum akhir pekan yang panjang, tetapi kadarnya baru mencapai 110 mikron-gram per meter kubik,” kata Fauzi, sambil membacakan hasil pengukuran terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Akurat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta Peni Susanti mengatakan, hasil pengukuran kualitas udara stasiun pemantau ini sangat akurat sehingga dapat dijadikan landasan untuk langkah penurunan polusi udara di suatu kawasan. Beberapa stasiun pemantau kualitas udara serupa akan ditempatkan di kawasan-kawasan padat kendaraan.&lt;br /&gt;Fauzi Bowo juga meminta masyarakat terlibat aktif menurunkan polusi udara. Cara yang paling sederhana mengurangi polusi adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan beralih ke berjalan kaki, bersepeda, atau naik angkutan umum.&lt;br /&gt;”Pemeriksaan emisi kendaraan pribadi juga harus dilakukan secara mandiri oleh warga agar kendaraan mereka tidak menambah beban pencemaran udara. Tanpa peran serta warga, target Pemprov DKI menurunkan tingkat polusi sampai 26 persen tidak akan terwujud,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Zona uji emisi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendorong warga menguji emisi kendaraan mereka, mulai Senin (30/11) Pemprov DKI hanya membolehkan mobil berstiker lolos uji emisi untuk parkir di IRTI Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan. Secara bertahap, kewajiban tersebut akan dilanjutkan di Balaikota DKI dan balaikota di lima kota se-Jakarta.&lt;br /&gt;Kepala Bidang Penegakan Hukum Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta Ridwan Panjaitan mengatakan, terdapat 25 lokasi milik pemerintah dan swasta yang sudah bersedia menerapkan kewajiban lolos uji emisi untuk mobil yang akan diparkir. Penerapannya akan dilaksanakan bertahap sampai dengan tahun depan.&lt;br /&gt;”Kami mengajak semua institusi pemerintah dan swasta lain untuk menerapkan kewajiban ini. Dengan demikian, semua mobil pribadi akan selalu diuji emisinya agar tidak terlalu menambah polusi udara,” tutur Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/11/30/05311428/Stasiun.Pemantau.Polusi.Diperbarui"&gt;Kompas&lt;/a&gt;] &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2761213046211483536?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2761213046211483536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2761213046211483536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2761213046211483536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2761213046211483536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/11/stasiun-pemantau-kualitas-udara.html' title='Stasiun Pemantau Kualitas Udara Diperbarui'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8724826945340577220</id><published>2009-11-11T08:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T08:38:55.198-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Naik 2,98 Persen</title><content type='html'>Pertumbuhan ekonomi di Jakarta semakin membaik. Buktinya, pertumbuhan ekonomi di Jakarta pada triwulan III/2009 menunjukkan peningkatan kapasitas produksi di semua sektor bila dibandingkan triwulan II/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian Jakarta pada triwulan III/2009 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,98 persen. Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta selama triwulan I-III tahun 2009 mengalami pertumbuhan sebesar 5,11 persen dibandingkan periode sama tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Pusat Statistik DKI, Agus Suherman, mengatakan pertumbuhan itu terlihat dari sisi lapangan usaha yang didorong semua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi (5,74 persen), sektor perdagangan, hotel, dan restoran (3,72 persen), serta sektor konstruksi (3,39 persen). Kemudian dari sisi pengeluaran, pertumbuhan disebabkan naiknya impor (4,32 persen), pembentukan modal tetap bruto (3,90 persen), dan konsumsi pemerintah (3,51 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengalami pertumbuhan dibandingkan triwulan II/2009, PDRB triwulan III/2009 juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,08 persen dibandingkan PDRB triwulan III/2008. Dari sisi lapangan usaha, hampir semua sektor mengalami pertumbuhan positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 15,41 persen. Kemudian disusul sektor konstruksi sebesar 6,64 persen serta sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 5,14 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi pemerintah sebesar 7,77 persen, diikuti komponen impor  sebesar 7 persen dan komponen konsumsi rumah tangga sebesar 6,56 persen. Jika dikumulatifkan, Agus menerangkan PDRB DKI Jakarta selama triwulan I-III tahun 2009 tumbuh sebesar 5,11 persen dibandingkan dengan triwulan I– III tahun 2008. Kemudian besaran PDRB DKI Jakarta atas dasar harga berlaku pada Triwulan III/2009 mencapai Rp 194,89 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 94,14 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pencapaian pertumbuhan yang menggembirakan itu menunjukkan percepatan pemulihan kondisi perekonomian di Jakarta, yang sebelumnya diprediksi baru akan terjadi pada akhir tahun 2009 atau pada awal 2010,” kata Agus di Jakarta, Rabu (11/11). Karena itu, Agus opimis, pada 2010 pertumbuhan ekonomi di Jakarta bisa mencapai atau bahkan melebihi target pertumbuhan ekonomi 5,25 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta mengatakan berdasarkan pengalaman realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I dan triwulan II tahun 2009, pertumbuhan ekonomi Jakarta relatif lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan I tahun 2009, realisasi pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,23 persen sedangkan nasional hanya 4,40 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga untuk realisasi pertumbuhan ekonomi untuk triwulan II tahun 2009, DKI mencapai 5,01 persen dan nasional mencapai 4,00 persen. Kondisi ini merupakan indikasi bahwa perekonomian telah mulai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recovery&lt;/span&gt; sejak triwulan I dan II tahun 2009. Dengan demikian, Eksekutif meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2010 akan mencapai angka optimis yakni 5,25 persen lebih tinggi dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian penyerapan belanja dalam APBD 2009 dari bulan ke bulan terus mengalami kenaikan. Sampai akhir September 2009 memang masih relatif belum sesuai harapan yakni 44,70 persen. Namun, pada akhir Oktober penyerapan tersebut telah mencapai 48,43 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman tahun 2007 dan 2008, bulan November dan Desember penyerapan mencapai rata-rata 57,76 persen dan 84,56 persen. Dengan demikian, Pemprov DKI tetap optimis bahwa penyerapan belanja sampai akhir tahun 2009 akan mencapai sekitar 90 persen. Dengan penyerapan belanja tersebut, dan realisasi pendapatan tidak melampaui target, maka diperkirakan SiLPA 2009 akan mencapai Rp 2 triliun, yang berasal dari sisa lelang dan efisiensi belanja.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=36105"&gt;BeritaJakarta.com&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8724826945340577220?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8724826945340577220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8724826945340577220' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8724826945340577220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8724826945340577220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/11/pertumbuhan-ekonomi-jakarta-naik-298.html' title='Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Naik 2,98 Persen'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5532573569241541709</id><published>2009-11-07T06:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T07:04:36.391-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Diskon 50% Dunia Fantasi dalam rangka Spesial Akhir Tahun 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manfaatkan diskon 50% untuk wahana Dunia Fantasi dalam rangka Spesial Akhir Tahun 2009. Sabtu, Minggu &amp;amp; Libur : 120.000,- menjadi Rp. 60.000,-.&lt;br /&gt;Senin - Jumat : Rp. 90.000,- menjadi Rp. 45.000,-.&lt;br /&gt;Diskon ini berlaku mulai 11 November s/d 11 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebaran flyer ini dapat di foto copy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SvWMDLDyTII/AAAAAAAACWY/iNIAATHa_LQ/s1600-h/dufan+diskon_nov_09.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 280px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SvWMDLDyTII/AAAAAAAACWY/iNIAATHa_LQ/s400/dufan+diskon_nov_09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401377314236943490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5532573569241541709?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5532573569241541709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5532573569241541709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5532573569241541709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5532573569241541709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/11/diskon-50-dunia-fantasi-dalam-rangka.html' title='Diskon 50% Dunia Fantasi dalam rangka Spesial Akhir Tahun 2009'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SvWMDLDyTII/AAAAAAAACWY/iNIAATHa_LQ/s72-c/dufan+diskon_nov_09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-7903635953729044101</id><published>2009-10-28T17:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T17:28:49.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Pembangunan Jembatan Kali Blencong Dihentikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SujhfWpGetI/AAAAAAAACUM/7Vb7UlnV44Q/s1600-h/Jembatan_kali_blencong1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SujhfWpGetI/AAAAAAAACUM/7Vb7UlnV44Q/s320/Jembatan_kali_blencong1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397812082173704914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pembangunan jembatan Kali Blencong yang merupakan bagian dari program peningkatan jalan Akses Marunda dihentikan oleh TNI Angkatan Laut, dua hari lalu. Para pekerja jembatan yang akan menghubungkan Cilincing dengan Bekasi Utara itu kini terlihat tidak ada pekerjaan.&lt;p&gt;Dikutip dari Kompas.com, Novizal, Kepala Sub Dinas Jembatan Dinas Pekerjaan Umum mengakui, pembangunan jembatan itu memang dihentikan oleh TNI-AL karena belum membayar ganti rugi kepada pemilik tanah, Lantamal III. Sementara Kadispen TNI-AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul mengatakan, TNI-AL pada dasarnya setuju akan pembangunan jembatan itu. "Namun selama ini pembicaraan antara Lantamal III dengan Pemprov DKI Jakarta masih taraf pembicaraan, belum dituangkan ke dalam perjanjian tertulis," kata Iskandar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peningkatan Jalan Akses Marunda ini merupakan kerjasama yang dilaksanakan Departemen PU dengan Pemda Provinsi DKI Jakarta dalam rangka meningkatkan kapasitas Jl. Marunda Makmur, di mana Departemen PU mengerjakan Pembangunan (pelebaran) Jalan sedangkan Pemda Provinsi DKI Jakarta mengerjakan Pembangunan Jembatan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-7903635953729044101?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/7903635953729044101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=7903635953729044101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7903635953729044101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7903635953729044101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/10/pembangunan-jembatan-kali-blencong.html' title='Pembangunan Jembatan Kali Blencong Dihentikan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SujhfWpGetI/AAAAAAAACUM/7Vb7UlnV44Q/s72-c/Jembatan_kali_blencong1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-6190579422607451783</id><published>2009-10-19T16:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T16:14:06.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsep'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Jabodetabek, dari Megalopolis ke Megaregion</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jabodetabek merupakan salah satu wilayah khusus di Indonesia sehingga mendapatkan perlakuan khusus dalam perencanannya. Jabodetabek bukan lagi megalopolis tetapi sudah menjadi megaregion atau megaloregional. Demikian salah satu isu yang mengemuka dalam international seminar bertema “On Megalopolis: Integrated Development and Management”. Seminar diselenggarakan oleh Fakultas Arsitektur Landskap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti di Hotel Nikko, Jl Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/10).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rektor Trisaksi Prof Dr Thoby Mutis yang membuka seminar ini mengatakan bahwa seminar ini berskala internasional dengan sasaran para praktisi perkotaan dan dosen. Panitia mengundang pakar perkotaan dan perencanaan dari Singapura, Malaysia, hingga Belanda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketua Panitia sekaligus Dekan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknik Lingkungan Trisaksi Ida Bagus Rabindra mengatakan isu perkotaan terus berkembang seperti terjadi di Jakarta dan sekitarnya, dari megalopolis ke megaregion. “Tak hanya Jakarta, Surabaya juga mengalami hal serupa. Jakarta harus menggandeng wilayah Jawa Barat dan Banten. Surabaya juga harus menggandeng wilayah sekitarnya seperti Sidoarjo dan Gresik. Konsep pembangunannya harus integrated,” kata Rabindra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isu-isu di perkotaan masih bersifat klasik terutama soal disparitas antara yang kaya dan yang miskin. “Jalan tol, misalnya, itu didesign untuk orang yang memiliki kendaraan. Mass rapid transit atau MRT sangat mendesak,” katanya lagi. Di luar itu, isu lingkungan seperti daerah resapan atau daerah hijau dan air bersih senantiasa mengemuka, sebab, semua masyarakat harus mendapatkan akses untuk air bersih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: Warta Kota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-6190579422607451783?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/6190579422607451783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=6190579422607451783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6190579422607451783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6190579422607451783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/10/jabodetabek-dari-megalopolis-ke.html' title='Jabodetabek, dari Megalopolis ke Megaregion'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-18679849399699022</id><published>2009-10-08T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T09:29:48.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><title type='text'>PERINGATAN DINI CUACA TANGGAL 09 - 12 Oktober 2009</title><content type='html'>Di belahan bumi utara masih terdapat aktifitas badai tropis 'PARMA' yang berada di sebelah Utara Filipina, badai tropis ini mempengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Indonesia terutama di wilayah Utara khatulistiwa bagian Barat dan Tengah. Selain itu juga terdapat aktifitas pusaran angin tertutup di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera Selatan serta adanya pumpunan angin di sepanjang NAD, Sumatera bagian Utara hingga Laut Cina Selatan sebelah Barat Filipina yang mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah tersebut. Demikian juga dengan kondisi Dipole Mode di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera masih bernilai negatif dan MJO yang masih aktif di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur. Perlu juga diperhatikan adanya aktifitas konvektif terkait dengan temperatur yang cukup tinggi pada siang hari yang merupakan aktifitas atmosfer berskala lokal disebagian wilayah Indonesia dimana hal tersebut akan berpotensi menimbulkan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dalam waktu yang tidak terlalu lama.&lt;br /&gt;Wilayah yang berpotensi  hujan lebat disertai  petir dan angin kencang adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    NAD dan sebagian besar Sumatera&lt;br /&gt;-    Pesisir Barat Sumatera&lt;br /&gt;-    Pesisir Timur Sumatera bagian Utara dan Tengah&lt;br /&gt;-    Jawa bagian Barat dan Tengah&lt;br /&gt;-    Sebagian besar Kalimantan&lt;br /&gt;-    Sulawesi bagian Utara, Barat dan Tengah&lt;br /&gt;-    Maluku bagian Tengah dan Selatan&lt;br /&gt;-    Papua bagian Barat, Utara dan Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 240px;"&gt;Jakarta, 08 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bmg.go.id/dataDetail.bmkg?Jenis=Teks&amp;amp;IDS=5408481373414691018&amp;amp;IDD=3492917308803738341"&gt;Sub Bidang Cuaca Ekstrim&lt;br /&gt;Bidang Peringatan Dini Cuaca&lt;br /&gt;Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://muhammadsoleh.blogspot.com/2009/10/peringatan-dini-cuaca-tanggal-09-12.html"&gt;http://muhammadsoleh.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;          &lt;!---hr size="1" color="#CCCCCC" width="40%" align="left"---&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-18679849399699022?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/18679849399699022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=18679849399699022' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/18679849399699022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/18679849399699022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/10/peringatan-dini-cuaca-tanggal-09-12.html' title='PERINGATAN DINI CUACA TANGGAL 09 - 12 Oktober 2009'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-7771653489946468577</id><published>2009-10-04T10:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T10:26:04.610-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><title type='text'>Jakarta Mengalami Obesitas</title><content type='html'>Pengamat Lingkungan Hidup Firdaus Cahyadi menyatakan bahwa Jakarta mengalami penyakit kegemukan atau obesitas karena semua kegiatan ekonomi maupun pemerintahan berpusat di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tata ruang Jakarta masih menjadikan kota ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di samping pusat pemerintahan", kata Firdaus dalam siaran persnya, Jumat (2/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun Jakarta menarik sekitar 200 hingga 250 ribu pendatang baru yang semakin menambah kepadatan jumlah penduduk di ibukota tersebut.  Secara statistik, pada 1961 Jakarta berpenduduk 2,9 juta dan 10 tahun kemudian melonjak menjadi 4,55 juta. Tahun 1980 bertambah menjadi 6,50 juta dan pada 1990 melonjak lagi menjadi 8,22 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 10 tahun, 1990-2000, penduduk Jakarta hanya bertambah 125.373 jiwa menjadi 8,38 juta jiwa, sedangkan data 2007 menyebutkan Jakarta memiliki jumlah penduduk 8,6 juta jiwa. Data per Maret 2009, penduduk Jakarta berjumlah 7,3 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akumulasi berbagai masalah klasik akibat peningkatan jumlah penduduk kota yang cepat, makin dirasakan dampaknya. Mulai dari kemiskinan, pencemaran, pengangguran, hingga kriminalitas dan sebagainya", papar Firdaus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut diperburuk dengan problema lingkungan hidup kota sehingga pelestarian lingkungan makin berkurang dan perencanaan kota jadi tidak sesuai dengan kenyataan akibat pengaturan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) propinsi yang sering tidak sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buntut dari rangkaian masalah obesitas itu adalah terjadinya penurunan tingkat daya dukung kota terhadap kehidupan masyarakat kota Jakarta dewasa ini. Tidak mengherankan bila gejala gangguan kejiwaan pun menjadi semakin meningkat", kata Firdaus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil total jumlah pasien puskesmas se-Jakarta tahun 2007, warga Jakarta yang mengalami stres dan mendapat perawatan puskesmas mencapai sekitar 1,4 juta jiwa.&lt;br /&gt;Untuk sembuh dari obesitas, Jakarta harus melakukan diet, yaitu dengan menyebar pembangunan ke luar Kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencana Tata Ruang Kota Jakarta yang baru juga perlu mengadopsi kebijakan moratorium pembangunan kawasan komersial baru di Jakarta dan secara bertahap memindahkan kawasan komersial ke luar Jakarta", tutup Firdaus.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.wartakota.co.id/read/sudutkota/13450"&gt;Wartakota&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-7771653489946468577?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/7771653489946468577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=7771653489946468577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7771653489946468577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7771653489946468577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/10/jakarta-mengalami-obesitas.html' title='Jakarta Mengalami Obesitas'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1819232483757354684</id><published>2009-09-25T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T22:12:48.578-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>Busway Koridor IX-X Beroperasi Tahun 2010</title><content type='html'>Warga Jakarta yang memilih bus transjakarta sebagai sarana transportasi akan semakin dimanjakan dengan beroperasinya busway koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan Koridor X (Cililitan-Tanjung Priok) pada 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah kedua koridor itu sudah bisa dioperasikan pada 2010," ujar Prijanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prijanto optimistis target tersebut akan tercapai karena telah dilakukan persiapan untuk mengoperasikan dua koridor yang infrastruktur jalan dan haltenya telah rampung sejak tahun 2007. Bahkan, dalam APBD Perubahan 2009, Pemprov DKI telah menganggarkan Rp 75 miliar untuk persiapan melakukan lelang bagi pengadaan bus di koridor VIII, IX, dan X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bus yang dibutuhkan untuk koridor VIII, IX, dan X sebanyak 139 armada yang terdiri atas bus gandeng dan bus tunggal. Semua armada baru nanti akan dirakit oleh industri dalam negeri. Total biaya untuk pengadaan bus diprediksi lebih dari Rp 300 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1819232483757354684?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1819232483757354684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1819232483757354684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1819232483757354684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1819232483757354684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/09/busway-koridor-ix-x-beroperasi-tahun.html' title='Busway Koridor IX-X Beroperasi Tahun 2010'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3594204644588305984</id><published>2009-09-25T21:37:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T22:30:36.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Peta Jakarta (Map)</title><content type='html'>Mudah-mudahan dua buah peta Jakarta berikut ini dapat berguna bagi siapa saja yang memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sr2mCAi4A7I/AAAAAAAACKA/3UyDdFeZfx4/s1600-h/Jaringan+Jalan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sr2mCAi4A7I/AAAAAAAACKA/3UyDdFeZfx4/s400/Jaringan+Jalan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385643282841207730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Peta Jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sr2jH_pdlfI/AAAAAAAACJ4/13dU8quXZ3k/s1600-h/Peta+Jakarta+Warna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 356px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sr2jH_pdlfI/AAAAAAAACJ4/13dU8quXZ3k/s400/Peta+Jakarta+Warna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385640087144732146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Peta Wilayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Peta tersebut bukan milik/buatan Jakolab, kami memperolehnya dari internet beberapa waktu lalu, sayang kami lupa nama/alamat sumbernya, kepada siapapun pemilik peta tersebut kami mohon ijinnya untuk ditampilkan di blog ini. Terimakasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3594204644588305984?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3594204644588305984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3594204644588305984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3594204644588305984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3594204644588305984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/09/peta-jakarta-map.html' title='Peta Jakarta (Map)'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sr2mCAi4A7I/AAAAAAAACKA/3UyDdFeZfx4/s72-c/Jaringan+Jalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5461834046234505993</id><published>2009-09-18T22:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T16:14:25.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsep'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Properti'/><title type='text'>Jakarta's Future Mega Projects</title><content type='html'>In the future, capital of Indonesia, Jakarta will be megapolitan city and doesn't lose with other big cities in the world ! With some of the mega projects are built now, Jakarta can be forward like Tokyo, Beijing, London, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If the mega project in Jakarta running smoothly *******, i believe 100% Jakarta will be an amazing megapolitan city.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's go to see some of mega projects&lt;a style="color: rgb(255, 255, 0);" href="http://jodysmoove.blogspot.com/2009/09/mega-proyek-di-indonesia.html"&gt;&lt;/a&gt; in Jakarta...&lt;div dir="ltr" style="visibility: hidden;" id="clir"&gt;&lt;a class="morelink" href="http://translate.google.co.id/translate_s?hl=id&amp;amp;sl=id&amp;amp;tl=en&amp;amp;q=center&amp;amp;source=translation_link"&gt;telusuri&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Taman Ismail Marzuki (Ismail Marzuki Cultural Park)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/4/f_Rev2bresizem_7dbe5a7.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 394px; height: 277px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/4/f_Rev2bresizem_7dbe5a7.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The existing Taman Ismail Marzuki is an old place dedicated to the arts. The government and the Indonesian Architecture Institute of DKI Jakarta called for a design competition to revitalise and transform it into a vibrant public space and green reservoir for the city. Andra Matin’s team came up with the award-winning design.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/4/f_Rev2cresizem_17493bf.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 395px; height: 276px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/4/f_Rev2cresizem_17493bf.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/4/f_Rev2aresizem_5490961.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 400px; height: 255px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/4/f_Rev2aresizem_5490961.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div id="result_box" dir="ltr"&gt;This project began on March 2009 and scheduled finish on March 2010.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="ltr" style="visibility: hidden;" id="clir"&gt;&lt;a class="morelink" href="http://translate.google.co.id/translate_s?hl=id&amp;amp;sl=id&amp;amp;tl=en&amp;amp;q=center&amp;amp;source=translation_link"&gt;telusur&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;REGATTA The Icon, a Nautical Theme Superblock in Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_RegattaTheIm_da7d165.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 430px; height: 212px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_RegattaTheIm_da7d165.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Every country has iconic building : Eiffel Tower in Paris, Leaning Tower of Pissa in Italy, Pyramid in Egypt, and Statue of Liberty in US. What about Indonesia? The next icon of Indonesia will be REGATTA, a collaborative mega project between PT Dharmala Intiland and PT Global Ekabuana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Design by architect &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'WS Atkins'&lt;/span&gt; who also designed Burj Al Arab in Dubai, REGATTA The Icon comprises 10 apartment towers, hotels, Aqua Park and Service Apartment in a land of 11 hectare. With a view facing Java Sea, the exclusive residential REGATTA offers waterfront living concept.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Word “Regatta” comes from a type of ship used for racing, and it is transformed into the silhouette of sailing ships and a lighthouse.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_regattaTheIm_a67733d.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 370px; height: 277px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_regattaTheIm_a67733d.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_RegattaTheim_8f3b9d7.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 370px; height: 278px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_RegattaTheim_8f3b9d7.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Project Manager of BKMB, Aryadi Limansagita said that the construction will be finished in November 2009.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Redevelopment of Station Manggarai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_18066059598m_d8508c0.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 375px; height: 247px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_18066059598m_d8508c0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_18074565686m_c3b8d8c.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 375px; height: 251px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_18074565686m_c3b8d8c.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_1806605125cm_be9f44c.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 375px; height: 252px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_1806605125cm_be9f44c.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manggarai Commercial Center&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Take a look of this concept, it's been a while and looks interesting to discuss, project in 72 hectare&lt;b&gt; &lt;/b&gt;site to contain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manggarai Retail and Office Space Complex&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manggarai Integrated Terminal:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ol style="list-style-type: decimal;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Passenger Terminal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cargo Terminal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Warehouse&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Airlines check-in counter area&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bus interchange&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Elevated Railway Track&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Area 24&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_area24tu5m_656eadf.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 420px; height: 220px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_area24tu5m_656eadf.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Area 24 mixed-use complex is located adjacent to the intersection of business and commercial activity, along the peripheral line of central Jakarta (Pancoran district) and the commercial-residential district in south Jakarta (Kalibata district).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The complex consists of 558 residential units, 49,396 square meter of office space and 7,316 square meter of commercial activity on the ground level. Following the need to clearly define private and public domains, the two apartments buildings were shifted to the back, while the office tower acts as an outstanding landmark in front.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_024IndoAream_369ad46.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 345px; height: 400px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_024IndoAream_369ad46.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sahid Perdana Towers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_9093Page2m_d38dd1e.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 355px; height: 460px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_9093Page2m_d38dd1e.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Contributing to Jakarta’s efforts to meet the demands for high-end office space, the Sahid Perdana Towers, located in the Sahid City Superblock in the heart of the city’s central business district, consist of two main towers : a 50 storey five star hotel and a 45 storey office building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At ground level the twin towers flank a graceful globe like exhibition hall and performing arts center, the same shape is mirrored by the ‘spa in the sky’ that connects the two towers higher up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_9093Page1m_660786e.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 430px; height: 230px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_9093Page1m_660786e.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;The client sought a building that illustrated both modern design and Javanese culture, an aim the architects achieved through the towers’ shape and envelope. The Sahid Perdana Towers’ sleek elliptical shape has a distinctly modern aesthetic while also reflecting a Javanese symbol, the twin lotus. The towers are rotated in such a way to preserve views from both buildings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jakarta Financial Tower&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_7881Page2m_837cced.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 390px; height: 450px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_7881Page2m_837cced.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Elevating the building on a podium platform amplifies the building’s presence while opening up ground-level spaces for public services, such as shops, cafes, a gallery, a bank and meeting rooms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The podium itself also integrates green concepts landscaping covers the podium roof as it slopes upward from the ground level, balancing modern technology with environmental concerns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AmFsb_NNmEE/SrNlJdqXSJI/AAAAAAAAAZU/MR639tw0DQQ/s1600-h/f_7881Page4m_b938370.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AmFsb_NNmEE/SrNlJdqXSJI/AAAAAAAAAZU/MR639tw0DQQ/s400/f_7881Page4m_b938370.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382757192893417618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;State of the art technology has been installed in the top floor, which is dedicated to trading services. Meanwhile the ground floor has a drop-off courtyard, connecting the tower to the adjacent vibrant city walk and waterfront promenade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Indonesia Movieland - The Hollywood of Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_IMG0001m_d104998.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 459px; height: 246px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_IMG0001m_d104998.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Indonesia Movieland is PT Jababeka’s vision of the future for Indonesia’s TV broadcast and film industry. Capitalising on PT Jababeka’s corporate legacy of being a pioneer in the industrial sector since 1989, we seek to contribute to the establishment and development of Indonesia creative industry sector. Our focus is on the TV broadcast and film industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Movieland is envisioned to be “the 1st one stop TV broadcast and film industry centre in Indonesia”. Accommodated in 36 ha of land in Kota Jababeka, it will provide the facilities and resources needed to bring Indonesia’s TV broadcast and film industry to greater height.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.picoodle.com/view.php?img=/3/1/5/f_IMG0003m_742cd6d.jpg&amp;amp;srv=img32" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 390px; height: 377px;" src="http://img32.picoodle.com/img/img32/3/1/5/f_IMG0003m_742cd6d.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INDONESIA MOVIELAND COMPLEX&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Various studio facilities of different sizes, suited to the making of TV commercials, films and live broadcast programs.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Flexible working spaces to accommodated both pre-production and post-production works of the industry, start up companies or established ones equally.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Uniquely designed cultural center that will be one of the landmark of Indonesia’s creative industry facility.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; In cooperation with President University, the President Film Academy will train the next generation of Indonesia’s TV broadcast and film professionals.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; A wide variety of accommodations to take care the needs of everybody from film crews to high level producers and talents.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Classy and comfortable cafes and entertainment spaces that opens 24hours to suit the different working style and lifestyle of the creative industry people.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Complete commercial facilities to ensure that both residents and guests will be able to find their needs and wants within the area.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Residences starting from high rise apartment blocks to stylish landed villa house, that offers glamour, convenience, safety and affordability.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Integrated internet connection with high speed connectivity throughout the are.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Actually, there are lots of mega-project in Jakarta, this is only part of it. Hopefully our beloved capital city of Jakarta can be forward like other big cities in the world.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;| i &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Love&lt;/span&gt; Jakarta |&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Information get from &lt;a style="color: rgb(255, 255, 0);" href="http://www.skyscrapercity.com/"&gt;Skycrapercity&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;created by : &lt;a style="color: rgb(255, 255, 0);" href="http://jodysmoove.blogspot.com/"&gt;Fact and Miracle&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Originaly copied from: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://jodysmoove.blogspot.com/2009/09/jakarta-mega-project.html"&gt;http://jodysmoove.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5461834046234505993?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5461834046234505993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5461834046234505993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5461834046234505993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5461834046234505993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/09/jakartas-future-mega-projects.html' title='Jakarta&apos;s Future Mega Projects'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AmFsb_NNmEE/SrNlJdqXSJI/AAAAAAAAAZU/MR639tw0DQQ/s72-c/f_7881Page4m_b938370.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3681429935979917906</id><published>2009-09-12T17:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T18:02:59.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Kota Septic Tank Terpanjang, Warga DKI Tinggal di Atas Tinja</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Jakarta,&lt;/strong&gt;   Jakarta masih menyandang gelar kota&lt;em&gt; septic tank&lt;/em&gt; terpanjang. Masalah &lt;em&gt;septic tank&lt;/em&gt; dan polusi air tanah belum juga terpecahkan. &lt;em&gt;Septic tank&lt;/em&gt; kini menjadi salah satu pemicu polusi lingkungan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar lingkungan Dr Ir Firdhaus Ali Msc mengatakan Jakarta adalah kota yang memiliki &lt;em&gt;septic tank&lt;/em&gt; terpanjang di dunia. Jadi jangan heran kalau banyak penyakit yang muncul di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tinggal di atas tinja," kata Firdhaus dalam acara diskusi 'Polusi Jakarta Ancaman Serius Terhadap Kesehatan' di Menara Cakrawala Lt.19 JAC Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2009). Lebih dari satu juta &lt;em&gt;septic tan&lt;/em&gt;k ada di kota Jakarta dan sekitar 60% rumah di Jakarta memiliki sumur yang jaraknya kurang dari 10 meter dari &lt;em&gt;septic tank.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kata Firdhaus pemerintah mencontoh negara lain seperti Singapura yang mengumpulkan tinja dalam satu waduk lalu limbah diolah lagi dan menjadi air bersih yang bisa dipakai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan heran kalau 70 persen air tanah di Jakarta terkontaminasi tinja atau bakteri seperti E coli. Ancaman penyakit pun bakal terus ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini air yang digunakan di kota Jakarta berasal dari air tanah. Padahal seharusnya air tanah itu tidak boleh dieksploitasi, karena air tanah itu akan menentukan ketinggian permukaan daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber persediaan air tanah di Jakarta adalah air yang berasal dari 25 juta tahun lalu yang seharusnya tidak boleh digunakan. Karena semakin banyak air tanah yang dieksploitasi permukaan tanah menurun, yang membuat permukaan air laut naik dan kota bisa tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firdhaus mengatakan kota Jakarta sudah menjadi kota dengan tata ruang terhancur di banding beberapa kota lain di dunia. Dengan jumlah penduduk 12,5 juta, Jakarta adalah satu-satunya kota dengan tata ruang terburuk di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah ekologi di Jakarta saat ini adalah masalah penyediaan air minum bersih, penanganan banjir, limbah cair dan padat, transportasi dan polusi air tanah. Sebesar 90% polusi di Jakarta disebabkan oleh kemacetan yang menyebabkan kerugian waktu, bahan bakar, kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara untuk membuat Jakarta lebih ramah lingkungan adalah membongkar kota Jakarta dan memindahkan jalanan &lt;em&gt;highway&lt;/em&gt; ke bawah tanah. Tapi hal ini sering bertabrakan dengan tujuan pembangunan kota Jakarta yaitu mendapat pendapatan setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kota kita dikendalikan oleh &lt;em&gt;market &lt;/em&gt;dan tunduk dengan proyek yang bisa meningkatkan &lt;em&gt;income&lt;/em&gt; bukan dikendalikan oleh tujuan untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Firdhaus prihatin.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;[detikHealth]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3681429935979917906?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3681429935979917906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3681429935979917906' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3681429935979917906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3681429935979917906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/09/kota-septic-tank-terpanjang-warga-dki.html' title='Kota Septic Tank Terpanjang, Warga DKI Tinggal di Atas Tinja'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2979369796838062056</id><published>2009-08-25T05:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T05:55:39.465-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Jakarta Jadi Kota Mal Terbesar Di Dunia</title><content type='html'>Pembangunan fisik di &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; tidak selalu mendapat tanggapan positif. Pembangunan yang tidak sesuai dengan tata ruang, justru dituding sebagai salah satu penyebab dari kesemrawutan kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan muncul dari pengamat tata ruang kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna. "Jakarta telah menjadi kota mal terbesar di dunia," kata Yayat di Jakarta, Senin 24 Agustus 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, saat ini terdapat lebih dari 130 mal berdiri di Jakarta. "Jika ditambah dengan di lingkungan Bodetabek maka berjumlah 173 mal," ungkap dia. Mal atau pusat perbelanjaan itu tersebar di lima wilayah di Jakarta dengan luasan antara 20.000 meter persegi hingga 120.000 meter persegi. Yaitu di kawasan Mangga Dua, Bundaran HI, Blok M, Kelapa Gading, dan Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya puluhan mal itu, terang dia, berdampak pada mobilitas warga. "Hanya berputar di rumah, tempat kerja dan mal," kata dia. Selain itu, untuk keperluan harmonisasi sosial dan relaksasi, masyarakat Jakarta harus berhadapan dengan watak komersial dari sebuah kota metropolitan. "Jakarta hanya dinikmati masyarakat kelas menengah ke atas," terang Yayat. Sedangkan masyarakat kelas bawah, lanjut dia, hampir mustahil untuk menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, Yayat memaparkan, Jakarta  bukan lagi menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Berdasarkan survei Pricewaterhouse Cooper (PwC), pasar property di Jakarta, dikuasai para spekulan dan didominasi oleh ruang-ruang komersial untuk perbelanjaan dan perkantoran. Nilai ekonomi per-ha2 di wilayah Jakarta Pusat, Yayat mencontohkan, mampu memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar sekitar 4 milyar per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penduduk lebih cenderung untuk tinggal di wilayah pinggiran, sedangkan wilayah pusat untuk mencari penghasilan (bekerja)," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayat juga mengatakan, hadirnya mal tersebut, dalam konteks ruang kota, telah menimbulkan benturan antara berbagai kelompok masyarakat yang berujung adanya gejala invasi dan penetrasi. "Hal ini menimbulkan persaingan,"ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, tutur dia, kawasan komersial yang ada terus melebar dan menggusur permukiman serta ruang terbuka hijau. Misalnya di Kawasan Kemang dan Tebet saat ini telah berubah menjadi kawasan yang ramai dengan kegiatan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi dari merebaknya komersial adalah semakin berkurangnya ruang publik dan hampir tidak ditemukannya lagi taman-taman yang dapat digunakan untuk menciptakan harmonisasi sosial dan relaksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari persoalan di atas, papar Yayat, diperlukan redistribusi peran dan fungsi kota Jakarta ke daerah sekitarnya. Juga diperlukan pengembangan pola kerjasama antar daerah yang lebih konkrit. "Tidak ada metropolitan jika tidak ada kerjasama antar daerah," jelasnya. Selain itu Jakarta jangan terlalu diberatkan dengan beban kepentingan yang melebihi daya dukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pemerintah provinsi DKI diminta untuk melakukan audit atas kesesuaian antara izin yang diberikan dengan dengan pembangunan gedung yang ada serta menginformasikannya secara transparan. "Diperlukan pengedalian yang ketat terkait perizinan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a href="http://metro.vivanews.com/news/read/85047-jakarta_kota_mal_terbesar_di_dunia"&gt;VIVAnews&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2979369796838062056?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2979369796838062056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2979369796838062056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2979369796838062056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2979369796838062056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/08/jakarta-jadi-kota-mal-terbesar-di-dunia.html' title='Jakarta Jadi Kota Mal Terbesar Di Dunia'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1330045681370341125</id><published>2009-08-01T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T01:06:11.715-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monumen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Monumen Nasional</title><content type='html'>Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnP2qQkpbbI/AAAAAAAABtE/QqEuD36y99s/s1600-h/Monas_by_day.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnP2qQkpbbI/AAAAAAAABtE/QqEuD36y99s/s320/Monas_by_day.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364902786992008626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: Wikipedia Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1330045681370341125?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1330045681370341125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1330045681370341125' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1330045681370341125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1330045681370341125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/08/monumen-nasional.html' title='Monumen Nasional'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnP2qQkpbbI/AAAAAAAABtE/QqEuD36y99s/s72-c/Monas_by_day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-897530577830602309</id><published>2009-07-31T21:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T21:30:39.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemang'/><title type='text'>Festival palang pintu dan Budaya Betawi 1 dan 2 Agustus 2009</title><content type='html'>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar "Festival palang pintu dan Budaya Betawi" di sepanjang Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, selama dua hari, yaitu mulai Sabtu (1/8/2009) hingga Minggu (2/8/2009). Untuk itu ruas jalan sepanjang Kemang Raya ditutup kurang lebih selama dua hari, yaitu mulai Jum'at pukul 23.30 WIB hingga Minggu besok pukul 23.00 WIB. Angkutan umum pun tidak beroperasi selama penutupan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ditlantas Polda Metropolitan Jakarta Raya, penutupan tersebut dimulai dari Pizza Hut Kemang Raya hingga Alfa Mart Kemang Raya. Sementara pengguna jalan yang biasa melalui ruas jalan tersebut, dialihkan ke berbagai jalan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna jalan dari arah Jalan Bangka menuju Jalan Ampera Raya, Bangka Raya-McDonald Kemang, Kemang Utara Raya, Kemang Timur, Ampera Raya, dialihkan melalui jalur Bangka Raya, Kemang raya, depan New Zeland School, Kemang Selatan 1, Kemang Selatan 11, dan Kemang Selatan Raya. Sementara pengguna jalan dari arah Jalan Benda mengarah ke Jalan Bangka Raya bisa melalui Jalan Kemang Selatan Raya, Kemang Timur Raya, Kemang Utara Raya, Bangka XI, dan Bangka Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam festival tersebut akan digelar pameran dan produk-produk khas Betawi. Para pedagang makanan khas Betawi ikut meramaikan festival.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-897530577830602309?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/897530577830602309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=897530577830602309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/897530577830602309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/897530577830602309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/festival-palang-pintu-dan-budaya-betawi.html' title='Festival palang pintu dan Budaya Betawi 1 dan 2 Agustus 2009'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2634226364401278205</id><published>2009-07-30T19:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T19:58:48.759-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><title type='text'>DKI Tambah 2.000 Meter Persegi Hutan Mangrove</title><content type='html'>Badan Pengelolaan Hidup Daerah (BPLHD) DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; menambah 2.000 meter persegi hutan bakau (mangrove) di wilayah barat Pantai Utara Jakarta, yakni di kawasan Restorasi Ekologis Hutan Lindung Angke, Kapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala BPLHD DKI Peni Susanti menyatakan, penanaman tersebut untuk memenuhi target program Sabuk Hijau, yakni penanaman mangrove seluas 334,7 hektare di kawasan Pantai Utara Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang sisanya tinggal 40 hektare lagi yang belum ditanami. Rencananya pada 2 Agustus mendatang akan dilakukan penanaman lagi," ujar Peni di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, pihak BPLHD bekerjasama dengan instansi terkait telah berhasil menanam mangrove di kawasan seluas 294,7 hektare, dan penanaman mangrove sisanya disebut Peni akan juga melibatkan berbagai stakeholders mulai dari masyarakat nelayan, lembaga pendidikan, pemerintah pusat dan daerah hingga lembaga swadaya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabuk hijau seluas 334,7 hektare tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain kawasan Hutan Lindung Angke 44,76 hektare, Taman Wisata Alam Angke 99,82 hektare, Kebun Bibit Angke 10,51 hektare, Suaka Marga Satwa Muara Angke 25,02 hektare, kawasan Transmisi PLN 23,7 hektare, kawasan Cengkareng Drain 28,39 hektare, Jalan Tol Sedyatmo dan Jalur Hijau 95,50 hektare, serta Ecomarine Taurism Muara Angke 7 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan tersebut akan dikoordinasikan antara Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI dengan PT Kapuk Naga Indah (KNI) selaku pengelola dan pelaksana Restorasi Ekologis Hutan Lindung Angke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Rencananya di kawasan (Hutan Lindung Angke) ini akan ditanami 2.000 pohon mangrove," ujar Peni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara penanaman pada Agustus akan dihadiri beberapa menteri, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Luar Negeri, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Kehutanan dan juga dihadiri 65 Duta Besar negara sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan memberikan sertifikat kepada tujuh pengelola hutan mangrove di sub kawasan barat Pantai Utara Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Antara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2634226364401278205?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2634226364401278205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2634226364401278205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2634226364401278205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2634226364401278205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/dki-tambah-2000-meter-persegi-hutan.html' title='DKI Tambah 2.000 Meter Persegi Hutan Mangrove'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-6283369144926792399</id><published>2009-07-30T02:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T02:35:49.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KRL-MRT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>11 Tips Naik Kereta Api Jabotabek</title><content type='html'>&lt;strong&gt;NAIK &lt;/strong&gt;kereta api Jabotabek (&lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, Bogor, Tangerang, Bekasi) laksana masuk hutan belantara, apalagi jika Anda orang baru. Petunjuk serba tidak jelas mulai dari gerbang stasiun, peron, hingga di dalam kereta api. Bagaimana caranya agar Anda tidak bingung atau malah tersesat karena naik kereta yang salah atau turun di stasiun yang salah?  Simak tips berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Stasiun &lt;/strong&gt;umumnya minim petunjuk arah. Jika Anda merasa kehilangan orientasi karena Anda orang baru, pastikan dulu orintasi Anda. Sekarang ini di setiap stasiun banyak petugas. Tanyakan pada mereka, misalnya, di mana letak loket untuk membeli tiket, toilet, atau posisi peron menuju ke stasiun tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Jika &lt;/strong&gt;Anda berencana jadi pengguna tetap jasa kereta api, di stasiun biasanya ada jadwal. Catatlah jadwal itu. Namun pastikan bahwa itu merupakan jadwal terbaru yang berlaku. Sebab seringkali jadwal yang tertera di kaca atau papan pengumuman stasiun berbeda dengan praktek yang sedang berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Kereta &lt;/strong&gt;sering tidak tepat waktu tetapi tidak pernah mendahului jadwal. Jika Anda tahu jadwal keberangkatan, datanglah beberapa menit sebelum jadwal keberangkatan. Kalau kereta terlambat, itu sudah menjadi nasib Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Belilah &lt;/strong&gt;tiket. Di dalam kereta, terutama kereta ekspres dan ekonomi AC, selalu ada pemeriksaan tiket. Jika tidak punya tiket Anda diharuskan bayar denda yang nilainya berlipat dan Anda akan dipeloti orang satu gerbong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Ada &lt;/strong&gt;tiga jenis kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi di Jabotabek yaitu kereta ekspres, ekonomi AC, dan ekonomi non-AC. Pastikan jenis kereta yang Anda dipilih sesuai dengan yang tertera di tiket dan jangan salah naik kereta. Salah naik kereta Anda akan tetap didenda, kecuali jika Anda beli tiket kereta ekspres lalu  Anda naik kereta ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Jika&lt;/strong&gt; lupa beli tiket atau terpaksa tidak beli karena Anda tidak sempat, saat membayar denda atau tiket suplisi mintalah bukti pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Tiket&lt;/strong&gt; jangan dibuang ketika masih di atas kereta karena saat keluar dari stasiun tiket akan diperiksa petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Di &lt;/strong&gt;dalam kereta tidak ada pentujuk tentang stasiun-stasiun yang akan dilewati. Jika Anda belum mengenal stasiun tujuan, bertanyalah kepada orang di kiri-kanan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Kereta,&lt;/strong&gt; terutama kereta ekonomi non-AC, rawan copet. Jika membawa tas atau barang berharga, pastikan itu selalu dalam pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Di&lt;/strong&gt; sejumlah stasiun yang padat penumpang seperti di Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, dan Kota, calon penumpang biasanya berebut masuk, apalagi kalau tampak banyak kursi kosong. Aksi berebut sering makan korban. Calon penumpang jatuh atau terjungkal bahkan sampai ada yang patah kaki dan tangan. Pastikan Anda tidak berada dipusaran orang-orang yang berebut. Berdirilah agak menjauh dari pintu kereta ketika melihat gelagat orang akan berebut masuk.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;11. Pada&lt;/strong&gt; jam-jam padat penumpang, agar mendapat tempat duduk, sejumlah orang naik kereta yang berlawan dengan arah tujuan. Misalnya, penumpang kereta api tujuan Bogor di Stasiun Sudirman akan naik kereta itu di Sudirman saat kereta masih menuju ke Tanah Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-6283369144926792399?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/6283369144926792399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=6283369144926792399' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6283369144926792399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6283369144926792399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/11-tips-naik-kereta-api-jabotabek.html' title='11 Tips Naik Kereta Api Jabotabek'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5251808481537807623</id><published>2009-07-29T01:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:56:19.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Nama dan Ejaan lain Jakarta</title><content type='html'>Ternyata Kota &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; memiliki banyak sebutan atau ejaan, berikut adalah beberapa di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Batavia&lt;/b&gt; (nama kolonial Belanda),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Betawi&lt;/b&gt; (ejaan lain Melayu, Indonesia),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sunda Kelapa&lt;/b&gt; (nama asli),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cakarta&lt;/b&gt; (Turki),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Djakarta&lt;/b&gt; (ejaan lama Indonesia, Perancis, Jerman, Romania),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dzhakarta&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;Джакарта&lt;/i&gt; (Rusia),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Džakarta&lt;/b&gt; (Serbia, Kroasia),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dżakarta&lt;/b&gt; (Polandia),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dzsakarta&lt;/b&gt; (Hungaria),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Giacarta&lt;/b&gt; (Italia),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Iacárta&lt;/b&gt; (Irlandia),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jacarta&lt;/b&gt; (Portugis),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jakaruta&lt;/b&gt; - &lt;b&gt;ジャカルタ&lt;/b&gt; (Jepang),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jagatara&lt;/b&gt; - &lt;b&gt;ジャガタラ&lt;/b&gt; (Jepang [arkais]),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Τζακάρτα&lt;/b&gt; (Yunani),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;ჯაკარტა&lt;/b&gt;(Georgia),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Yakarta&lt;/b&gt; (Spanyol),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Yǎ Jìa Dá&lt;/b&gt; (baca: Yǎcìatá) - &lt;i&gt;雅加达&lt;/i&gt; (Tionghoa)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5251808481537807623?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5251808481537807623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5251808481537807623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5251808481537807623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5251808481537807623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/nama-dan-ejaan-lain-jakarta.html' title='Nama dan Ejaan lain Jakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5881423336773189451</id><published>2009-07-29T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:06:15.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><title type='text'>Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnAAAjjbUjI/AAAAAAAABr0/e8ASlXsY6N8/s1600-h/Lbgjakarta.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnAAAjjbUjI/AAAAAAAABr0/e8ASlXsY6N8/s320/Lbgjakarta.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363787165742092850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta (also DKI Jakarta) is the capital and largest city of Indonesia. It also has a greater population than any other city in Southeast Asia. It was formerly known as Sunda Kelapa (397–1527), Jayakarta (1527–1619), Batavia (1619–1942), and Djakarta (1942–1972). Located on the northwest coast of Java, it has an area of 661.52 square kilometres (255.41 sq mi) and a population of 8,489,910. Jakarta is the country's economic, cultural and political center. Jakarta is the twelfth-largest city in the world; the metropolitan area, called Jabodetabek, is the sixth-largest in the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnAAgqquDTI/AAAAAAAABr8/m2siDlWlI6U/s1600-h/Jakarta_Pictures.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 317px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnAAgqquDTI/AAAAAAAABr8/m2siDlWlI6U/s320/Jakarta_Pictures.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363787717407542578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;First established in the fourth century, the city became an important trading port for the Kingdom of Sunda. As Batavia, it grew greatly as the capital of the colonial Dutch East Indies. Renamed Jakarta in 1942 during Japan's occupation of the Java, it was made the capital city of Indonesia when the country became independent after World War II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Major landmarks in Jakarta include Indonesia Stock Exchange, the Bank of Indonesia, and the National Monument (Tugu Monas). The city is the seat of the ASEAN Secretariat. Jakarta is served by the Soekarno-Hatta International Airport, Halim Perdanakusuma International Airport, and Tanjung Priok harbour; it is connected by several intercity and commuter railways, and served by several bus lines running on reserved busways.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnACcHWwGJI/AAAAAAAABsE/KaeZ5Grzgbo/s1600-h/Locator_jakarta_final.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnACcHWwGJI/AAAAAAAABsE/KaeZ5Grzgbo/s320/Locator_jakarta_final.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363789838232328338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5881423336773189451?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5881423336773189451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5881423336773189451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5881423336773189451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5881423336773189451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html' title='Jakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SnAAAjjbUjI/AAAAAAAABr0/e8ASlXsY6N8/s72-c/Lbgjakarta.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3318007209727899841</id><published>2009-07-27T09:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:08:07.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Properti'/><title type='text'>Harga Rumah Dinas Wagub DKI Rp 28 Miliar, "Masih Murah!" Kata Prijanto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sm3U7lbW5fI/AAAAAAAABrE/SdP7Uwes5Nw/s1600-h/wagubdalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sm3U7lbW5fI/AAAAAAAABrE/SdP7Uwes5Nw/s320/wagubdalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363176851392357874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemprov DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; mengusulkan anggaran pengadaan rumah dinas bagi wakil gubernur senilai Rp 28 miliar. Nilai sebesar itu ternyata masih dianggap murah "Mumpung ada yang jual, harga tersebut masih murah dan semua rencana penganggarannya clean and clear,” ungkap Wagub DKI Jakarta Prijanto di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (27/72009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan harga yang murah itu bila merujuk pada lokasi di mana rumah tersebut berada, yakni di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Pemilihan lokasi di kawasan tempat tinggal Megawati Soekarnoputri itu dengan pertimbangan dekat dengan rumah dinas gubernur DKI Jakarta sehingga bisa kian memperkuat koordinasi kerja dua pejabat. "Nilai aset bangunan dan lahan di sana terus naik dari tahun ke tahun. Jadi ini sekaligus sebuah langkah investasi," jelas Prijanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPRD DKI Jakarta Triwisaksana yang dihubungi secara terpisah menilai usulan pengadaan rumah dinas senilai Rp 28 miliar masih dalam batas wajar. Sebab konsep penganggarannya masih sesuai dengan  nilai jual tanah dan bangunan di pasaran serta kebutuhan untuk renovasi. "Usulan anggarannya masih dalam batas wajar,” ujar anggota FPKS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Pengamat Administrasi Publik dan   Keuangan Daerah Universitas Indonesia, Irvan Ridwan Maksum memiliki pendapat berbeda. Irvan mengatakan, keberadaan pos pengadaan barang baru secara normatif tak  ada yang melarang untuk dimasukkan dalam rancangan anggaran pembelanjaan belanja daerah perubahan. Namun "Secara logis, seharusnya besaran pengadaan fasilitas baru sebesar (tidak lebih dari) 25 persen dari total APBD," kata Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Irvan, hal ini menunjukkan adaya ketidakefisienan serta indikasi&lt;br /&gt;menghabiskan anggaran hingga akhir tahun. Sebab, ia melihat selama ini&lt;br /&gt;anggaran DKI berdaya serap lemah dan sebagian besar belum dialokasikan untuk sektor layanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengawasan dari dewan legislatif pun terkesan lemah karena terpola&lt;br /&gt;take and give atau hanya saling menguntungkan kedua belah pihak&lt;br /&gt;semata. Niatnya pun belum melayani masyarakat sepenuhnya," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan mendesak agar ada sinergi antara Departemen dalam Negeri, Badan&lt;br /&gt;Pemeriksa Keuangan, dan Departemen Keuangan untuk mengevaluasi pembuatan draft anggaran. Kesalahan peraturan di tingkat makro pun yang tak bisa diterapkan ke bawah disinyalir menjadi penyebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum ada aturan main yang proporsional, sehingga anggaran berbasis pembangunan cenderung diabaikan,” ujar Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam anggaran DKI Jakarta acapkali terjadi pemborosan penggunaan anggaran hingga mencapai 70 persen,” ujar Pengamat Administrasi Publik dan Keuangan Daerah Universitas Indonesia, Irvan Ridwan Maksum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Detik.Com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3318007209727899841?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3318007209727899841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3318007209727899841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3318007209727899841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3318007209727899841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/harga-rumah-dinas-wagub-dki-rp-28.html' title='Harga Rumah Dinas Wagub DKI Rp 28 Miliar, &quot;Masih Murah!&quot; Kata Prijanto'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sm3U7lbW5fI/AAAAAAAABrE/SdP7Uwes5Nw/s72-c/wagubdalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1627265447072599105</id><published>2009-07-26T16:39:00.001-07:00</published><updated>2009-07-29T01:08:45.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><title type='text'>Tahun 2010, Bayi Baru Lahir Langsung Punya KTP</title><content type='html'>Pemerintah provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; akan mulai menerapkan kartu identitas tunggal (single identity number) pengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada 2010. Bahkan, bayi yang baru lahir langsung akan mendapatkan nomor kewarganegaraan. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengungkapkan Departemen Dalam Negeri sudah beberapa kali menggelar pertemuan untuk melakukan uji coba penerapan SIN. Uji coba sudah dijalankan di empat kota besar, yakni Jakarta, Denpasar, Padang, dan Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sistem itu berlaku, maka tidak hanya warga Indonesia berusia 17 tahun yang mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tetapi, setiap WNI yang baru lahir di Indonesia, otomatis akan mendapatkan nomor tertentu kewarganegaraan. "Nomor itu akan melekat pada dirinya selama hayat dikandung badan. Akan berakhir setelah dia meninggal," kata Foke di Mall Bellagio, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2009. Jadi, kata dia, nomor penduduk itu melekat di akte kelahiran sehingga otomatis akan digunakan saat masuk SD, SMP, SMA, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dengan SIN, tidak mungkin lagi ada KTP ganda di Indonesia karena nomor cuma satu untuk tiap individu. KPU juga tidak perlu ribut lagi menyusun daftar pemilih tetap (DPT) karena itu sudah merupakan bukti valid dan keabsahan seseorang sebagai warga negara untuk memilih. "Tinggal kesiapan teknis umur dan lain sebagainya yang memungkinkan dipilih atau memilih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, menurut Foke, ini akan mensinkronkan dengan nomor pokok wajib pajak dan sosial security number untuk asuransi kesehatan. Buat yang miskin kita tidak perlu lagi bikin daftar warga miskin untuk raskin, pengobatan gratis, subsidi, dan pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumbe:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="text_closed"&gt; VIVAnews &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1627265447072599105?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1627265447072599105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1627265447072599105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1627265447072599105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1627265447072599105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/tahun-2010-bayi-baru-lahir-langsung.html' title='Tahun 2010, Bayi Baru Lahir Langsung Punya KTP'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-4781458975872356828</id><published>2009-07-25T16:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:09:15.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Raga'/><title type='text'>DKI Gelar Enjoy Anniversary Basketball Tournament 2009</title><content type='html'>Untuk menemukan tim terbaik jelang PON XII di Riau mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; melakukan persiapan dengan menggelar Enjoy Anniversary Basketball Tournament 2009 di Sport Mall, Kelapagading, Jakarta Utara. Turnamen yang dibuka langsung Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo diikuti enam tim dari dalam dan luar negeri. Bukan kemenangan yang dikejar tim DKI dalam turnamen ini, pengalaman bermain dengan tekanan tinggi menjadi tujuan agar tim basket DKI bisa mendulang emas dalam PON mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan Enjoy Anniversary Basketball Tournament 2009 yang digelar di Gedung Basket Britama Arena Sport Mall Kelapagading, Sabtu (25/7) sore, berlangsung seru dan meriah. Kehadiran enam tim basket yaitu pelatda PON DKI, Jakarta Selection, Jakarta College, tim dari Bangkok, Tokyo, dan Seoul. Sebagai pembuka acara Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melalui perwakilan tim dari luar negeri melemparkan empat buah bola kepada penonton. Diharapkan turnamen basket ini bisa mempererat persahabatan antar negara dan bukti Indonesia negara yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertandingan pembuka, berhadapan antara Pelatda PON DKI Jakarta melawan tim dari Tokyo. Melihat tim Jakarta berlaga, ribuan penonton dari berbagai usia bersorak memberi semangat kepada tim kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan, turnamen basket ini merupakan acara ke-6 yang digelar setiap tahun. Turnamen ini juga untuk memperingati HUT ke-482 kota Jakarta dan HUT ke-64 proklamasi kemerdekaan RI. “Kompetisi yang diikuti tim dari luar negeri ini, membuktikan bahwa paska ledakan bom di Kuningan, Jakarta tetap kondusif,” ujar Saefullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapakan tiga tim dari Jakarta ini, ujar Saefullah, pada akhirnya nanti akan membentuk tim PON DKI pada 2012 nanti. Sebab, katanya, agar sukses mendulang emas dalam cabang bola basket, pemprov akan bekerja sama dengan Perbasi Jakarta. “Kita akan mengulang tradisi tahun lalu meraih medali emas dan ini perlu dipersiapkan sedini mungkin,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan diadakan turnamen basket ini, Saefullah menambahkan, untuk meningkatkan persahabatan diantara sister city dan negara tetangga. “Kita juga akan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi pemain muda. Kami juga ingin menunjukkan bahwa Jakarta adalah kota yang aman, kodusif, dan layak dikunjungi,” paparnya. Event tahunan Enjoy Jakarta Anniversary Basketball Tournament 2009 ini, digelar mulai 25-31 Juli mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: BeritaJakarta.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-4781458975872356828?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/4781458975872356828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=4781458975872356828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4781458975872356828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4781458975872356828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/dki-gelar-enjoy-anniversary-basketball.html' title='DKI Gelar Enjoy Anniversary Basketball Tournament 2009'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-6848091290033976353</id><published>2009-07-24T16:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:09:31.745-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><title type='text'>Kepulauan Seribu Tenggelam</title><content type='html'>Studi dari Institut Teknologi Bandung menyebutkan, pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu, &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, bakal tenggelam. Ancaman itu utamanya disebabkan oleh pemanasan global. Dikutip dari &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/tata_kota/2009/07/24/brk,20090724-188915,id.html"&gt;Tempointeraktif.Com&lt;/a&gt; "Kenaikan muka laut di sana itu 15 milimeter per tahun," kata Penanggung Jawab Tim Riset Noorsalam Rahman Nganro di Bandung, Jumat (24/7) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset itu dilakukan mulai 2008 dengan studi kasus wilayahn Kepulauan Seribu, Jakarta. Sedikitnya ada 16 pulau berpenghuni dan kosong yang diteliti. Menurut Noorsalam, pulau-pulau kecil di sana dengan ketinggian 3-4 meter dari permukaan laut sekarang bakal lenyap pada 2050.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, naiknya suhu laut akibat El Nino, mengancam kerusakan terumbu karang. Akibatnya, perkembang biakan ikan di tempat itu bakal terganggu. "Ibaratnya kalau sekarang kita kaya ikan tuna, nanti bisa jadi tuna ikan," katanya. Dari Kepulauan Seribu, riset rencananya akan berlanjut ke wilayah timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: Tempointeraktif.Com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-6848091290033976353?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/6848091290033976353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=6848091290033976353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6848091290033976353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6848091290033976353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/kepulauan-seribu-tenggelam.html' title='Kepulauan Seribu Tenggelam'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2647244250777499254</id><published>2009-07-24T16:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:09:53.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Museum Bank Indonesia Dibuka Untuk Umum, Gratis!</title><content type='html'>Presiden Susilo Bambang  Yodhoyono meresmikan Museum Bank Indonesia (MBI) di kawasan Kota, Jakarta Barat, Selasa 21 Juli 2008. Museum Bank Indonesia (MBI) adalah museum nasional yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara, Jakarta dan menempati area Gedung Bank Indonesia Kota (depan stasiun Beos Kota).Museum ini sebenarnya sudah mulai dibuka pada 15 Desember 2006, diresmikan oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat peresmian kemarin, Presiden meminta Pemerintah Provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; terus mendukung dan mengembangkan potensi ekonomi dan wisata dari sejumlah museum yang ada di Ibu Kota. Sebagaimana dikutip oleh &lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/21/17423559/presiden.dki.harus.dukung.pengembangan.museum"&gt;Kompas&lt;/a&gt; "Saya meminta Gubernur DKI terus memfasilitasi keberadaan museum dan cagar budaya. Berikan dukungan. Ada begitu banyak museum di sini, Museum Fatahilah, Museum Keramik dan lainnya,". Ia juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan dukungan bagi pengembangan museum di Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2647244250777499254?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2647244250777499254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2647244250777499254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2647244250777499254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2647244250777499254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/museum-bank-indonesia-dibuka-untuk-umum.html' title='Museum Bank Indonesia Dibuka Untuk Umum, Gratis!'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1522386240590373635</id><published>2009-07-24T16:22:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:11:03.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Festival Pesisir Digelar 26 Juli 2009</title><content type='html'>Untuk memperkenalkan sejumlah objek wisata yang ada di &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara (Pemkot Jakut) akan menyelenggarakan Festival Pesisir yang dipusatkan di Bahtera Jaya Ancol, Tanjungpriok. Acara tersebut akan diramaikan dengan pagelaran kesenian kolaborasi berbagai etnis. Selain itu juga digelar bazar, pameran, lomba membuat makanan khas laut, dan lomba melukis, serta hiburan musik. Sejauh ini persiapan Festival Pesisir terus dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur menuju lokasi-lokasi wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, mengatakan kepada &lt;a href="http://beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=34467"&gt;BeritaJakarta.com&lt;/a&gt;, sekarang Pemkot Jakut sedang memperbaiki semua sarana dan prasarana seperti jalan menuju lokasi festival sudah diperbaiki mulai dari Jl RE Martadinata, Jembatan PLTU Ancol Timur, hingga jalan masuk menuju Bahtera Jaya. "Untuk melengkapi acara festival itu, kita juga sudah memasang tenda dan peralatan lainnya,” ujar Bambang Sugiyono saat meninjau lokasi Festival Pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyukseskan Festival Pesisir ini, Pemkot Jakut melibatkan semua unsur masyarakat dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stakeholder&lt;/span&gt; yang ikut dalam program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Corporate Social Responbility&lt;/span&gt; (CSR). “Dengan adanya tanggung jawab sosial dari perusahaan-perusahaan di Jakut, tujuan Festival Pesisir untuk mensejahterakan warganya dan menuju Jakarta Utara yang lebih baik akan berjalan lancar dan sukses,” tegas Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang memaparkan, Jakarta Utara berpotensi memiliki wisata pesisir. Potensi wisata yang bisa dikembangkan, kata Bambang, ada 12 lokasi mulai dari Marunda, Suaka Margasatwa Muara Angke, kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa yang meliputi Menara Miring, Galangan VOC, dan Museum Bahari. “Saya punya harapan kalau 12 destinasi ini menjadi tujuan utama wisatawan. Tentunya perlu pembenahan infrastruktur dan waktu,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Sumber: BeritaJakarta.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1522386240590373635?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1522386240590373635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1522386240590373635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1522386240590373635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1522386240590373635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/festival-pesisir-digelar-26-juli-2009.html' title='Festival Pesisir Digelar 26 Juli 2009'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1633930119612398690</id><published>2009-07-24T16:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:12:44.575-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemiskinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Lurah Wajib Sosialisasikan pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM)</title><content type='html'>Meski Haidir Balda (19) sudah mendapat perawatan medis di RSUD Cengkareng, namun kasus ini nampaknya cukup menampar muka Pemerintah Provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, khususnya Kota Administrasi Jakarta Barat karena kecolongan. Untuk itu, seluruh lurah telah diinstruksikan untuk menyosialisasikan pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM) khususnya kepada keluarga miskin di wilayah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sosialiasasi tersebut, para lurah juga diminta menggandeng para pengurus RT dan RW setempat. Sehingga, sosialisasi dapat berjalan secara massif dan tepat sasaran. "Saya telah menginstruksikan para lurah untuk membuat surat edaran pada RT dan RW untuk menyosialisasikan kebijakan pemerintah, khususnya pembuatan SKTM. Sehingga, kasus ini tidak terulang lagi," ujar Djoko Ramadhan, Walikota Jakarta Barat, Jumat (24/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal pembuatan SKTM, para lurah juga diminta menyosialisasikan sejumlah kebijakan pemerintah terkait kesehatan dan pencegahan penyakit, seperti pelayanan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK Gakin) yang digulirkan pemerintah pusat, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terjadinya kasus seperti yang dialami Haidir, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami program Pemprov DKI, khususnya program pelayanan kesehatan. Warga kurang mampu biasanya memiliki rasa kekhawatiran jika harus periksa ke puskesmas atau rumahsakit karena dalam pandangan mereka pasti akan dikenai biaya besar," tandas walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Djoko Ramadhan berjanji akan menjadikan kasus seperti yang dialami Haidir sebagai pelajaran penting. Dia juga meminta aparat kelurahan dan kecamatan cepat tanggap terhadap masalah-masalah di wilayahnya, khususnya dalam pelayanan kesehatan. "Ini pengalaman yang berharga dan supaya diingat agar tidak terulang. Jadi tidak ada alasan RT dan RW maupun lurah tidak tahu kondisi warganya terlebih menyangkut nyawa. Saya juga telah meminta kepada lurah agar proaktif mendata warganya. Bila ada warga yang membutuhkan SKTM segera dibuatkan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memantau perkambangan kesehatan Haidir di RSUD Cengkareng, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Yenuarti Suaezi, mengaku sudah menginstruksikan kepada Puskesmas Kelurahan Cengkarengtimur untuk selalu melakukan pengecekan setiap hari. "Kita sudah bekerja sama dengan RSUD Cengkareng agar Haidir dirawat dengan baik dan puskesmas setempat saya minta untuk memantau perkembangan dia," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pihak Kecamatan Cengkareng juga telah melakukan pembersihan lingkungan di rumah Haidir Jl Galunggung 13 Blok C4 Nomor 7 RT 06/10 Kelurahan Cengkarengtimur. Sejak pukul 08.00, puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) kelurahan setempat terlihat sibuk menata dan membersihkan rumah Haidir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon mangga di depan rumah ditoping agar sinar matahari bisa masuk. Selain itu ventilasi rumah juga diperbaiki. Dan aparat juga menyerahkan kasur, bantal, sprei, dan peralatan lain. "Bantuan ini diberikan agar kondisi rumah Haidir menjadi lebih sehat lagi dan keluarga Haidir bisa hidup lebih nyaman," kata Deny Ramadhani, (Plh) Lurah Cengkarengtimur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, pada akhir tahun 2008 lalu, Haidir Balda (19) mengalami gejala batuk yang disertai demam. Karena tak memiliki biaya sama sekali, Haidir membiarkan saja penyakitnya dan berharap akan sembuh sendiri. Karena asupan gizi memang kurang, sakit yang dideritanya malah bertambah parah. Dan akhirnya, seluruh badan Haidir tak bisa digerakkan sama sekali. Kondisinya makin parah lantaran tak pernah berobat ke rumahsakit maupun puskesmas. Tubuhnya yang hanya tersisa tulang dan kulit itu tergolek lemah di rumah petak orangtuanya. Namun setelah kasus ini terkuak media massa, pemerintah langsung merujuk Haidir berobat di RSUD Cengkareng.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=34477"&gt;BERITAJAKARTA.COM&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1633930119612398690?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1633930119612398690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1633930119612398690' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1633930119612398690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1633930119612398690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/lurah-wajib-sosialisasikan-pembuatan.html' title='Lurah Wajib Sosialisasikan pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM)'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8613881292103231766</id><published>2009-07-23T05:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:13:04.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Kamus Dialek Betawi (Edisi Revisi) Diluncurkan</title><content type='html'>Khazanah kebudayaan Betawi, ternyata tak hanya sekadar kesenian, kuliner, dan tradisi yang diteruskan secara temurun dari generasi ke generasi. &lt;a href="http://beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=34460"&gt;BeritaJakarta.com&lt;/a&gt; menyampaikan bahwa dialek Betawi yang sudah lazim digunakan ternyata salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Agar dialek Betawi tidak tergerus zaman, kini diluncurkan kamus dialek Betawi yang diresmikan langsung Gubernur DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; Fauzi Bowo, Kamis (23/7) sore. Kamus ini diharap menjadi khazanah baru memperkenalkan kehidupan warga Betawi dan menambah kebudayaan dialek yang cukup beraneka ragam di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran kamus dialek Betawi ini karena dalam 33 tahun perjalanan Jakarta banyak dialek yang berkembang. Terakhir kamus ungkapan dan dialek Betawi diterbitkan pada 1974. Kamus Dialek Jakarta yang baru diluncurkan ini merupakan edisi revisi dari terbitan sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8613881292103231766?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8613881292103231766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8613881292103231766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8613881292103231766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8613881292103231766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/kamus-dialek-betawi-edisi-revisi.html' title='Kamus Dialek Betawi (Edisi Revisi) Diluncurkan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-6738455636976380477</id><published>2009-07-21T19:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:13:23.004-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>DKI dan Pelindo Bangun Pelabuhan</title><content type='html'>Pemerintah Provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mempersiapkan pembangunan pelabuhan baru di kawasan Ancol Timur. Pelabuhan itu diperkirakan bakal dioperasikan pada 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Selasa (21/7) di Jakarta Pusat, mengatakan, pelabuhan baru itu akan dikelola oleh perusahaan patungan yang dibentuk oleh kedua instansi. Pembangunan pelabuhan akan menggunakan sebagian tanah hasil reklamasi di Ancol Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi hub internasional, barang-barang yang akan diekspor dari beberapa pulau Indonesia atau yang diimpor dari luar negeri dan akan didistribusikan ke beberapa pulau dapat didaratkan di pelabuhan baru itu. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu bergantung pada pelabuhan luar negeri untuk menjadi pelabuhan pengumpul bagi barang ekspor dan impor. ”Jika sudah selesai dibangun, ekspor dan impor Indonesia tidak bergantung lagi pada hub internasional Singapura atau Port Klang, Malaysia,” kata Fauzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama PT Pelindo II Richard Jose Lino mengungkapkan, untuk membangun pelabuhan baru di kawasan Ancol Timur, pihaknya diberi kebebasan oleh pemerintah pusat untuk mencari mitra. PT Pelindo II menggandeng Pemprov DKI Jakarta karena akan mengintegrasikan dengan pelabuhan lain dan dengan kawasan di sekitar pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan pelabuhan hub internasional itu membutuhkan investasi sampai triliunan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Integrasi pelabuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi Bowo mengatakan, pelabuhan-pelabuhan besar di Jakarta, yang sudah dan akan dibangun, akan diintegrasikan. Keempat pelabuhan itu adalah Tanjung Priok (eksisting), car port (pelabuhan khusus ekspor-impor mobil), Pelabuhan Internasional Ali Sadikin yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Marunda, dan Pelabuhan Internasional Ancol Timur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi semua pelabuhan diperlukan agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat di antara pengelola pelabuhan. Sinergi antarpelabuhan justru meningkatkan kinerja kawasan ekonomi khusus dan kota di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi keempat pelabuhan dan perencanaan kota di sekitar kawasan itu juga akan disusun Pemprov DKI Jakarta dalam konsep port and city. Banyak fasilitas dan utilitas kota yang diperlukan untuk mencapai integrasi itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/22/07431713/dki.dan.pelindo.bangun.pelabuhan"&gt;Kompas.Com&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-6738455636976380477?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/6738455636976380477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=6738455636976380477' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6738455636976380477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6738455636976380477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/dki-dan-pelindo-bangun-pelabuhan.html' title='DKI dan Pelindo Bangun Pelabuhan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-73148023644157185</id><published>2009-07-21T19:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:13:41.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemiskinan'/><title type='text'>Warga Miskin Masih Sulit Urus Akta</title><content type='html'>Akta kelahiran yang menjadi identitas penting setiap individu ternyata masih sulit diakses oleh warga, terutama warga miskin. Selain karena kurang informasi, warga miskin mengeluh dikenai biaya tinggi untuk mengurus akta kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli (31), warga RW 07 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengatakan, dari tujuh anaknya, hanya anak pertama yang memiliki akta kelahiran. Itu pun dia mengurusnya dengan membayar Rp 350.000 tiga tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saat anak keduanya hendak masuk sekolah, dia diharuskan untuk membuat akta kelahiran lagi. ”Kalau tidak ada akta, anak saya tidak bisa sekolah,” kata Yuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli mengaku tidak pernah mengurus akta kelahiran karena tidak punya uang. Suaminya yang hanya pedagang kaki lima tidak bisa menyediakan uang sebesar itu. ”Jangankan mengurus akta, melahirkan saja saya mengupayakan sendiri, tidak dibantu dokter atau dukun,” kata Yuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Yuli yang tak bisa mengurus akta kelahiran ini kerap ditemukan pada keluarga miskin lainnya. Mereka baru mengurus akta kelahiran setelah anak mereka harus masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elzarman, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, mengakui, masih banyak warga yang belum mencatatkan kelahiran anaknya. ”Dulu memang ada biaya untuk membuat akta kelahiran, tetapi sekarang gratis,” kata Elzarman dalam diskusi yang diselenggarakan Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal dan LBH Mawar Saron di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (21/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elzarman mengakui ada peraturan yang mengenakan denda Rp 10.000 bagi yang melapor lebih dari 60 hari dan Rp 1 juta bagi warga yang terlambat melapor lebih dari satu tahun. ”Namun, buat warga miskin, mereka bisa digratiskan asalkan ada keterangan miskin dari pejabat setempat,” kata Elzarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Elzarman, sejak pemerintah menggratiskan pembuatan akta kelahiran, terjadi peningkatan pengurusan akta kelahiran. Sejak lima tahun terakhir, rata-rata ada 130.000 akta kelahiran diterbitkan dari 160.000 kelahiran (81 persen). Setelah diberlakukan akta gratis, jumlah anak yang memiliki akta kelahiran meningkat menjadi 85-90 persen.  ”Ini masalah pemahaman,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/22/07411610/Warga.Miskin.Masih.Sulit.Urus.Akta"&gt;Kompas.Com&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-73148023644157185?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/73148023644157185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=73148023644157185' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/73148023644157185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/73148023644157185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/warga-miskin-masih-sulit-urus-akta.html' title='Warga Miskin Masih Sulit Urus Akta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-7836735228696760487</id><published>2009-07-21T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:13:53.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>DKI Jakarta Akan Buka Akses Data KTP Kepada Hotel</title><content type='html'>Pemerintah Provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; akan membuka akses data Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada penggelola hotel. Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Franky Panjaitan , pihak hotel dapat mengakses data ini secara online untuk memeriksa apakah KTP tersebut asli atau tidak. "Tapi sistemnya baru siap tahun depan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan akses ini untuk mendeteksi penggunaan KTP palsu yang bisa digunakan oleh teroris untuk menginap di hotel. Pemeriksaan keabsahan KTP dapat dilihat dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera dalam KTP. Jika tidak terdaftar dalam data milik Disdukcapil, berarti KTP tersebut palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, pihak hotel bisa mengetahui keaslian KTP secara langsung dengan menghubungi ke kelurahan yang menggeluarkan KTP. Namun, pengecekan seperti ini tidak bisa dilakukan setiap saat, apalagi jika kantor kelurahan sudah tutup atau pada hari libur. Padahal, calon penghuni hotel bisa check-in setiap saat, tidak hanya pada jam kerja dan hari kerja saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, yang bisa dicek secara online nantinya cuma KTP yang dikeluarkan di Jakarta. Sedangkan untuk daerah lain belum bisa dicek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/07/20/brk,20090720-188072,id.html"&gt;Tempointeraktif.Com 21/7/2009&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-7836735228696760487?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/7836735228696760487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=7836735228696760487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7836735228696760487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7836735228696760487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/dki-jakarta-akan-buka-akses-data-ktp.html' title='DKI Jakarta Akan Buka Akses Data KTP Kepada Hotel'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-7086270026910984523</id><published>2009-07-21T02:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:14:04.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Jalan Tembus di Ngurah Rai dan Bermis-Pulogadung</title><content type='html'>Pemerintah Provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; berencana membangun dua jalan tembus di Jakarta Timur guna mengatasi kemacetan  yang kian tidak terkendali di kawasan itu. Dua jalan tembus itu terletak di Jalan Ngurah Rai dan Jalan Bermis-Pulogadung. Jalan tembus di Ngurah Rai sebenarnya sudah direncanakan lama namun pembangunannya selalu terkendala pembebasan lahan. Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Budi Widiantoro menyampaikan bahwa "Tahun 2009 ini, kami mulai konstruksinya. Mudah-mudahan akhir tahun depan bisa selesai, sehingga bisa membantu mengurangi kemancetan di sana," .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang Jalan Dinas PU Provinsi DKI Jakarta, Yayat Hidayat, menjelaskan, total panjang tembusan di Jalan Ngurah Rai 850 meter. Namun untuk tahun ini yang akan dikerjakan hanya 382 meter dengan lebar 7 x 2 meter. Sisanya akan dikerjakan setelah pembebesan lahan selesai. Di Jalan Bermis-Pulogadung total panjangnya mencapai 570 meter dengan lebar 7 x 2 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/21/16204712/dki.bangun.jalan.tembus.di.ngurah.rai.dan.bermis-pulogadung"&gt;Kompas, Selasa 21/7/2009&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-7086270026910984523?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/7086270026910984523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=7086270026910984523' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7086270026910984523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7086270026910984523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jalan-tembus-di-ngurah-rai-dan-bermis.html' title='Jalan Tembus di Ngurah Rai dan Bermis-Pulogadung'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-508022514727985350</id><published>2009-07-19T09:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:14:17.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><title type='text'>Penerbitan KTP Baru DKI DIperketat</title><content type='html'>Paska ledakan bom yang mengguncang Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Pemerintah DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; akan memperketat penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru bagi warga pendatang. Seluruh perangkat di wilayah seperti kelurahan diminta untuk lebih cermat dalam menerbitan KTP baru. "Jakarta masih siaga satu. Seluruh aparat lurah diminta untuk teliti jika ada warga yang mengajukan KTP baru," ujar Sekrestaris Daerah DKI Jakarta, Muhayat, Minggu 19 Juli 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-508022514727985350?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/508022514727985350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=508022514727985350' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/508022514727985350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/508022514727985350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/penerbitan-ktp-baru-dki-diperketat.html' title='Penerbitan KTP Baru DKI DIperketat'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1851163681712406197</id><published>2009-07-19T09:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:15:12.050-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Properti'/><title type='text'>Sekitar 30 Persen Cagar Budaya Menteng Berubah Bentuk</title><content type='html'>Nilai sejarah bangunan cagar budaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sudah sangat memprihatinkan. Betapa tidak, disampaikan oleh &lt;a href="http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&amp;amp;nNewsId=34403"&gt;BeritaJakarta.com&lt;/a&gt;, berdasarkan hasil penelitian Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) dan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, dari 3.000 bangunan cagar budaya yang diteliti, sebanyak 900 bangunan atau 30 persen masuk dalam kategori pemugaran tak terkendali. Dengan kata lain, telah berubah dari bentuk aslinya. Sedangkan 2.100 bangunan atau 70 persen masuk kategori pemugaran terkendali. Atau bisa dikatakan masih identik dengan bentuk aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua IAI, Budi Sukada, mengatakan, berdasarkan penelitian tersebut, hampir seluruh bangunan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sudah mengalami pemugaran. Artinya, tidak ada bangunan yang masih murni atau belum pernah dipugar. Hanya saja, dari ribuan bangunan yang diteliti menunjukkan bahwa di kawasan Menteng juga banyak bangunan yang berubah dari bentuk aslinya atau pemugaran tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contohnya, pemugaran bangunan cagar budaya di Jl Teuku Umar Nomo 42-44 Menteng. Beberapa perubahan yang dilakukan diantaranya, adanya bangunan tambahan berupa kanopi dan pos satpam. Selain itu, pada bangunan kanopi dan pilar bangunan diberi hiasan tambahan atau profil. Dan hal ini tidak sesuai dengan gaya arsitektur bangunan di kawasan Menteng. Agar kasus pemugaran tak terkendali di Jl Teuku Umar Nomor 42-44 tak terulang, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyusun pedoman pemugaran terhadap bangunan-bangunan di kawasan Menteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman itu memberikan batasan yang jelas terhadap setiap bangunan cagar budaya di kawasan Menteng. Sehingga, ke depan tidak ada lagi pemugaran tak terkendali dan nilai sejarah bangunan tidak hilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1851163681712406197?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1851163681712406197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1851163681712406197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1851163681712406197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1851163681712406197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/30-persen-cagar-budaya-menteng-berubah.html' title='Sekitar 30 Persen Cagar Budaya Menteng Berubah Bentuk'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8837580803807856675</id><published>2009-07-16T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:15:33.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Kolong Jembatan: Istana ku.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sl9KWkAMpgI/AAAAAAAABns/0pXLpt8mrsM/s1600-h/DSC00165.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sl9KWkAMpgI/AAAAAAAABns/0pXLpt8mrsM/s320/DSC00165.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359083833076262402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sl9KW3CniuI/AAAAAAAABn0/hklvB-7kgVg/s1600-h/DSC00164.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sl9KW3CniuI/AAAAAAAABn0/hklvB-7kgVg/s320/DSC00164.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359083838186687202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Somewhere in&lt;/span&gt; &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; Barat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8837580803807856675?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8837580803807856675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8837580803807856675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8837580803807856675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8837580803807856675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/kolong-jembatan-fly-over-istana-ku.html' title='Kolong Jembatan: Istana ku.'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Sl9KWkAMpgI/AAAAAAAABns/0pXLpt8mrsM/s72-c/DSC00165.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5802358983710056113</id><published>2009-07-16T07:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T17:05:03.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Helm import juga wajib SNI</title><content type='html'>&lt;p&gt;Para pengguna sepeda motor diwajibkan menggunakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini ditandai dengan pemasangan logo SNI karena sudah lolos pengujian satndar. Bagaimana dengan nasib helm impor nan mahal yang memakai standar internasional seperti DOT dan SNELL. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Kasubdit Standarisasi dan Teknologi, Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia, Direktorat Industri Kimia Hilir, Departemen Perindustrian, Kurnia Hanafiah, helm imort wajib menenuhi standar SNI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, dirinya tidak menyangkal standarisasi luar negeri seperti DOT atau SNELL jauh lebih berkualitas dari SNI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Namun, SNI kan standar minimal, jadi itu tetap harus ada sebagai persyaratan minimal sebuah helm standar,” ujarnya seperti dikutip detikOto, Kamis (9/07).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, pencantuman SNI dalam helm juga sebagai antisipasi untuk melindungi produsen dalam negeri. “Biarpun standarnya lebih rendah, jangan lantas kita jadi tidak punya standar sendiri, dan hanya bergantung pada standar luar negeri,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga, lanjut Kurnia, kedepannya, setiap Helm luar negeri yang diimpor, meskipun standarisasinya sudah DOT atau Snell sekalipun, harus ada standarisasi SNI sebagai ukuran minimal dari sebuah helm standar di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SNI tak jauh dari globalisai. Sejalan dengan perkembangan kemampuan nasional di bidang standardisasi dan dalam mengantisipasi era globlalisasi perdagangan dunia,AFTA (2003) dan APEC (2010/2020), kegiatan standardisasi yang meliputi standar dan penilaian kesesuaian (conformity assessment) secara terpadu perlu dikembangkan secara berkelanjutan khususnya dalam memantapkan dan meningkatkan daya saing produk nasional, memperlancar arus perdagangan dan melindungi kepentingan umum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan kegiatan di bidang standardisasi secara nasional menjadi tanggung jawab &lt;a href="http://www.bsn.go.id/"&gt;Badan Standardisasi Nasional (BSN)&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://lintasjakarta.com/07/2009/772/helm-import-juga-wajib-sni/"&gt;LintasJakarta&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5802358983710056113?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5802358983710056113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5802358983710056113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5802358983710056113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5802358983710056113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/helm-import-juga-wajib-sni.html' title='Helm import juga wajib SNI'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8589903585332338037</id><published>2009-07-01T07:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:16:06.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Tiga Gedung Kinclong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skt6lHtOXbI/AAAAAAAABgs/HOTiz8v6mDA/s1600-h/Tiga+Gedung+Kinclong.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skt6lHtOXbI/AAAAAAAABgs/HOTiz8v6mDA/s320/Tiga+Gedung+Kinclong.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353507360202448306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;1 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPBU Jl. Gatot Subroto, &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; Selatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8589903585332338037?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8589903585332338037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8589903585332338037' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8589903585332338037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8589903585332338037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/07/tiga-gedung-kinclong.html' title='Tiga Gedung Kinclong'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skt6lHtOXbI/AAAAAAAABgs/HOTiz8v6mDA/s72-c/Tiga+Gedung+Kinclong.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8483470744047525925</id><published>2009-06-30T17:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:16:19.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Mengapa Merokok Harus Diatur?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skqo3KP7UrI/AAAAAAAABgk/PcvwCrqVBLY/s1600-h/rokok_bjc.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 187px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skqo3KP7UrI/AAAAAAAABgk/PcvwCrqVBLY/s320/rokok_bjc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353276772680684210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebatang rokok mungkin sangat berarti bagi para pecandu rokok. Tapi sadarkah mereka, dalam setiap kepulan asap rokok terdapat racun-racun yang dapat mematikan? Ya, salah satunya zat nikotin. Racun nikmat ini memang bisa membahayakan kesehatan para perokok dan orang-orang di sekitarnya. Dan mungkin saja orang-orang tersebut adalah orang yang disayangi atau dicintainya. Kebayangkan, betapa `kejamnya` para perokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana jika hal tersebut terus dibiarkan? Tentu kesehatan para perokok pasif semakin terancam tanpa sadar. Untuk itu, perlu sebuah regulasi untuk menertibkan para perokok agar tidak mengganggu kesehatan orang lain. Dan upaya ini telah digagas Pemerintah Provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; sejak tahun 2005 lalu dengan dikeluarkanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 75 Tahun 2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peraturan itu disebutkan, ada tujuh kawasan dilarang merokok (KDM), yaitu tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah, dan angkutan umum. Selain itu, pimpinan atau penanggung jawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok. Jadi jelas, upaya Pemprov DKI Jakarta menertibkan para perokok, tidak berarti merampas hak seseorang melakukan aktifitas merokok. Melainkan, mengubah perilaku perokok supaya tertib dan tidak membahayakan orang lain yang tidak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, upaya Pemprov DKI Jakarta tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil optimal. Sebab, kesadaran para pemilik dan penanggung jawab tempat umum dan tempat kerja masih belum menyediakan ruang khusus merokok. Ironisnya lagi, hampir 67 persen gedung perkantoran pemerintah di DKI Jakarta belum menyediakan fasilitas tersebut. Tapi, Pemprov DKI Jakarta tidak akan tinggal diam. Bagi para pemilik dan penanggung jawab tempat umum dan tempat kerja yang tidak menyediakan ruang khusus merokok akan dikenakan saksi tegas. Bahkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah memroses secara hukum terhadap dua pengelola gedung yang tidak menyediakan ruang khusus merokok, yakni pengelola Mall Atrium dan pengelola Hotel Aston yang terletak di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kasusnya, saat ini tengah ditangani pengadilan negeri setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tindakan tegas tersebut, diharapkan ke depan para pemilik dan penanggung jawab tempat umum dan tempat kerja menjadi jera dan mau menyediakan ruang khusus merokok. Dalam sosialisasinya, Pemprov DKI Jakarta juga tidak sendirian. Saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menggandeng 16 asosiasi usaha dan Ormas. Diantaranya, MUI, PHRI, Organisasi Angkutan Darat, dan PGRI. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menggandeng Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) untuk mengampayekan gerakan antirokok terhadap generasi muda dan para wanita di DKI Jakarta, seperti yang dilakukan pada Minggu (31/5) lalu di Parkir Timur Silang Monas, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Pemprov DKI Jakarta menertibkan para perokok tidak sampai di sini. Untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap para perokok, Pemprov DKI Jakarta berwacana akan membuat perda khusus larangan merokok. Sehingga, dasar hukum larangan merokok di tempat umum tidak menyatu dengan Perda Nomor 2 Tahun 2005. Sehingga, ke depan sanksi dan denda yang dikenakan bisa tercantum secara spesifik dan tegas. "Peraturan induk untuk larangan merokok memang telah diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2005. Sebab, asap rokok mencemari udara dalam ruangan tertutup. Tapi, aturan itu kurang tersosialisasikan secara khusus kepada masyarakat Jakarta. Karena itu, larangan merokok bisa saja masuk dalam perda khusus karena ada komponen kesehatan yang perlu diperhatikan,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a href="http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=33748"&gt;BeritaJakarta.com&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8483470744047525925?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8483470744047525925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8483470744047525925' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8483470744047525925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8483470744047525925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/06/mengapa-merokok-harus-diatur.html' title='Mengapa Merokok Harus Diatur?'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skqo3KP7UrI/AAAAAAAABgk/PcvwCrqVBLY/s72-c/rokok_bjc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-4411973046675850385</id><published>2009-06-29T13:22:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:16:36.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Terlelap di dalam kerasnya kehidupan Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skp2UhwXmUI/AAAAAAAABfk/bg7ijgqpHmA/s1600-h/Angkutan+Pasar+Induk+di+Jl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skp2UhwXmUI/AAAAAAAABfk/bg7ijgqpHmA/s320/Angkutan+Pasar+Induk+di+Jl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353221202113960258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;29 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi: Jl. Karet Pasar Baru, &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; Pusat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-4411973046675850385?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/4411973046675850385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=4411973046675850385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4411973046675850385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4411973046675850385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/06/terlelap-di-dalam-kerasnya-kehidupan.html' title='Terlelap di dalam kerasnya kehidupan Jakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/Skp2UhwXmUI/AAAAAAAABfk/bg7ijgqpHmA/s72-c/Angkutan+Pasar+Induk+di+Jl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-453229352053180116</id><published>2009-05-23T07:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:16:47.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Wisata Jakarta, Situ Babakan</title><content type='html'>Salah satu wisata alternatif warga &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, Situ Babakan. Situ ini terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pada tahun 2004, bersamaan dengan HUT DKI yang ke-474 daerah sekitar situ dijadikan Pusat Perkampungan Betawi. Daerah cagar budaya ini meliputi 165 hektar, terdiri dari Kebun Rakyat, perkampungan masyarakat betawi serta kedua danau yang mengapit perkampungan ini. Situ atau danau adalah dataran yang lebih rendah berfungsi sebagai penampung air permukaan. Untuk menanggulangi banjir, pemerintah kolonial membangun banyak situ di Jakarta, sayang kini banyak situ yang rusak/ berubah fungsi karena di urug. Salah satu situ yang masih berfungsi dengan baik adalah situ Babakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik di Situ Babakan? Lingkungan alam yang sejuk dengan pepohonan rindang serta aneka tanaman buah dan tanaman hijau yang mengilingi desa merupakan tempat yang cocok untuk beristirahat. Situ ini juga dimanfaatkan banyak pengunjung untuk memancing di pinggir situ. Selain itu, letaknya dekat dengan Jakarta, namuan suasananya sudah hijau. &lt;p&gt;Ingin berperahu? Ada wisata sepeda air. Hanya dengan 10 ribu, anda bisa menyewa sepeda air dan berkeliling situ satu putaran. Akan lebih asyik bersepeda bersama keluarga atau pasangannya. Banyak keluarga membawa anak-anak mereka bersepeda air keliling situ. Wajah-wajah gembira anak-anak menambah pemandangan menjadi menarik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau sudah lelah, lapar, tersedia banyak penjual menjajakan makanan khas Betawi, antara lain: Kerak telur, Toge Goreng, siomay, Soo Betawi, Ketoprak, Ketupat Sayur, Bakso, Laksa, gulali, Mie Ayam, Bir Pletok, Nasi Uduk, Kue Ape dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, bagi yang suka dengan budaya tradisional Betawi, di daerah ini juga sering diselenggarakan acara keseniah daerah Betawi seperti Tari Cokek, Tari Topeng, Lenong dan Ondel-ondel pada panggung terbuka setiap hari Sabtu dan Minggu. Pada acara ini biasanya pengunjungpun dapat ikut berinteraksi dalam pelaksanaan acara-acara tersebut, seperti ikut menari atau mengomentari para pemain lenong yang sedang beraksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mau ke situ Babakan? Murah, untuk mobil hanya dikenai tiket masuk 3000 rupiah saja dan parkir 1000 rupiah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://lintasjakarta.com/05/2009/675/wisata-jakarta-situ-babakan/"&gt;LintasJakarta&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-453229352053180116?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/453229352053180116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=453229352053180116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/453229352053180116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/453229352053180116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/05/wisata-jakarta-situ-babakan.html' title='Wisata Jakarta, Situ Babakan'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1101153370923103342</id><published>2009-03-21T02:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:17:03.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Sharing Box : Wisata Kuliner Jakarta</title><content type='html'>Kehidupan manusia memang 'gak pernah lepas dari makan, suatu rutinitas yang kadang bisa memiliki makna tersendiri. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memburu tempat makan enak&lt;/span&gt; seakan menjadi suatu kenikmatan tersendiri, kadang bisa lebih bermakna ketimbang dari makan enak yang mungkin dapat ia dapatkan secara biasa-biasa. Makan di tempat-tempat tertentu juga memiliki nilai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'wisata'&lt;/span&gt;  yang umumnya disebut &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;wisata kuliner&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sebagai Ibu Kota memiliki puluhan bahkan ratusan tempat di mana warga bisa menikmati &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;wisata kuliner&lt;/span&gt; bersama keluarga, kekasih, sabahat atau untuk sekedar dinikmati sendiri. Sayangnya, tidak setiap orang hafal lokasi-lokasi tempat makan enak dan mungkin dengan suasana yang spesial, berbeda dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda mengetahui salah satu tempat &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;wisata kuliner&lt;/span&gt; tersebut, tidak ada salahnya kita berbagi informasi, sumbangkan informasinya sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;komentar&lt;/span&gt; dari artikel ini. Toh tidak ada rugi bagi anda bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pun tidak dilarang untuk mendatangi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'tempat'&lt;/span&gt; yang informasikan orang lain dalam artikel ini. Atau mungkin anda bejodoh dengan seseorang yang membaca artikel ini secara kebetulan datang pada tempat dan waktu yang sama! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mungkin saja!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Ayo, saling tukar informasi, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Saatnya memburu tempat makan enak!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1101153370923103342?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1101153370923103342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1101153370923103342' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1101153370923103342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1101153370923103342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/03/sharing-box-wisata-kuliner-jakarta.html' title='Sharing Box : Wisata Kuliner Jakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2741225597224020487</id><published>2009-03-04T20:26:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T21:31:43.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enjoy Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Raga'/><title type='text'>Enjoy Jakarta Indonesia Open</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_knodaqDb7Cc/SaTJ-sQac_I/AAAAAAAAAZw/oNGRwRjHQRI/s1600-h/EnjoyGolf.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_knodaqDb7Cc/SaTJ-sQac_I/AAAAAAAAAZw/oNGRwRjHQRI/s320/EnjoyGolf.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306588339818361842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;The Enjoy Jakarta Indonesian Open is now in its fifth year with the &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; Tourism Board returning as the primary sponsor. This tournament is the result of a partnership between the Asian Tour and the Indonesian &lt;span class="fullpost"&gt;Golf &lt;/span&gt;&lt;a id="KonaLink0" target="undefined" class="kLink" style="text-decoration: underline ! important; position: static;" href="http://ag-syam.blogspot.com/2009/02/enjoy-jakarta-indonesia-open.html#"&gt;&lt;span style="position: relative;" id="preLoadWrap0"&gt;&lt;div style="position: absolute; z-index: 4000; top: -32px; left: -18px; display: none;" id="preLoadLayer0"&gt;&lt;img style="border: 0px none ;" src="http://kona.kontera.com/javascript/lib/imgs/grey_loader.gif" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Association that was introduced in 2003. The 2009 tournament offers a record prize purse of US$1,250,000.00, and will see a number of the world's best golfers from Europe and Asia battling for supremacy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Enjoy Jakarta Indonesia Open will be held from February 26 to March 1 at the recently completed New Kuta Golf in Pecatu, Bali, overlooking the world-famous surfs of Balangan Bay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Director of Operations for New Kuta Golf, Mr. Suprapto Pegeng said: "As the venue for this prestigious tournament, we are delighted to attract such world-class players to our new resort and I am confident the players will enjoy our breath-taking views and challenging courses at Bali's first championship golf course."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;New Kuta Golf overlooks some of the best surfing breakers in Bali and is the island's first championship course with a par 72 and over 7500 yards from the championship tees. Designed by Golf Plan that consists of Ronald Fream, David Dale and Kevin Ramsey, New Kuta Golf is the first 'links style' course and recently was certified as the first environmentally friendly 'Laureate &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Golf Course&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;' in Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Since 2005, the Indonesia Open has been a highly competitive tournament, thanks to the participation of international caliber players such as Felipe Aguilar (2008 Indonesia Open Champion), Mikko Ilonen (2007 champion), Simon Dyson (2006 champion) and Thaworn Wiratchant (2005 champion). The tournament is also Indonesia's sole sporting event that offers a total purse of over one million dollars or US$ 1,250,000 to be precise.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tickets are available at golf clubs in Jakarta and Bali and for more information, visitors can go to &lt;a href="http://www.indonesia-open.com/"&gt;www.indonesia-open.com&lt;/a&gt; and will feature world class players who will once again compete in this prestigious event.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a href="http://ag-syam.blogspot.com/2009/02/enjoy-jakarta-indonesia-open.html"&gt;Jakarta Today&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2741225597224020487?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2741225597224020487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2741225597224020487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2741225597224020487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2741225597224020487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/03/enjoy-jakarta-indonesia-open.html' title='Enjoy Jakarta Indonesia Open'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_knodaqDb7Cc/SaTJ-sQac_I/AAAAAAAAAZw/oNGRwRjHQRI/s72-c/EnjoyGolf.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-4664041864415368049</id><published>2009-02-21T01:44:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:17:44.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Cap Botol Tea</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teh botol&lt;/span&gt; is a popular Indonesian drink produced by the company Sosro. Teh botol literally means 'bottled tea' in Indonesian. It is a sweetened jasmine tea and it is usually served cold. Sosro now also selling the tea on the Tetra Pak packaging.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/STqOX0jBPTI/AAAAAAAABKM/Xo5-86AJNKQ/s1600-h/Teh_Botol_Sosro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 172px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/STqOX0jBPTI/AAAAAAAABKM/Xo5-86AJNKQ/s200/Teh_Botol_Sosro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276686453311618354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The factory was the first factory for ready-to-drink tea in glass bottles, not only in Indonesia, but also the world!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mainarttitle"&gt;&lt;b&gt;Soegiharto Sosrodjojo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;The Sosro brand, a well known tea brand in Indonesia, is taken from the Sosrodjojo family name, the owners of the company. They started the business of marketing jasmine tea based in Slawi, a small town in Central Java province, in 1940. The first brand was called Cap Botol (or the bottle sign).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teh Cap Botol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1965 the &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cap Botol&lt;/span&gt; jasmine tea was first introduced to &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; by promoting the product with the marketing name of cicip rasa (or today known marketing name of free samples). During the free tasting promotion, the jasmine tea was brewed on the spot, but the time required for brewing was too long for some of their more impatient customers. To overcome this problem, the promotion staff brewed the tea in the office before going to the promotion location and poured the ready-to-consume jasmine tea into big pots and pans. However, this technique did not solve the problem; the tea in large pots and pans spilled over on the way before they reached the location.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teh Botol Sosro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another solution was found by placing the brewed jasmine tea in clean used glass bottles, which were normally used for packing soda, soy sauce and other products. It was successful and gave birth of the teh botol (or tea in a bottle) brand name in 1969. The official name was Teh Botol Sosro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first bottles were introduced in 1970. In 1972, they re-designed the bottles. In 1974, with the establishment of PT. Sinar Sosro (a company producing the Teh Botol Sosro) in Ujung Menteng (part of Bekasi at that time), they re-designed again the bottle which remains until today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Minumnya? Teh Botol Sosro!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today Teh Botol can be found in almost anywhere in Indonesia, including street stalls. It is become favorite for most Indonesia people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Botol so popular whith their commercial (advertisement) slogans on television :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa pun makanannya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Minumnya Teh Botol Sosro&lt;/span&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-4664041864415368049?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/4664041864415368049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=4664041864415368049' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4664041864415368049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4664041864415368049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/02/cap-botol-tea.html' title='Cap Botol Tea'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/STqOX0jBPTI/AAAAAAAABKM/Xo5-86AJNKQ/s72-c/Teh_Botol_Sosro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5260993481106993062</id><published>2009-01-12T22:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T22:44:40.745-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>TransJakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SWw2P5cWzzI/AAAAAAAABNo/jURyj3XYhB8/s1600-h/Busway+Koridor+6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 183px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SWw2P5cWzzI/AAAAAAAABNo/jURyj3XYhB8/s320/Busway+Koridor+6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290663308999184178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;TransJakarta is a bus rapid transit system in Jakarta, Indonesia. TransJakarta started on January 15, 2004 and currently has 7 corridors (or lines) runing from 15 of total corridors planned. TransJakarta was designed to provide the citizens of Jakarta a fast public transportation system to help reduce rush hour traffic. The Indonesian Government provided TransJakarta buses with their own private lanes and Transjakarta's ticket prices are subsidized by the state government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The system is modeled on the successful TransMilenio system in Bogotá, Colombia. Alternative common names include Busway or TJ (pronounced Tije, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tee-jay&lt;/span&gt;").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TransJakarta was built with the objective of providing the citizens of Jakarta with a fast, comfortable, and affordable mass transportation system in mind. To accomplish those objectives, the buses were given lanes restricted to other traffic and separated by concrete blocks on the streets that became part of the busway routes, and the ticket price is subsidized by the state government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SWw2Pw6dmcI/AAAAAAAABNg/TOHK5ciQy-g/s1600-h/DSC01655.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 184px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SWw2Pw6dmcI/AAAAAAAABNg/TOHK5ciQy-g/s320/DSC01655.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290663306709539266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Each bus is constructed with passengers' safety in mind. For example the body frame is constructed using Galvanyl (Zn - Fe Alloy), a strong and rust-resistant metal. There are also 8 or 10 glass-shattering hammers pinned at some of the window frames and 3 emergency door for fast evacuation during emergency, there are also 2 fire extinguisher at the front and back of the bus interior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The capacity of each bus is 30 seated and 55 standing passengers, though during rush hours these numbers are often exceeded up to 80 passengers.Due to various coachbuilders involved and design tweaks applied over time, the exterior and interior appearance, quality, and comfort may slightly vary from bus to bus, even it's operating in the same Corridor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The passenger doors are located on the middle right and middle left part of the bus, and are placed higher than normal so that passengers could only board from the designated shelter. The doors employ automated folding mechanisms which can be manually controlled from the driver's console. Because the normal folding doors would not function optimally when the bus is overcrowded, the buses of corridors II and III, use sliding doors in order to accommodate the surge of passengers during rush hours. Protective full-height acrylic glass barriers are installed behind those passenger seats which are close to the sliding door mechanism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Each bus is equipped with electronic board and speaker which will announce the name of shelters in 2 languages, Indonesian and English. Each bus is also equipped with bi-directional radio transceiver to allows the driver to give and get updated information regarding traffic jams, road accidents, lost items, etc.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;To keep the air fresh, especially during rush hours, starting from January 2005, each bus will be equipped with automatic air freshener dispensers. These dispensers will periodically spray car fragrance.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SWw3DRAxCFI/AAAAAAAABNw/TfvCIX2-Wts/s1600-h/Tije_current.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 368px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SWw3DRAxCFI/AAAAAAAABNw/TfvCIX2-Wts/s400/Tije_current.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290664191499241554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Busway Network Map from &lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/c/ce/Tije_current.gif"&gt;Wikipedia.org&lt;/a&gt; (2008)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5260993481106993062?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5260993481106993062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5260993481106993062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5260993481106993062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5260993481106993062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/01/transjakarta.html' title='TransJakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SWw2P5cWzzI/AAAAAAAABNo/jURyj3XYhB8/s72-c/Busway+Koridor+6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2449331979697859105</id><published>2009-01-08T19:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T19:28:36.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Embassy Information</title><content type='html'>&lt;table class="tablewithborder" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th width="20%"&gt;Country&lt;/th&gt;     &lt;th width="20%"&gt;Tel.&lt;/th&gt;     &lt;th width="60%"&gt;Address&lt;/th&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Australia&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;526-5661&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. H.R. Rasuna Said Kav. C15-16&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Austria&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;338-090&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Diponegoro 44 Menteng&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Austria&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;338-090&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Diponegoro 44 Menteng&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Belgium&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;571-0510&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Sudirman 22-23 BCA Bldg. 15th Fl.&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Canada&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;525-0709&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Jend. Sudirman Kav. 29-31 WTC 6 Fl&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;China&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;5724-3336&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Mega Kuningan 2 Blok E-4/7&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Denmark&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;576-1478&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Mega Kuningan, 25th Fl&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Finland&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;576-1650&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Mega Kuningan Lt. 5.1&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;France&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;314-2807&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. MH. Thamrin No. 20&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Germany&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;390-1750&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. MH. Thamrin No. 1&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Great Britain&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;315-6264&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. MH. Thamrin 75&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Greece&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;314-3440&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Teuku Umar No. 68&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;India&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;520-4150&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. HR. Rasuna Said, Kuningan, S-1&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Italy&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;390-2451&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Diponegoro No. 45&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Japan&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;324-308&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. MH Thamrin Kav. 3 No. 24&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Malaysia&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;522-4947&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. H.R. Rasuna Said Kav. X/6 No. 1-3&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Netherlands&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;525-1515&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;New Zealand&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;570-9460&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Jend. Sudirman Kav. 44-46&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Pakistan&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;314-4009&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Teuku Umar No. 50&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Philippines&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;315-5118&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Imam Bonjol No. 6-8 Menteng&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Russia&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;522-2912&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. HR. Rasuna Said X/7 No. 1-2&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Saudi Arabia&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;801-1533&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. MT. Haryono Kav. 27&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Singapore&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;520-1489&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. HR. Rasuna Said Kav X-4 No 2&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;South Africa&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;574-0660&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Jend. Sudirman Kav. 28&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;South of Korea&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;520-1915&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Jend. Gatot Subroto No. 57&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Spain&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;335-0771&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. H. Agus Salim No. 61&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Sweden&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;576-2690&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Mega Kuningan Lot No. 5.1&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Switzerland&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;525-6061&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. HR. Rasuna Said Kav. X3-2&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Thailand&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;390-4052&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Imam Bonjol No. 74&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;USA&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;3435-9000&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Medan Merdeka Selatan No. 5&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;Vietnam&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;310-0357&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;JL. Teuku Umar No. 25&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2449331979697859105?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2449331979697859105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2449331979697859105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2449331979697859105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2449331979697859105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/01/embassy-information.html' title='Embassy Information'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8165218795299263230</id><published>2009-01-08T19:22:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:18:46.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Art &amp; Cultural Centers in Jakarta</title><content type='html'>&lt;div id="contentleft"&gt;           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA ARTS CENTER&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                 Jl. Gedung Kesenian 1, Pasar Baru, &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; 10170 Central Jakarta&lt;br /&gt;                 Phone: (62 21) 380 82 83; 344 1892&lt;br /&gt;   Fax. (62 21) 344 1892&lt;br /&gt;This neo-renaissance structure was meticulously restored, and is now one of the proud landmarks among the many Jakarta buildings which have been conserved. Some of the city's best performance of music, dance and theater by both Indonesian and visiting artists are presented here. (Another popular Jakarta venue for exhibitions and performing arts is the Taman Ismail Marzuki). Gedung Kesenian publishes a monthly calendar, with event announcements in the daily newspapers. Jl. Gedung Kesenian 1, Pasar Baru.&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;&lt;strong&gt;INTERNASIONAL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;BRITISH COUNCIL JAKARTA&lt;br /&gt;(United Kingdom)&lt;br /&gt;Gedung Bursa Efek Jakarta 16th Floor, Tower 2, Kav. 52 – 53&lt;br /&gt;Jakarta 12190&lt;br /&gt;Tel : +62 21 515 5561&lt;br /&gt;Fax : +62 21 515 5562&lt;br /&gt;E-mail : information@british council.or.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CENTRE CULTURAL FRANCAIS (France)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Salemba Raya No. 25 Jakarta 10440M&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 390 8585/ 07716&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 331 759 / + 62 21 390 8586&lt;br /&gt;E-mail : ecrire@ccfjakarta.ir.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CULTURAL CENTRE (Malaysia)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X/6 No. 1-3, Kuningan Jakarta 12950&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 522 0765&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 522 0766&lt;br /&gt;E-mail : mtpb_jakarta@cbn.net.id&lt;br /&gt;Web : www.tourism.gov.my &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;ERASMUS HUIS (Netherlands)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rassuna Said Kav. 5 No. 3 Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 524 1069&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 527 5978&lt;br /&gt;E-mail : info@erasmushuis.or.id&lt;br /&gt;Web : www.erasmushuis.or.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;GOETHE INSTITUTE (Germany)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Sam Ratulangi No. 9 – 15,Menteng, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 2355 0208&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 2355 0021&lt;br /&gt;E-mail : secretariat@jakarta.goethe.org&lt;br /&gt;Web : www.goethe.de-jak &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;INSTITUTO ITALIANO CULTURA JAKARTA (Italy)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. HOS. Cokroaminoto No. 117, Menteng, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 392 7531&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 310 1661&lt;br /&gt;E-mail : itacult@itacultjkt.com.id&lt;br /&gt;Web : www.itacultjkt.or.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;JAPAN FOUNDATION (Japan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Summitmas Building 2nd &amp;amp; 3rd Floor&lt;br /&gt;Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62 Jakarta 12190&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 525 5159&lt;br /&gt;: + 62 21 520 1266&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 525 5159&lt;br /&gt;E-mail : pkj@jps.or.id&lt;br /&gt;Web : www.jps.or.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;NASIONAL BENTARA BUDAYA JAKARTA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Palmerah Selatan No. 17 Jakarta 10270&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 548 3008 Ext. 7911&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 5369 9181&lt;br /&gt;E-mail : bbj@opme.gramedia.com &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;PUSAT KESENIAN JAKARTA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta 10330&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 316 2780&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 334 720&lt;br /&gt;E-mail : tamanismailmarzuki@yahoo.com &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;SAMPAN BUJANA SENTRA TRADISIONAL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Teuku Cikditiro II, No. 1 Jakarta 10350&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 392 3930&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 324 617&lt;br /&gt;E-mail : unieksampanbs@indonet.co.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;TAMAN ISMAIL MARZUKI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pusat Kesenian Jakarta Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta 10330&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 315 4087&lt;br /&gt;+ 62 21 319 37325 Fax : + 62 21 334 720&lt;br /&gt;+ 62 21 319 34720 E-mail : tkj_tim@cbn.net.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;TAMAN MINI INDONESIA INDAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Raya Taman Mini Jakarta 13560&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 840 0525 + 62 21 840 9238-9 + 62 21 840 9214 + 62 21 840 9251 + 62 21 840 9270&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 840 0709&lt;br /&gt;E-mail : administration@tamanmini.co.id tmii@indosat.net.id&lt;br /&gt;Web : www.taman-mini.co.id &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;TEATER UTAN KAYU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Utan Kayu No. 68H Jakarta 13120&lt;br /&gt;Tel : + 62 21 857 3399 + 62 21 857 3385&lt;br /&gt;Fax : + 62 21 857 3387 &lt;/p&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8165218795299263230?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8165218795299263230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8165218795299263230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8165218795299263230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8165218795299263230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/01/art-cultural-centers-in-jakarta.html' title='Art &amp; Cultural Centers in Jakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2369449937578472234</id><published>2009-01-07T22:42:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:19:22.565-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lainnya'/><title type='text'>About The City</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; is the dynamic capital city of the Republic of Indonesia, a country composed of more than 17,000 islands with a population of over 200 millions. Comprising more than 300 ethnic groups speaking 200 distinct languages and dialects, the Indonesian population exhibit incredible diversity in its linguistic, cultural and religious traditions. As the nation capital, Jakarta is truly a "meeting point" of representatives from troughout the archipelago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta is the lively social, cultural, economic and political hub of the nation, carrying a legacy of more than 30 years of largely uninterrupted economic expansion. It is home to many of the country's finest research institutions, educational facilities and cultural organizations, and uniquely serves both as the seat of national as well as regional government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategically positioned on the west side of the island of Java, the Capital City is the principal gateway to the rest of Indonesia. From Jakarta, sophisticated land, air and sea transport is available to the rest of the country.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Over the last several decades, Jakarta has proudly developed into one of Asia's most prominent metropolitan centers. With a current population 7.544.242 people, Jakarta has undergone dramatic growth.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source : http://www.jakarta-tourism.go.id/wisatastatik/welcometojakarta.php&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2369449937578472234?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2369449937578472234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2369449937578472234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2369449937578472234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2369449937578472234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2009/01/about-city.html' title='About The City'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2697103648476930991</id><published>2008-11-14T02:15:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:19:42.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Mengapa menggunakan kendaraan pribadi di tengah kemacetan Jakarta yang sangat parah!</title><content type='html'>&lt;i&gt;Mohon Partisipasi Netters &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dear all netters!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mahasiswa yang sedang melakukan penelitian (kualitatif) tentang transportasi Jakarta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan praktis penelitian saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Mengapa (apa faktor/alasan) masyarakat masih menggunakan mobil (kendaraan) pribadi untuk perjalanan kerjanya (ke kantor)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Target responden saya&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;(A) Rekan-rekan yang masih menggunakan mobil (kendaraan) pribadi untuk perjalanan kerjanya meskipun rumah relatif terjangkau oleh busway dan &lt;/b&gt;&lt;b&gt;kantornya berada si sekitar Kawasan Sudirman, Thamrin atau Kuningan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;(B) Rekan yang telah berpindah dari menggunakan mobil (kendaraan) pribadi ke busway untuk perjalanan kerjanya (ke kantor &lt;/b&gt;&lt;b&gt;sekitar Kawasan Sudirman, Thamrin atau Kuningan&lt;/b&gt;&lt;b&gt;) &lt;/b&gt;(atau yang melakukan &lt;i&gt;park and ride&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bila ada teman-teman neters yang sesuai kriteria tersebut.&lt;br /&gt;Saya sangat berharap teman-teman bersedia untuk diwawancara (di rumah, di kantor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;or else&lt;/span&gt; ; call/sms : &lt;span style="color: rgb(136, 136, 136);"&gt;081910509905&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(atau langsung memberikan jawaban (alasan-alasan) melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;comments&lt;/span&gt; atau email ke: &lt;a href="mailto:muhammadsoleh@gmail.com" target="_blank"&gt;muhammadsoleh@gmail.com&lt;/a&gt;) (mohon jelaskan pula lokasi rumah dan kantor anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian, (yang pasti) selain untuk kelulusan kuliah saya, juga akan saya kirimkan ke Pemda DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Dan resume penelitian akan saya publikasi di blog  www.muhammads.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan menjadi manfaat bagi Ibukota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih atas kerjasamanya&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(136, 136, 136);"&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Soleh&lt;br /&gt;081910509905&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2697103648476930991?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2697103648476930991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2697103648476930991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2697103648476930991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2697103648476930991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/11/mengapa-menggunakan-kendaraan-pribadi.html' title='Mengapa menggunakan kendaraan pribadi di tengah kemacetan Jakarta yang sangat parah!'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-664520034956686519</id><published>2008-11-14T01:02:00.001-08:00</published><updated>2008-11-14T01:02:54.024-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiburan'/><title type='text'>Profil Partai yang Tak Lolos Pemilu 2009</title><content type='html'>&lt;img style="position: relative; float: right; margin-left: 5px;" src="http://images.luqmanhakim.multiply.com/image/123/photos/upload/300x300/SOhRNAoKCncAABYB5N01/logo-pemilu2009-Kecil.jpg?et=qSHY8tTuEUzIIx8G6gYpzw&amp;amp;nmid=118638579" width="65" border="0" height="120" /&gt;Batas akhir penyerahan pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2009 adalah tanggal 12 Mei 2009 pukul 24.00 WIB lalu. Beberapa partai politik gagal dalam uji kualifikasi karena banyaknya sebab dan kendala. Pihak pers yang mencari keterangan mengenai profil partai politik yang gagal tersebut tak mendapat informasi apa-apa karena memang tak dikabarkan oleh KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Berikut profil partai yang tak lolos Pemilu 2009:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://luqmanhakim.multiply.com/reviews/item/3"&gt;luqmanhakim.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/01_PANTURA.jpg" alt="01 Pantura" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;Pantura&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Tempat Usaha Rakyat [?]&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Jalur Pantura Belok Kanan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Berangkat dari kekhilafan pengurus partai yang mendaftarkan partainya ke KPU dan memberikan tanda penunjuk jalan Pantura (Pantai Utara) sebagai logo partai. Belakangan diketahui bahwa PANTURA singkatan dari Partai Tempat Usaha Rakyat dan logo yang didaftarkan salah. Kebetulan salah satu pengurus PANTURA adalah ketua RT di daerah Pantura (Pantai Utara), sewaktu mendaftarkan ke KPU terburu-buru dan logo yang didaftarkan malah tanda penunjuk jalan Pantura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/02_PKPP.jpg" alt="02 PKPP" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PKPP&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Persatuan dan Kerukunan Pondok Pesantren&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Kesalahkaprahan dari beberapa Kyai di beberapa Pondok Pesantren daerah Jawa Timur mendaftarkan organisasi massanya ke KPU. Para Kyai ini berpikir bahwa dengan bentuk organisasi massa Persatuan dan Kerukunan Pondok Pesantren (PKPP) dapat menjadi salah satu kontestan partai politik. KPU langsung mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009 karena PKPP bukan merupakan partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/03_PPDI.jpg" alt="03 PPDI" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PPDI&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Pecinta Damai Indonesia&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang yang tidak menyukai kekerasan mendirikan partai ini. Namun karena kekurangan pendukung dan tidak adanya anggota di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang bisa disebut partai, akhirnya KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/04_PPRT.jpg" alt="04 PPRT" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PPRT&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Penggemar Roti Tawar&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang penggemar roti tawar mendirikan partai ini. Namun karena kurangnya wawasan berpolitik dan minimnya pengetahuan tentang berorganisasi (terutama organisasi politik), KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/05_GERINDA.jpg" alt="05 Gerinda" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;TOKO GERINDA&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Jual Perkakas dan Bahan Bangunan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Seorang karyawan dari Toko Gerinda (diduga stres akibat pekerjaan), secara iseng mendaftarkan logo toko tempatnya bekerja pada KPU untuk mengikuti seleksi partai di Pemilu 2009. Setelah diteliti, tidak ada AD/ART dan berkas-berkas administratif yang lengkap selain logo toko. Karyawan tersebut telah diamankan oleh pihak yang berwajib. Setelah lewat berbagai pemeriksaan, karyawan yang bersangkutan akhirnya dikirimkan ke Rumah Sakit Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/06_PABARBER.jpg" alt="06 Barber" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;BARBER&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Baris Berbaris&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok alumni paskibra membentuk Partai Baris Berbaris. Kedisiplinan yang diperoleh saat menjadi paskibra terbukti dari kelengkapan administratif dan berkas-berkas yang didaftarkan ke KPU. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/07_PMPINDONESIA.jpg" alt="07 PMPI" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PMPI&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Maskapai Penerbangan Indonesia&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok pilot, pramugari dan praktisi penerbangan Indonesia membentuk partai bersama dengan harapan agar tidak ada lagi kecelakaan pesawat di Indonesia. Dalam pembentukannya, akibat kesibukan masing-masing pengurus, mereka tidak sempat membuat AD/ART yang baku. Ketika didaftarkan, KPU menilai administrasi dan berkas-berkasnya tidak lengkap, oleh karena itu partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/08_PKK.jpg" alt="08 PKK" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PKK&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Kesejahteraan Keluarga&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Bersih, Higienis dan Enak&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok ibu-ibu PKK membentuk Partai Kesejahteraan Keluarga untuk mengikuti Pemilu 2009. Partai ini mengutamakan keluarga sebagai tonggak utama kehidupan bernegara, menggunakan logo alat-alat makan (sendok, garpu dan pisau dapur) sebagai simbol kesejahteraan dalam keluarga. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/09_PAP.jpg" alt="09 PAP" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PAP&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Anak Punk&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Hidup adalah Punk&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok anak-anak punk mendaftarkan kelompoknya pada KPU. Filosofi yang mereka angkat adalah 'Hidup adalah Punk', mensosialisasikan gaya hidup punk dengan segala pernak-perniknya. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/10_PARTAIPIN.jpg" alt="10 PIN" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PIN&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Perlunya Ingat Nomer PIN&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Ingat nomer PIN-mu?&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang-orang pelupa terutama para nasabah bank yang sering lupa dengan nomer PIN ATM membentuk partai untuk membentuk solidaritas bersama. Ketika diperiksa kelengkapan administrasi dan berkas-berkas yang didaftarkan, KPU mencoret partai ini dari Pemilu 2009 karena lebih pada kumpulan komunitas orang-orang pelupa yang bisa saling mengingatkan, bukan sebagai partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/11_PARTAIKERANTAUAN.jpg" alt="11 Kerantauan" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PARTAI KERANTAUAN&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok anak-anak rantau membentuk partai dengan tujuan agar segala kehidupan mereka dapat terjamin di tanah rantau. Namun karena pembentukan administrasi dan kelengkapan partai yang tidak memadai, ditambah ketidakjelasan visi dan misi partai, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/12_PPB.jpg" alt="12 PPB" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PPB&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Payung Biru&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Sedia payung biru sebelum hujan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok pengusaha payung dan praktisi ojek payung, membentuk partai ini dengan nama Partai Payung Biru. Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata tujuan utama partai ini lebih mengarah kepada ekspansi usaha mereka saat Pemilu 2009. Ketika diperiksa, para pengurus partai mengaku bahwa saat pesta demokrasi Indonesia, mencoblos tanda gambar di lapangan butuh payung untuk menahan terik dan panas matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/13_PSB.jpg" alt="13 PSB" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PSB&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Sangat Bingung&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Membela yang... Mana?&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang-orang yang punya banyak kemauan dan keinginan bermaksud mendirikan partai. Namun karena mereka bingung mau diarahkan ke mana, ditujukan ke mana, semua tak ada yang jelas, akhirnya kesepakatan pembentukan partai ini ada pada nama Partai Sangat Bingung, sesuai dengan karakter anggota-anggotanya. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena mereka masih bingung dengan bentuk partainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/14_PPW.jpg" alt="14 PPW" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PPW&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Pecinta Wanita&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Tanpa wanita, laki-laki merana...&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Awalnya didirikan oleh para suami yang sangat mencintai istrinya. Namun sejak keanggotaan partai dibuka luas, banyak laki-laki dari beragam jenis, yang belum beristri, yang masih sendiri dan lainnya ikut partai ini. Tak hanya laki-laki, kalangan perempuan, bahkan waria alias banci alias bencong juga ikut. Kericuhan terjadi, konflik internal tak dapat dielakkan. Oleh karena itu KPU mencoret keikutsertaan partai ini di Pemilu 2009 sampai konflik internalnya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/15_PSI.jpg" alt="15 PSI" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PSI&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Primata Schmutzer Indonesia&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Kesalahan berkas. Di dalam daftar partai politik peserta pemilu, terdapat dokumen Primata Schmutzer Indonesia. Entah dari mana berkas tersebut yang pasti ini bukan partai dan tidak akan disertakan dalam Pemilu 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/16_PDU.jpg" alt="16 PDU" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PDU&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Dari Urek-urekan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang dari banyak kalangan membentuk partai untuk ikut Pemilu 2009. Namun karena sulitnya menyatukan persepsi karena datang dari berbagai kalangan, sampai menentukan nama hingga logo, kesepakatan yang tidak pernah bulat dari internal, mereka membentuknya menjadi Partai Dari Urek-urekan, logo yang diambilpun berasal dari coret-coretan. KPU mencoret dari keikutsertaan di Pemilu 2009 karena partai ini secara internal susah menyatukan persepsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/17_PKA.jpg" alt="17 PKA" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PKA&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Kembali ke Alam&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Pakar Alam&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok pecinta alam dan pedagang tanaman sepakat untuk menyelamatkan alam melalui politik. Dengan dasar ini mereka membentuk Partai Kembali ke Alam untuk memperjuangkan menyelamatkan bumi. Namun saat diperiksa kelengkapan berkas administrasinya, didapati kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia tidak memenuhi syarat, maka KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/18_PMS.jpg" alt="18 PMS" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PMS&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Mencari Sasaran&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok penggemar olahraga memanah, menembak dan yang menyukai akurasi bidikan membentuk partai ini dengan dasar membidik haruslah tepat sasaran. Namun karena jumlah kuota pimpinan daerah dan pimpinan daerah yang tidak cukup di seluruh Indonesia, partai ini tidak memenuhi syarat, maka KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/19_PARTAIPBI.jpg" alt="19 PBI" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PBI&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Pecinta Batman Indonesia&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok pecinta Batman yang berseberangan dengan kelompok pecinta Batman yang lain, mendirikan partai yang berbeda dengan maksud yang sama, membawa karakter Batman sebagai pahlawan ke gedung parlemen. Namun apa daya, saat diperiksa kelengkapan berkas administrasinya, didapati kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia tidak memenuhi syarat, maka KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/20_PDKE.jpg" alt="20 PDKE" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PDKE&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Penggemar Donat dan Kue Enak&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Ada yang iseng mengirimkan berkas-berkas pendaftaran partai pada KPU, mengirimkan gambar donat dan menuliskannya sebagai Penggemar Donat dan Kue Enak. KPU langsung membuang berkas tersebut dan takkan memasukkannya dalam daftar peserta Pemilu 2009. Sampai sekarang masih jadi pertanyaan, siapa yang mengirimkan berkas pendaftaran partai dengan gambar donat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/21_BINTANGAN.jpg" alt="21 Bintangan" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;BINTANGAN&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Bintang Lautan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok ilmuwan biologi kelautan membentuk partai untuk menyuarakan keselamatan biota laut dan lingkungan. Terburu-buru menyiapkan segala berkas administrasi dan membuat logo, akhirnya logo yang dibuat adalah bintang laut yang kurang satu karena bintang laut itu memiliki lima ruas dan bukan empat. Akibat terburu-buru dan banyak kekurangan dalam berkas administrasi, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/22_PARTAIKOLOR.jpg" alt="Partai Kolor" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PARTAI KOLOR&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Komunitas Loyal Rakyat&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Menggunakan celana kolor sebagai simbol loyalitas rakyat sulit diterima dengan akal sehat. Celana kolor, apapun bentuknya adalah bentuk simbol yang menjurus ke arah aktivitas dan kegiatan yang berdekatan dengan pornografi dan pornoaksi, oleh karena itu KPU mencoret Partai Kolor dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/23_PARTAIGOLKAN.jpg" alt="GOLKAN" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;GOLKAN&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Golongan Kantoran&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok eksekutif dan karyawan kantoran membentuk partai ini, berlogo brankas sebagai simbol penyimpan data yang pasti ada di setiap kantoran, dikelilingi oleh padi dan kapas sebagai lambang kemakmuran. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/24_PPPK.jpg" alt="PPPK" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PPPK&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok profesi paramedis muslim mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi partai-partai di Pemilu 2009. Setelah diteliti, tidak ada AD/ART dan berkas-berkas administratif yang menunjukkan organisasi ini adalah partai. Logo yang dipakai adalah kotak obat yang diganti warnanya dengan nuansa hijau kuning dan hitam. Keputusan KPU mencoret dari kepesertaan Pemilu 2009 karena organisasi ini lebih pada sekelompok profesi paramedis, bukan sebagai partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/25_PDT.jpg" alt="PDT" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PDT&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Damai dan Tentram&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang pecinta damai mendirikan partai ini dengan tujuan agar Indonesia selalu damai dan tentram. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/26_PNBCI.jpg" alt="26 PNBCI" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PNBCI&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Nasional Benteng Catur Indonesia&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang penggemar catur mendirikan partai ini. Kesukaan mereka pada catur menganggap bahwa berpolitik itu sama dengan memainkan bidak-bidak catur di atas papan permainan. Namun karena ketidaklengkapan berkas administrasi kepengurusan saat didaftarkan, KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/27_PDB.jpg" alt="27 PDB" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PDB&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Datang Bulan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok perempuan yang datang bulannya tidak teratur, membentuk partai ini dengan harapan setelah berkelompok dan membentuk partai, menstruasi mereka bisa lancar dan teratur. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena visi dan misi yang tidak jelas, hanya mengutamakan perempuan yang datang bulannya tidak teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/28_PBIP.jpg" alt="28 PBIP" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PBIP&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Batman Itu Pahlawan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok penggemar Batman mendirikan partai ini. Mereka beranggapan bahwa Batman itu pahlawan dan pantas diusung ke pentas politik Indonesia untuk menyebarkan semangat kepahlawanan Batman di gedung parlemen. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/29_PBL.jpg" alt="29 PBL" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PBL&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Bintang di Langit&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok astronomi membentuk partai ini. Mereka beranggapan bahwa bintang itulah yang menuntun mereka menuju titik terang. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://s17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/?action=view&amp;amp;current=30_BEROTOT.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/30_BEROTOT.jpg" alt="30 Berotot" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;BEROTOT&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Berotot&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok binaragawan membentuk partai untuk mempopulerkan olahraga berotot di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, partai ini tak mampu merumuskan apa visi dan misi otot dalam kaitannya dengan politik. Oleh karena itu KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/31_PARTAITERIKAT.jpg" alt="31 Demokrat" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PARTAI TERIKAT&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang yang sangat mengikat membentuk partai ini. Sejalan dengan waktu, karena saling mengikat dalam visi dan misi yang berbeda, partai ini mengalami konflik internal, ada yang tetap ingin terikat namun ada yang tak mau terikat. Sampai akhirnya ketika didaftarkan, jumlah kuota pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang tidak cukup karena adanya konflik internal tersebut, KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/32_PKBI.jpg" alt="32 PKBI" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PKBI&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Kekasih Berpacaran Indonesia&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang yang dimabuk asmara membentuk partai untuk menyamakan persepsi tentang cinta dan kasih sayang. Namun ketika diperiksa oleh KPU kelengkapan syarat-syarat menjadi partai ternyata tidak memenuhi kualifikasi dan partai ini dicoret dari kepesertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/33_PSS.jpg" alt="33 PSS" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PSS&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Sup Sedap&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang penggemar sup mendirikan partai ini. Konsepnya sederhana saja, mereka ingin bisa makan sup di mana saja, kapan saja. Membudayakan makan sup dalam kehidupan sehari-hari. Namun karena ketidakjelasan visi dan misi partai, hanya terbatas bagi kalangan penggemar sup, partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/34_PKNN.jpg" alt="34 PKNU" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PKNN&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Kepala Nyut-Nyutan&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang dari berbagai kalangan bersepakat membentuk partai. Hanya saja sewaktu menetapkan nama partai, kesepakatan sulit dicapai hingga kepala mereka menjadi pusing. Sampai akhirnya nama yang disepakati adalah Partai Kepala Nyut-Nyutan, sesuai dengan kepusingan mencari nama yang sesuai, yang didapat adalah itu. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena ketidaklengkapan administrasi dan berkas-berkas. Pusing katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/41_PARTAIEUREKA.jpg" alt="Partai Eureka" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PARTAI EUREKA&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Eureka!&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok ilmuwan pengagum Archimedes (287-212 SM) membentuk partai ini. Berlogo segi delapan dengan arti delapan penjuru angin sebagai bentuk keilmuan yang luas. Namun karena karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolutions/43_PDoI.jpg" alt="43_PDoI" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PDoI&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Partai Donat Indonesia&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok pengusaha donat dan penggemarnya bersatu membentuk partai ini. Jaringan yang cukup banyak di seluruh Indonesia membuat partai ini lumayan cukup baik dari dari segi kebersamaan para pecinta donat di seluruh Indonesia. Namun saat dilakukan &lt;i&gt;fit and proper test&lt;/i&gt; termasuk uji kelayakan keanggotaan juga kepantasan logo, KPU tidak menemukan sesuatu yang cukup berarti selain memperjuangkan donat agar masuk gedung parlemen dan trik marketing penjualan donat lewat UU. Oleh karenanya KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolutions/44_PARTAINYURUH.jpg" alt="Partai Nyuruh" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;table width="500" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td width="100"&gt;&lt;strong&gt;Nama Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="15" align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td width="385"&gt;PARTAI NYURUH&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Singkatan Partai&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;-&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Semboyan/Jargon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;Laksanakan segera!&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Sekelompok orang yang disebut majikan, merasa tak puas dengan pekerjaan bawahannya, membentuk partai dengan nama Partai Nyuruh. Didasarkan pada satu solidaritas bersama menyatukan kekuatan untuk menyuruh bawahannya, apalagi yang tergolong bandel, mbeling dan ndablek. Ketika didaftarkan, KPU langsung mencoret partai ini karena baru berbentuk partai saja bisanya hanya main perintah, menyuruh-nyuruh, bagaimana bila menjadi wakil rakyat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;dikopi dari : &lt;a href="http://luqmanhakim.multiply.com/reviews/item/3"&gt;Blog Goblog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-664520034956686519?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/664520034956686519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=664520034956686519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/664520034956686519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/664520034956686519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/11/profil-partai-yang-tak-lolos-pemilu.html' title='Profil Partai yang Tak Lolos Pemilu 2009'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i17.photobucket.com/albums/b89/pengacau/Partai2009_HighResolution/th_01_PANTURA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-664416023196236135</id><published>2008-10-30T20:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T20:17:18.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Dialog Absurd Warga Djakarta</title><content type='html'>&lt;b&gt;Asli bajakan . . . &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pembeli CD: &lt;/i&gt;"Wah, suaranya udah bagus banget! Ori ya?"&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penjual CD:&lt;/i&gt; "Nggak mas, bajakan kok ini, tapi bajakan yang official."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITC Mangga Dua, didengar oleh si pembeli lain yang senang karena cd bajakan sekarang sudah legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ya udah! 10.000 dapet dua, tapi gak bisa kurang lagi! &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pembeli: &lt;/i&gt;"Pak, ikan cupang-nya satunya berapa?"&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penjual ikan: &lt;/i&gt;"Lima ribu dek."&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pembeli:&lt;/i&gt; "Wah, mahal banget tuh pak, kalo lima jadi Rp 25.000,- gimana?"&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penjual ikan:&lt;/i&gt; "Wah, belum dapet tuh dek . . . "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didengar oleh teman yang ingin memasukan si penjual dan pembeli ke dalam toples berisi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ternyata kamu tidak se-populer itu, nak . . . &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah taksi, seorang teman mengusulkan ganti haluan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak kuliah #1: &lt;/i&gt;"Pak, kita ngga jadi ke Binus, jadinya ke rumah saya aja ya."&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak kuliah #2:&lt;/i&gt; "Iya, rumah lo di manee? Kita aja ga tau rumah lo di mana, apalagi si Pak Supir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didengar oleh anak kuliah dan si pak supir yang langsung mengarahkan taksi ke RSJ Grogol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;sumber : &lt;a href="http://lepasstress.blogspot.com/"&gt;Lepas Stressssssssssssssssss!!!&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-664416023196236135?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/664416023196236135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=664416023196236135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/664416023196236135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/664416023196236135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/10/dialog-absurd-warga-djakarta.html' title='Dialog Absurd Warga Djakarta'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3144343885639738284</id><published>2008-10-05T02:59:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T03:02:31.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Mana janjimu?</title><content type='html'>Padamu negeri kami berjanji...&lt;br /&gt;Padamu negeri kami berbakti...&lt;br /&gt;Padamu negeri kami mengabdi...&lt;br /&gt;Bagimu negeri jiwa raga kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget lagu itu kan? Dulu waktu kita masih sekolah banyak hal-hal baik yang diajarkan oleh para guru kita.&lt;br /&gt;Dulu...&lt;br /&gt;Setelah lulus, kenapa tidak semua orang menepati janji yang pernah diucapkannya itu? Ketika bangsa kita semakin terpuruk dengan hutang luar negeri yang kian menggunung, ketika semakin banyak saudara-saudara kita yang harus menjalani hidupnya di bawah garis kemiskinan...&lt;br /&gt;Kenapa semua hanya melihat dirinya sendiri. Kayaknya gaya hidup "Terserah Gue" tuh sekarang makin ngetrend aja deh di negeri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada gak ya, yang berpikir gimana caranya bayar hutang Indonesia...&lt;br /&gt;Gimana ngatasin bencana-bencana yang udah kita buat sendiri seperti banjir setiap hujan deras, lumpur di Sidoarjo, pemanasan global, krisis ekonomi yang berkepanjangan...&lt;br /&gt;Gimana ngebersihin sungai-sungai yang makin pekat warnanya, gimana ngatasin macet yang makin parah, yang intinya sih berpikir untuk bikin bangsa kita ini jadi bagus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mau selamanya kita terpuruk dalam kondisi yang begini...&lt;br /&gt;Gak malu apa dicap miskin mulu sama bangsa lain... (Ngutang mulu)&lt;br /&gt;Oke lah kalo menurut kita itu baik-baik aja, tapi gimana dengan nasib generasi kita berikutnya...&lt;br /&gt;Apakah anak cucu kita juga akan menjadi "korban peradaban" yang katanya semakin maju...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya kalo ngandelin pemerintah sih percuma, karena mereka sendiri udah banyak yang lupa sama janjinya di atas. Trus gimana donk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mau bayar utang luar negeri kita?&lt;br /&gt;Siapa yang mau benerin semua kerusakan yang terjadi di negeri kita?&lt;br /&gt;Pejabat kah? Ulama kah? Para pemuda kah? Atau nunggu generasi selanjutnya kah? (keburu ancur deh)&lt;br /&gt;Kalo menurut kalian gimana? Inget nih, Indonesia adalah tanah air kita. Tempat dimana kita semua menjalani hidup hingga sekarang dan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;sumber : &lt;a href="http://dgreatari.blogspot.com/2008/10/mana-janjimu.html"&gt;http://dgreatari.blogspot.com/2008/10/mana-janjimu.html&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3144343885639738284?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3144343885639738284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3144343885639738284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3144343885639738284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3144343885639738284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/10/mana-janjimu.html' title='Mana janjimu?'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5808325409884411090</id><published>2008-09-30T23:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T23:58:00.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1429 H</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Trebuchet MS; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dear Muslimin /Muslimat Sekalian,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Atas segala kesalahan/kehilafan baik disengaja ataupun tidak, &lt;span style="color: navy;"&gt;Kami&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Mohon dimaafkan lahir &amp;amp; batin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Trebuchet MS; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 12pt; font-weight: bold;"&gt;Minal ‘Aidin Wal Faidizin, Taqabbalallhu minna wa minkum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Trebuchet MS; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 12pt; font-weight: bold;"&gt;Selamat Idul Fitri 1429 H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Semoga Allah SWT, senantiasa mencurahkan rahmatNYA kepada kita semua, diampuni dari segala dosa yang pernah kita perbuat, diterima semua amal kita selama bulan Ramadhan serta dijadikannya kita sebagai hambanya yang “Bertaqwa”. Amin………………….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Wassalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5808325409884411090?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5808325409884411090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5808325409884411090' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5808325409884411090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5808325409884411090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/09/selamat-idul-fitri-1429-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1429 H'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8859128791638013756</id><published>2008-09-15T22:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T22:07:50.529-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemiskinan'/><title type='text'>Kelangkaan Gas, Minyak Tanah, Arang …</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/small&gt;        Bingung melihat negara ini. Katanya kita disuruh pindah dari minyak tanah ke gas (elpiji). Sekarang gas langka. Gimana ini? Bahkan katanya, arang sekalipun juga mulai susah didapatkan. (Belum lagi naiknya harga minyak goreng, dan seterusnya.)&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Rakyat yang miskin makin miskin, yang kaya malah bisa dapat diskon.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp;Kata istri saya kalau belanja di atas 100 ribu rupiah di tempat tertentu (toko besar tentunya), maka bisa dapat diskon untuk beli minyak goreng. Halah. Artinya orang yang belanjanya besar dapat diskon, sementara rakyat miskin yang hanya bisa belanja puluhan ribu rupiah tidak bisa menikmati hal tersebut.&lt;br /&gt;Seorang kawan bercerita bahwa untuk mendapatkan air bersih, orang di sekitar rumahnya harus membeli air (dari tukang dorongan) dengan harga yang mahal. Sementara rumah-rumah besar mendapatkan air dari PDAM dengan harga yang murah.&lt;br /&gt;Sigh … Pusing mikirin yang kayak gini. Lebih baik tidak usah dipikirkan ya? Bikin stress saja. Atau kita ramai-ramai minggat dari Indonesia? hi hi hi.&lt;br /&gt;Setelah kelangkaan gas, minyak tanah, dan seterusnya … sebentar lagi ada &lt;strong&gt;kelangkaan kesabaran!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;Sumber: http://rahard.wordpress.com/2008/05/05/kelangkaan-gas-minyak-tanah-arang/&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8859128791638013756?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8859128791638013756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8859128791638013756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8859128791638013756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8859128791638013756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/09/kelangkaan-gas-minyak-tanah-arang.html' title='Kelangkaan Gas, Minyak Tanah, Arang …'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5623891583349708521</id><published>2008-06-13T20:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:20:04.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PRJ'/><title type='text'>Mimpi Jakarta sebagai Gerbang Budaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/15/Utama/ut01.htm"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SUARA PEMBARUAN DAILY&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;p&gt; &lt;img src="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/15/Utama/15jakart.gif" alt="" align="left" vspace="6" width="228" height="296" hspace="9" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; SP/Alex Suban&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kawasan Silang Monas (Monumen Nasional), &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;b&gt;Jakarta sudah semakin tua. Kota yang menyimpan banyak cerita dan peristiwa. Setelah 481 tahun berlalu, wajah Jakarta telah banyak berubah. Gelombang modernisasi menjelma dalam bentuk gedung-gedung pencakar langit dan gaya hidup urban. Mungkinkah Jakarta menjadi gerbang budaya Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Hampir setiap tahun, Hari Ulang Tahun Jakarta selalu dirayakan dengan meriah dan megah. Penyalaan kembang api, pentas seni hingga beragam acara lain. Kini &lt;i&gt;Jakarnaval&lt;/i&gt; menjadi puncak acara perayaan hari ulang tahun Jakarta ke-481. Seperti tahun 2007, perayaan tersebut akan diisi dengan atraksi, kesenian dari 10 daerah, dan pawai mobil hias. Termasuk iringan ondel-ondel, rebana marawis, dan tanjidor yang menjadi kesenian khas daerah tuan rumah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pada 2007, perayaan tersebut memang berlangsung meriah. Namun, kemeriahan tersebut mungkin tidak terulang pada tahun 2008 ini. Keterbatasan dan keterlambatan alokasi dana kegiatan menjadi penyebabnya. Namun, sejumlah pertunjukan seni dan pawai tetap saja diadakan seperti acara Jakarta Anniversary Festival (JAF) VI 2008. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Direktur Gedung Kesenian Jakarta, Marusya Nainggolan mengatakan JAF 2008 memasuki penyelenggaraan yang ke-7 dengan tema "Jadikan Jakarta Pintu Gerbang Budaya yang Inovatif dan Bersahabat". Jakarta merupakan Ibukota Indonesia yang menjadi pintu gerbang budaya untuk berbagai seni tradisi dan kontemporer dari Indonesia maupun mancanegara. Melalui seni budaya diharapkan akan terjalin hubungan persahabatan antardaerah dan antarnegara. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Jakarta sebagai gerbang budaya boleh jadi sekadar tema. Tetapi lalu muncul banyak pertanyaan dari slogan itu. Apakah memang warga Jakarta sudah cukup berbudaya? Apakah pemerintah daerah Jakarta memang sudah menghargai budaya yang ada? Lantas bagaimana tafsir dan eksekusinya? Sudahkah aparatur pemda siap dengan tema itu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurut Kepala Sub Dinas Promosi Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta I Nyoman Wedhana, Jakarta sebagai Gerbang Budaya memegang peran kunci dalam menyukseskan program pariwisata. Ada dua alasan untuk itu. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, Jakarta merupakan pintu masuk bagi turis  asing dan lokal yang berkunjung ke Indonesia. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, Jakarta sebagai Kota Metropolitan adalah miniatur Indonesia karena perpaduan beragam kebudayaan daerah hasil urbanisasi besar-besaran di kota tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Nyoman Wedhana mengharapkan semoga penyelenggaraan &lt;i&gt;Jakarnaval&lt;/i&gt; yang sederhana pada tahun 2008 ini, bisa sukses dan berlangsung aman tanpa kendala berarti. Ia berjanji penyelenggaraan di tahun 2009 bakal lebih semarak dan meriah seperti yang pernah terjadi pada 2006 dan 2007.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Bagaimanapun Jakarta adalah kawasan peninggalan jejak-jejak tempo dulu Sunda Kelapa yang masih tersisa. Sebagian besar warisan telah lenyap, tetapi pelestarian masih bisa dilakukan dengan metode: konservasi, rekonstruksi, atau revitalisasi. Upaya ini diperlukan untuk mengangkat dan menimbulkan kembali kawasan-kawasan bersejarah. Sebut saja Kota, kawasan kota tua yang baru-baru ini ditemukan benda-benda antik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sejumlah kasus pembongkaran bangunan-bangunan kuno bersejarah seperti Gedung Candranaya. Pemerintah beralasan harus memberikan tempat bagi bangunan baru yang modern. Situasi ini menimbulkan keprihatinan karena kehilangan bangunan kuno berarti kehilangan warisan sejarah berharga. Belum lagi aksi-aksi vandalisme yang merusak banyak warisan budaya di Jakarta. Ditambah lagi kasus premanisme yang mencoreng wajah Jakarta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Asep Kambali, Sejarawan dari Komunitas Historia Indonesia (KHI) mengatakan           slogan &lt;i&gt;Gerbang Budaya&lt;/i&gt; sudah tidak tepat diberikan kepada Kota Jakarta. Nilai tersebut, tutur Asep, telah pudar, karena kebudayaan kurang mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat perkotaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Umumnya, masyarakat perkotaan lebih memandang kebudayaan dan sejarah sebagai sesuatu yang membosankan. Tidak mendapat prioritas utama dalam kehidupan mereka, termasuk pemerintah," tutur Asep.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kini, Jakarta hanyalah tempat singgah bagi wisatawan dan tempat mencari uang bagi pendatang. Ia mengatakan, hal itu terjadi karena berubahnya apresiasi masyarakat terhadap nilai kebudayaan. Penjiwaan masyarakat terhadap nilai budaya telah menurun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Budaya hanya menjadi hiburan yang bersifat selingan saja, karena masyarakat lebih tertarik membahas permasalahan ekonomi. Tidak heran, jika kebudayaan semakin tersisih dari kehidupan perkotaan," tambah Asep.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Asep mengatakan berbagai kegiatan seni dan budaya menyambut HUT Jakarta merupakan hal positif demi kelestarian budaya. Namun, menyayangkan kegiatan itu hanya bersifat hiburan semata. Tidak ada pembahasan mendalam mengenai nilai budaya yang ditampilkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;b&gt;Sekadar Perayaan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Perayaan HUT Jakarta 2008 mungkin tidak sepenuhnya berkonsep sadar budaya. Pemerintah hampir tidak peduli dan menghargai pengembangan budaya. Termasuk juga menjadikan warga Jakarta "berbudaya" tertib dan taat aturan. Anggaran dan dana seringkali dituding sebagai penyebab masalah. Budaya pop dan modern lebih sering digadang-gadang. Itulah sebabnya Jakarta tidak pernah mengubah warganya menjadi "berbudaya". Konsep budaya disamaratakan dengan hiburan dan pesta perayaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Sampai sekarang, agenda kegiatan unggulan yang akan dilaksanakan untuk peringatan HUT Jakarta ke-481 belum terhimpun. Hal itu bisa dimaklumi, karena SKO (Surat Keputusan Otorisas, Red) telat, jadi dananya pun telat," kata Nyoman Wedhana. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Keterlambatan pengesahan SKO, ujar dia, disebabkan oleh banyaknya penggantian posisi jabatan dalam struktur organisasi pemda. Hal itu menyebabkan pejabat baru yang bertugas di pos barunya perlu penyesuaian dan waktu untuk mempelajari berbagai dokumen dan rencana kerja atau kegiatan yang terbentuk sebelumnya. Termasuk kegiatan &lt;i&gt;Jakarnaval&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tetapi, SKO tersebut telah disahkan sehingga &lt;i&gt;Jakarnaval&lt;/i&gt; positif dapat berjalan seperti tahun 2007. Namun, alokasi dana mengalami penurunan, tidak seperti tahun 2006 dan 2007, yang mencapai Rp 1,5 miliar hingga Rp 1 miliar, tahun 2008 hanya mendapat alokasi sebesar Rp 500 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Nyoman Wedhana mengatakan untuk menyiasati keterbatasan dana itu, panitia melakukan beberapa pendekatan. Diharapkan, melalui pendekatan itu akan diperoleh dana tambahan untuk kesuksesan acara. Jika berhasil, sebagai contoh, panitia akan meminta bantuan dana Bank DKI untuk pengadaan kembang api karena tanpanya acara menjadi kurang &lt;i&gt;greget&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sementara itu, gelegar musik yang biasanya diadakan setelah malam puncak itu, batal. Maklum, ucapnya, karena untuk mengadakan acara itu perlu biaya yang besar. Pada tahun 2007, dana sponsor yang membiayai gelegar musik tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Walau dana terbatas, warga Ibukota tidak perlu khawatir karena &lt;i&gt;Jakarnaval&lt;/i&gt; tetap dilaksanakan oleh Pemda. Menurut Nyoman, acara tahunan itu dilangsungkan pada 5 Juli 2008, pukul 19.00 WIB. Mengapa malam hari? Karena iring-iringan pawai dan hiasan di sepanjang rute perjalanan bakal terlihat indah di kegelapan malam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;b&gt;Artis Top&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Setelah dilepas Gubernur DKI di panggung kehormatan di Medan Merdeka Selatan. Arak-arakan menyusuri rute Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jenderal Sudirman dan berakhir di kawasan Semanggi. Peserta mobil hias yang telah terdaftar sebanyak 17 mobil dari masing-masing Unit Pemda, terdiri dari Dinas, Subdinas, dan Biro, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). &lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Dengan berbagai kendala dan batas penutupan pendaftaran yang masih lama, 19 Juni, terdaftarnya 17 peserta itu merupakan hal yang menakjubkan. Selain itu, tingginya biaya pembuatan mobil hias yang berkisar Rp 40 juta - Rp 100 juta ternyata tidak menjadi halangan bagi peserta," tutur Nyoman Wedhana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Guna mendukung karnaval itu, malam final pemilihan Abang None (abnon) DKI Jakarta dilaksanakan pada 4 Juli 2008. Nantinya, pasangan abnon terpilih, bersama artis top Ibukota ikut di iring-iringan delman dan mobil hias dalam pawai budaya itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pelaksanaan acara yang pada awalnya bernama Delman Hias itu, menurut Nyoman, merupakan komitmen Pemda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta adalah kota yang aman untuk melaksanakan kegiatan akbar. Jadi, isu-isu miring yang menyatakan Jakarta adalah kota yang tidak ramah bagi kegiatan turisme akan terjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tidak mau kalah, Suku Dinas Kebudayaan dan Permuseuman di lima wilayah Kotamadya DKI Jakarta juga mempunyai agenda kegiatan sendiri. Kegiatan apa yang dilangsungkan, jelas Nyoman, tergantung dari kebijakan masing-masing pejabat kotamadyanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kota Jakarta juga memiliki kalender acara, seperti &lt;i&gt;Jakarta Great Sale&lt;/i&gt;, mulai dari Juni hingga Juli 2008. Acara itu diadakan di pusat perbelanjaan dan pertokoan di sekitar ibu kota, seperti mal dan Pusat Grosir yang berhias diri ala Betawi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kemudian beberapa kegiatan di tempat wisata dan museum di seantero Jakarta, seperti Taman Impian Jaya Ancol mengadakan acara bernuansa Betawi bertema &lt;i&gt;Gue Anak Jakarta&lt;/i&gt;, pada 21 Juni dan Perayaan HUT Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta pada 22 Juni. Mulan Jameela merupakan satu di antara artis ibu kota pengisi acara &lt;i&gt;Gue Anak Jakarta&lt;/i&gt; itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sementara Menurut Kepala Humas TMII Jerrimias Lahama, alunan musik orkes gambang kromong Noray Grup di Panggung Parkir Utara mengiringi perayaan hari jadi Jakarta di TMII. Orkes itu tampil pada 22 Juni, pukul 10.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati ragam kesenian Betawi dengan mengikuti paket khusus yang tersedia di anjungan DKI Jakarta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Bertempat di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, pada 12 Juni-13 Juli berlangsung acara Pekan Raya Jakarta (PRJ). Seperti diberitakan pada harian ini, Rabu (11/6), rencananya PRJ akan diikuti oleh 2000 peserta perusahaan dalam dan luar negeri. PRJ sebagai tempat promosi wisata dan produk komersial lainnya diharapkan mendatangkan pengunjung tiga juta orang, dengan total transaksi sekitar Rp 1 miliar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Jakarta bukanlah sekadar bingkai kota tua. Banyak lembaran kenangan masa lalu yang tak boleh dilupakan. Untuk menjadikan Jakarta "Gerbang Budaya", pemerintah perlu berupaya lebih serius dari sekadar melempar slogan. Upaya memelihara dan melestarikan unsur-unsur budaya juga penting dilakukan. Termasuk menanamkan kesadaran pada seluruh warga. Kelak suatu hari Jakarta akan pantas menyandangnya. [RRS/N-5/U-5]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5623891583349708521?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5623891583349708521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5623891583349708521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5623891583349708521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5623891583349708521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/07/mimpi-jakarta-sebagai-gerbang-budaya.html' title='Mimpi Jakarta sebagai Gerbang Budaya'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-415008862928844267</id><published>2008-06-04T23:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:20:19.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KRL-MRT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Waterway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monorel'/><title type='text'>Pola Transportasi Makro Jakarta 2015</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola Transportasi Makrto &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; (PTM) mengintegrasikan 4 sistem transportasi publik, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bus Rapid Transit (BRT) / Bus priority (Busway) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Light Rail Transit (LRT) / Monorel &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mass Rapid Transit (MRT) / KRL&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waterway / Angkutan Sungai&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Rencana PTM Jakarta sampai dengan 2015, diperoleh dari laporan studi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan pada tahun 2006 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SEeLzNfZKjI/AAAAAAAAAyo/TTI2arULhh0/s1600-h/PTM+Jakarta+2015.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SEeLzNfZKjI/AAAAAAAAAyo/TTI2arULhh0/s320/PTM+Jakarta+2015.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208285205988190770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diharapkan dengan PTM, meningkatkan kinerja sistem transportasi, mengurangi kemacetan di jalan, menekan konsumsi BBM, serta menurunkan tingkat polusi udara Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-415008862928844267?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/415008862928844267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=415008862928844267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/415008862928844267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/415008862928844267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/06/pola-transportasi-makro-jakarta-2015.html' title='Pola Transportasi Makro Jakarta 2015'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MhJ4DbySLZM/SEeLzNfZKjI/AAAAAAAAAyo/TTI2arULhh0/s72-c/PTM+Jakarta+2015.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-9217329198301422210</id><published>2008-05-05T23:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T23:26:52.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Transportasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: black;"&gt;Transportasi adalah bagian dari aktivitas manusia yang tidak dapat hilang sejak keberadaan manusia itu sendiri. Manusia melakukan transportasi untuk berpindah atau memindahkan sesuatu dengan bebagai cara untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Transportasi bisa dilakukan dengan sangat sederhana seperti berjalan kaki atau berteknologi tinggi seperti dengan kendaaraan bermotor, kereta atau pesawat dan sangat mungkin dilakukan dengan mengkombinasi dari keduanya. Meski kini zaman semakin ‘modern’ yang memungkinkan seseorang untuk mendapatkan yang diinginkan ‘hanya’&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dengan menelpon pihak lain, namun untuk menghantarkan yang ‘sesuatu’ yang dimintanya tentu dilakukan dengan cara memindahkan dari satu tempat ke tempat lain yang membutuhkan media transportasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: black;"&gt;Justru kini, ketika zaman semakin modern pergerakan manusia dan barang semakin meningkat mengakibatkan jalur-jalur transportasi yang tersedia semakin padat. Keadaan ini kemudian memunculkan masalah dalam kehidupan manusia, tidak lancarnya perjalanan mengakibatkan keterlambatan sehingga rencana-rencana terganggu dan biaya perjalan tinggi yang tidak mudah untuk diukur. Di jalan raya, penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang terus meningkat dalam bertansportasi telah memperparah kemacetan. Upaya-upaya penyedia sarana transportasi massal kini tengah menjadi tren kota-kota besar di dunia untuk penanggulangi kemacetan, berusaha mengakomodasi tingginya pergerakan manusia yang dinamis pada setiap waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left"  width="33%" style="font-size:78%;"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Pada kenyataannya, ‘bukan hanya’ telpon (dan jaringannya saja) yang berperan mewujudkan permintaan, teknologi-teknologi lain serta orang yang mengoperasikannya yang mendukung terbentuk ‘sesuatu’ yang diminta telah turut mewujudkan keinginan peminta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-9217329198301422210?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/9217329198301422210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=9217329198301422210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/9217329198301422210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/9217329198301422210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/05/transportasi.html' title='Transportasi'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2887542584928589973</id><published>2007-05-27T07:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:20:28.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Solusi Kemacetan Lalin dan Banjir, Impian Itu Bernama Deep Tunnel</title><content type='html'>Banjir dan kemacetan lalu lintas, yang selalu menghantui warga ibukota, mendorong banyak pihak memikirkan pola-pola yang efektif sebagai solusinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka berusaha meredam permasalahan &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;. Selama ini warga Jakarta merasa tak nyaman, sehingga kota tersebut dinilai tak memiliki perencanaan yang matang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkait dengan itu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memaparkan wacana pembangunan terowongan bawah tanah multifungsi di ibukota yang memungkinkan limpahan air akibat curah hujan yang tinggi dari Sungai Ciliwung -- yang selama ini ditahan oleh Kanal Banjir Barat -- dapat tertampung oleh terowongan multifungsi tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ini bisa menjadi sebuah investasi, jadi tidak hanya sekedar penanggulangan banjir, pencegahan penurunan permukaan tanah dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum," kata Sutiyoso saat memaparkan konsep itu dalam rapat kerja gabungan Panja RUU Tata Ruang, Komisi V dan pimpinan DPR beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutiyoso menyatakan potensi keuntungan pembangunan terowongan air bawah tanah tidak hanya menanggulangi banjir, namun juga keuntungan finansial.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terowongan air tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan biogas dan biosolid, hasil dari pengolahan limbah cair.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dari retribusi air limbah bisa diperoleh Rp875 miliar, penjualan air baku Rp250 miliar, penjualan pupuk organik biosolid Rp350 miliar dan penjualan biogas Rp55 miliar, semuanya per tahun," katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun demikian, Kepala Penelitian dan Pengembangan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta Hasbi Azis mengingatkan Pemprov DKI harus lebih memperhatikan pembenahan manajemen perkotaan, pengimplementasian rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) serta pengenaan sanksi yang tegas bagi pelanggar RTRW untuk mengatasi permasalahan banjir di ibukota.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya tidak menolak wacana pembangunan deep tunnel tersebut, namun sekali lagi pembangunan Kanal Banjir Timur dan deep tunnel ini bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda Jakarta," katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia memaparkan, ada hal lain yang sebetulnya sederhana dan tidak memakan biaya terlalu besar untuk mengatasi permasalahan banjir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Selain pembenahan manajemen kota, juga harus terus diupayakan pembangunan situ-situ dan juga pembenahan aliran terusan sekunder drainase. Untuk drainase ada beberapa yang volumenya menurun akibat tersumbat dan ada juga yang terpotong oleh fondasi tiang halte bus TransJakarta," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Terowongan Multifungsi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terowongan yang pembuatannya diperkirakan memakan biaya Rp16,3 triliun itu, menurut Kepala Badan Regulator Pam DKI Jakarta Ahmad Lanti bila proses pembangunan dimulai pada 2008 maka dalam tujuh tahun dapat diselesaikan sesuai harapan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terowongan bawah tanah tersebut, masih menurutnya, memiliki tiga fungsi yaitu dapat digunakan sebagai jaringan transportasi yaitu sebagai jalan tol bagi kendaraan, tempat pengolahan limbah dan saluran jaringan utilitas seperti kabel telepon dan listrik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dalam perkiraan kami, biaya pemeliharaan per tahun akan mencapai Rp480 miliar sementara kontribusi anggaran yang masuk dari penggunaan tiga fungsi itu diperkirakan Rp2,2 triliun per tahun," kata Lanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam pemaparan BR Pam di seminar Internasional tentang terowongan bawah tanah multifungsi tersebut, bangunan tersebut memiiki kehunaan untuk mengendalikan puncak banjir, memperbaiki sanitasi lingkungan dar limbah cair, mengurangi pemompaan air tanah, tidak memerlukan pembebasan tanah dan dapat dimanfaatkan untuk jalan tol.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aplikasi terowongan tersebut membagi Jakarta menjadi tiga area, yaitu Barat, Pusat dan Timur. Area pusat menjadi prioritas pembangunan yaitu ditempatkan di bawah sepanjang sungai Ciliwung dan Kanal Banjir Barat mulai MT Haryono melalui kanal banjir barat yang memiliki panjang 22 kilometer dengan diameter 12 meter.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nantinya untuk sarana jalan tol dapat dimulai dari Balekambang-Manggarai dengan akses keluar melalui pintu di Roxy, Tanah Abang dan Bandara Soekarno-Hatta," kata Ahmad Lanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pihak pengagas meyakinkan terowongan tersebut memiliki tingkat keamanan yang terjaga yaitu memiliki pintu pengendali banjir otomatis yang kedap air pada setiap titik keluar masik tol, ada 16 pipa ventilasi yang dapat berfungsi sebagai jalan keluar darurat, setiap 250 meter terdapat jembatan penyeberangan dan pintu asap dibuat agar lingkungan bebas asap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ketika banjir, maka lalu lintas kendaraan akan ditutup dan dapat difungsikan kembali setelah banjir selesai dan dibersihkan jalurnya," tambah Lanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya khawatir, jangan sampai pembangunan itu hanya berorientasi proyek semata. Karena sebetulnya ada sektor lain yang sederhana bisa dibenahi untuk penanganan dan pencegahan banjir di Jakarta," kata Hasbi Azis mengingatkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekhawatiran Hasbi tidak berlebihan, mengingat saat ini setidaknya masih ada dua proyek besar di ibukota yang digembar-gemborkan pembangunannya yaitu Monoraill dan Subway yang belum berjalan dengan lancar dan sesuai target.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mimpi itu masih panjang, mimpi Jakarta yang ramah lingkungan, Jakarta yang diwarnai rerimbunan pohon dan Jakarta yang memiliki transportasi umum yang nyaman. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://www.antara.co.id/view/?i=1180236320&amp;amp;c=ART&amp;amp;s="&gt;Antara News&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2887542584928589973?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2887542584928589973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2887542584928589973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2887542584928589973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2887542584928589973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2007/05/solusi-kemacetan-lalin-dan-banjir.html' title='Solusi Kemacetan Lalin dan Banjir, Impian Itu Bernama Deep Tunnel'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2698333287125337760</id><published>2006-10-18T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T21:08:47.382-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KRL-MRT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>Sistem "Park and Ride" untuk Sepeda Motor</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Setiap hari sepeda motor di  wilayah Jakarta bertambah sekitar 2.500 unit. Belum lagi jumlah sepeda motor  yang berlalu lintas di Jakarta, tetapi berasal dari wilayah Bogor, Depok,  Tangerang, dan Bekasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bagi para pelaku, perjalanan  rutin ulang alik dari dan ke daerah perkotaan, yang disebut komuter atau  penglaju, bertransportasi adalah kegiatan sehari-hari. Penuh tantangan dan  risiko untuk mencapai tempat kerja. Penglaju dari luar kota Jakarta ada yang  harus menempuh perjalanan rata-rata sampai di atas 70 kilometer pulang-pergi.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Risiko yang harus ditempuh  dalam perjalanan dengan sepeda motor adalah kehujanan, kepanasan,  ketidaknyamanan, bahkan rawan terhadap kecelakaan. Waktu perjalanan yang lebih  cepat dan ketepatan waktu adalah alasan utama penglaju untuk tetap bersepeda  motor dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sistem park and ride untuk  sepeda motor adalah sistem di mana para penglaju menggunakan sepeda motor sampai  di tempat parkir atau penitipan sepeda motor, kemudian melanjutkan perjalanan  dengan angkutan umum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tempat penitipan sepeda  motor di lokasi asal para penglaju harus dekat dengan koridor busway. Dengan  begitu, cita-cita mengalihkan pengguna kendaraan pribadi untuk menggunakan  busway dapat tercapai. Misalnya, daerah Pulo Gadung untuk menampung penglaju  yang datang dari Timur Jakarta, daerah Ragunan untuk menampung penglaju yang  datang dari selatan Jakarta, daerah Kalideres untuk menampung penglaju sepeda  motor dari sebelah barat Jakarta, dan seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Persoalan utama adalah  penyediaan lahan yang cukup untuk lokasi penitipan. Namun, karena ukuran sepeda  motor yang lebih kecil, maka lahannya tidak perlu seluas tempat parkir mobil.  Persoalan kedua adalah seberapa besar tarif yang akan dikenakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Beberapa tempat penitipan  sepeda motor yang sudah ada pada umumnya disediakan secara perorangan oleh  masyarakat, dengan menggunakan lahan kosong. Sebagai contoh, beberapa tempat  penitipan sepeda motor di sepanjang koridor kereta rel listrik (KRL) Jabotabek.  Di dekat Stasiun Depok terdapat tempat penitipan sepeda motor. Pada mulanya  tempat ini adalah tempat parkir sepeda motor biasa. Jumlah penggunanya semakin  banyak seiring dengan pertumbuhan jumlah sepeda motor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Karena penglaju menggunakan  jasa ini setiap hari, biasanya setiap tempat penitipan sepeda motor sudah  mempunyai langganan masing-masing. Pemilik lahan penitipan dengan pemilik sepeda  motor sudah saling kenal. Penjaga tempat penitipan juga sudah hafal dengan  sepeda motor yang dimiliki oleh pelanggannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Menurut pengakuan pemilik  tempat penitipan, selama ini belum pernah terjadi kehilangan sepeda motor di  lahannya. Karena itu, terciptalah rasa saling percaya antara pemilik sepeda  motor dan pemilik lahan parkir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dari hasil survei ke  beberapa tempat penitipan di sepanjang jalur KRL Jabotabek, daerah layanan  tempat penitipan sepeda motor di Stasiun Depok adalah 2,5-5 kilometer jauhnya.  Artinya, tempat tinggal pengguna sepeda motor yang menggunakan jasa penitipan  sepeda motor berada pada radius 2,5-5 kilometer. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tarif penitipan sepeda motor  di sekitar Stasiun Depok adalah Rp 2.000 per hari dari pukul 05.00 sampai pukul  22.00. Jika sepeda motor harus menginap, maka dikenai biaya penitipan sebesar Rp  4.000. Tarif sebesar ini cukup murah bagi para penglaju sepeda motor. Kalau  kemudian mereka menggunakan KRL Express ke Jakarta dengan tarif Rp 9.000 sekali  jalan atau Rp 18.000 pergi pulang, maka biaya total yang harus dibayarkan adalah  Rp 20.000 per hari, belum termasuk biaya operasi kendaraan (BOK) sepeda motor  dari rumah ke stasiun. Jika menggunakan KRL ekonomi dengan tarif Rp 1.500 per  perjalanan, maka biaya transportasi hanya Rp 5.000 per hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bandingkan jika bersepeda  motor langsung ke tempat tujuan. Perhitungannya, tentu saja, tergantung dari  jarak yang ditempuh. Berdasarkan perhitungan, biaya operasi kendaraan sepeda  motor (termasuk bensin, oli, servis, ban, dan lain-lain) sekitar Rp 167,50 per  kilometer (hasil survei pada Februari 2006). Jika jarak yang ditempuh pulang  pergi 70 kilometer, maka BOK sepeda motor sekitar Rp 12.000 per hari. Jika  ditambah dengan biaya parkir di kantor, misalnya Rp 2.000, maka total biaya  transportasi sekitar Rp 14.000 setiap hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Perhitungan biaya  transportasi di atas hanyalah simulasi kasar. Hal itu untuk memberikan gambaran  fungsi sistem park and ride sepeda motor. Sistem itu menjanjikan salah satu  solusi, agar penglaju tidak menggunakan sepeda motor untuk masuk ke kota  Jakarta, tetapi beralih menggunakan angkutan umum massal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pengelola busway, yang  menjanjikan kecepatan dan ketepatan waktu, dapat menaikkan okupansinya dari para  pengguna kendaraan pribadi (terutama sepeda motor). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pengendara motor akan  beralih menggunakan angkutan umum massal, seperti busway, dengan sistem park and  ride sepeda motor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Cita-cita pengalihan  pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna angkutan umum akan tercapai. Jumlah  sepeda motor yang masuk ke kota Jakarta juga akan berkurang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Ellen SW  Tangkudung&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Kepala Laboratorium Transportasi FTUI&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2698333287125337760?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2698333287125337760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2698333287125337760' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2698333287125337760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2698333287125337760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2006/10/sistem-park-and-ride-untuk-sepeda-motor.html' title='Sistem &quot;Park and Ride&quot; untuk Sepeda Motor'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3970870970376896092</id><published>2006-06-19T00:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:20:46.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>Halte busway belum mendukung penyandang cacat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pembangunan halte busway belum mendukung mobilitas para penyandang cacat karena itu dinilai tidak sesuai dengan rancangan universal untuk layanan masyarakat. "Halte-halte busway yang ada di &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; masih sangat minim dari prasarana yang mendukung para penyandang cacat dan tidak sesuai dengan desain universal," kata Sekretaris Persatuan Penyandang Cacat Indonesia, Maulani A Rotinsuli, di Jakarta, Minggu (18/6).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Waktu peresmian, ada seorang yang menggunakan kursi roda harus diangkat melewati pintu masuk halte busway di Kota," sambungnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, rancangan bangunan yang memudahkan mobilitas penyandang cacat hendaknya dapat diwujudkan. "Dalam UU Nomor 28 Tahun 2002 telah ditetapkan tentang penyediaan fasilitas yang dapat diakses oleh para penyandang cacat dalam pembangunan fasilitas umum dan gedung-gedung, namun dalam pelaksanaannya banyak yang belum terwujud," jelas Maulani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petunjuk penyediaan prasarana untuk penyandang cacat secara teknis telah dituangkan dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (Kepmen PU) Nomor 468/KPTS/1998.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Kepmen PU, misalnya lebar pintu d halte bus ditetapkan minimal 90 cm agar para pengguna kursi roda dapat masuk. Namun, ketentuan itu pun  ternyata belum dipatuhi. "Pemakai kursi roda tidak dapat melalui pintu pada sebagian halte dan biasanya harus melewati pintu darurat yang biasanya hanya untuk karyawan" kata Edo Aristiyo (24), staf yang bekerja di bagian tiket Halte Gambir I menunjuk pada pintu dengan lebar kira-kira satu meter yang masih terkunci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara di Halte Busway Istiqlal, semua pintu memiliki lebar yang kurang dari 90 cm, bahkan pintu darurat yang biasa digunakan oleh para karyawan pun kurang dari ketentuan Kepmen PU itu. "Pintu darurat hanya untuk para karyawan, yang lain tidak boleh masuk," ujar Sugiharti (24), staf bagian tiket yang telah bekerja selama lima bulan itu sambil menunjuk pintu yang masih terkunci.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;[&lt;a href="http://64.203.71.11/metro/news/0606/19/121544.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3970870970376896092?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3970870970376896092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3970870970376896092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3970870970376896092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3970870970376896092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2006/06/halte-busway-belum-mendukung-penyandang.html' title='Halte busway belum mendukung penyandang cacat'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3044346700107764791</id><published>2006-01-16T21:01:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T21:04:30.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>New busway routes up and running</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;Jakarta Governor Sutiyoso did  the honors on Sunday at City Hall on Jl. Medan Merdeka Selatan, Central Jakarta,  sounding a siren to launch the opening of two more busway corridors in the  capital.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;With the success of the first  Blok M-Kota corridor, launched two years ago amid widespread criticism that it  was unsuitable for Jakarta, the governor as well as members of the public, the  business community and the once skeptical media had good reason to feel  confident as the new blue-and-white additions went into service at Pulogadung  terminal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;Sutiyoso told the gathering  that an estimated 40 million people had used the busway service since it began  operations, with an average of 1.7 million passengers in the past two months.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;"According to a survey by JICA  and the administration, 14 percent of a total of about 4.8 million private car  owners have switched to the busway," he said, referring to the Japan  International Cooperation Agency. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;"With the two new corridors, we  hope more and more Jakartans will leave their cars at home and take the busway  instead." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;The first additional corridor,  covering 14.3 kilometers, begins in Pulogadung bus station in East Jakarta and  ends at Harmoni in Central Jakarta. The second new one, spanning a distance of  18.7 kilometers, stretches from Harmoni to Kalideres bus station in West  Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;A ride from Pulogadung to  Harmoni takes about 30 minutes while passengers need only 45 minutes to arrive  at Kalideres from Harmoni. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;For a fare of Rp 3,500 (37 U.S.  cents), passengers are entitled to switch between the corridors on the line  until they reach their final destination. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;"I will try to use the busway  to go to the office. If it is like the first one, then I will definitely take  the busway and sell my car," said Fadli Chandra, a resident of Pulogadung who  works for a private bank in Kota, West Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Ms Serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: The JakartaPost&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3044346700107764791?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3044346700107764791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3044346700107764791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3044346700107764791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3044346700107764791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2006/01/new-busway-routes-up-and-running.html' title='New busway routes up and running'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-4227115733175344837</id><published>2005-08-09T20:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T20:59:55.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Terowongan Penyeberangan Kota Dimulai</title><content type='html'>Pengguna busway Transjakarta di sekitar halte Jakarta Kota pada tahun 2006 tidak  perlu repot-repot menyeberang jalan dari stasiun kereta api Jakarta Kota dan  Museum Bank Mandiri. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memulai  pembangunan tahap awal terowongan penyeberangan orang (TPO) di halte busway  Jakarta Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahap awal memakan waktu enam bulan," kata Pelaksana  Utama PT Wijaya Karya (Wika) Kris Adi Wibowo, Kamis (8/9). Wika ditunjuk menjadi  pelaksana proyek tersebut. Pembangunan tahap awal mencakup penggalian di taman  stasiun Jakarta Kota, yang terletak tepat di depan stasiun Kota dan Musium Bank  Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pengawas Lapangan PT Wika, Suwardi, penggalian yang  tengah dilakukan sekarang adalah mengetes pelubangan terowongan (test pit).  Pengetesan untuk memantau kabel-kabel, pipa-pipa utilitas yang mungkin melintas  di bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Test pit juga akan digunakan untuk mendorong sheet pile  menembus lapisan tanah dibawah jalan. Nantinya, sheet pile akan didorong dengan  pendorong hidrolik. "Teknologi ini baru dua kali digunakan di Indonesia," kata  Suwardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode jacking ini pertama kali digunakan pada 1992 ketika  membangun terowongan di Dukuh Atas. Proyek TPO stasiun busway Jakarta Kota akan  membangun satu terowongan bawah tanah menuju lapangan parkir Museum Bank  Mandiri, dan satu lagi menuju lapangan parkir stasiun Jakarta Kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang masing-masing terowongan 24 meter, lebar dalam 8,10 meter, dan  lebar luar 10,10 meter. Di tengah taman, tanah akan digali sedalam 6,5 meter  yang luasnya mencakup 60 persen luas taman, dengan kedalaman 6,5 meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Area tersebut nantinya akan menjadi atrium tempat para penyeberang jalan  melintas. Ditengahnya akan ada kubah yang memayungi beberapa gerai. "Konsepnya  bagaimana membuat orang merasa aman di sini selama 24 jam," kata Kris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mancur di sebelah selatan taman juga akan diturunkan. Untuk mencegah  banjir yang memasuki areal tanah yang lebih rendah dari permukaan tanah  disekitarnya itu, nantinya akan dipasang pompa otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menunjukkan keseriusan, kemarin sore tim terpadu dari Pemerintah DKI Jakarta  mengunjungi proyek tersebut. Mereka terdiri dari Dinas Perhubungan, Sub Dinas  Sarana dan Prasarana Perkotaan, pemantau dari kantor Gubernur, dan petugas dari  Perusahaan Gas Negara, PAM, dan PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami hanya koordinasi lapangan,"  kata Staf Dinas Perhubungan Bernhard H. Tim terpadu juga memantau berbagai  kesiapan proyek di koridor II dan III Transjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan TPO  stasiun busway Jakarta Kota bukan tanpa hambatan. "Kami belum dapat izin dari  Museum Bank Mandiri tentang penggunaan sebagian lahan di depan gedungnya," kata  Suwardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata dia, pihak pemerintah provinsi sedang mengusahakan  perizinan itu. PT Wika juga menemukan fakta kondisi tanah yang digali tergolong  lunak, dan muka air tanah yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-4227115733175344837?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/4227115733175344837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=4227115733175344837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4227115733175344837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4227115733175344837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2005/08/terowongan-penyeberangan-kota-dimulai.html' title='Terowongan Penyeberangan Kota Dimulai'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-6687281938306695380</id><published>2005-04-01T02:34:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:21:34.014-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KRL-MRT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monorel'/><title type='text'>Dewan Transportasi : Tak Rekomendasi Monorel dan Subway</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.tempo.co.id/hg/jakarta/2005/04/01/brk,20050401-31,id.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Anggota dewan transportasi kota (DTK) Andi Rahmah menilai, pembangunan &lt;i&gt;subway&lt;/i&gt; dan monorel di &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; tidak akan seefektif &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt;. Karena, biaya investasi dan operasional keduanya memakan dana yang sangat besar. "Biaya investasi monorel mencapai US$ 650 juta. Padahal, panjangnya hanya sekitar 27,8 kilometer, "kata Rahmah usai bertemu gubernur DKI Jakarta di Balaikota Jakarta, Jum\'at (1/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan proyek koridor I &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; Blok M-Kota sepanjang 12,9 kilometer hanya menyerap biaya sekitar Rp 240 miliar atau tidak lebih dari US$ 20 juta. Andi juga mempertanyakan alasan monorel yang bisa mengurangi kemacetan. Menurutnya, orang yang berkendaraan pribadi belum tentu mau naik monorel jika jarak yang mereka tempuh sangat pendek, dan itu tidak akan mengurangi kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif yang mahal mengakibatkan masyarakat ekonomi lemah enggan berpindah dari angkutan umum. "Ketika jumlah penumpang tidak terpenuhi, maka ditutup dengan subsidi,"katanya. Seharusnya, subsidi diberikan untuk masyarakat dalam bentuk pendidikan dan kesehatan. "Masa uang itu dikasih ke pengusaha. tidak &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt; kan,"katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Subway&lt;/i&gt; juga dinilai memerlukan biaya yang sangat besar. Contoh, di Bogota, Colombia, pembangunan satu kilometer subway menelan biaya yang setara dengan 35 kilometer busway. "Di Indonesia lebih panjang lagi," kata Rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan problematika pola transportasi makro di Jakarta, Andi Rahmah mengusulkan agar dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) membuat peraturan daerah (perda) tentang pola transportasi makro. Tujuannya, agar pergantian gubernur tidak mempengaruhi kebijakan transportasi yang ada. Jika gubernur ganti, "Kebijakan yang sudah ada tidak diteruskan. Itu bahaya, "katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Perda ini, mirip dengan Perda tentang rencana tata ruang wilayah. Alasannya, pada perda tentang transportasi yang telah ada saat ini, pengaturan tentang pola transportasi makro sangat kecil. "Itu hanya satu baris. Enggak jelas,"kata Rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sumber: Tempointeraktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-6687281938306695380?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/6687281938306695380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=6687281938306695380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6687281938306695380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6687281938306695380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2005/04/dewan-transportasi-tak-rekomendasi.html' title='Dewan Transportasi : Tak Rekomendasi Monorel dan Subway'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-798938932797931817</id><published>2005-03-30T02:37:00.000-08:00</published><updated>2009-07-24T17:05:03.990-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Narkoba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Jakarta Perlu Perda Narkoba</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.tempo.co.id/hg/jakarta/2005/03/30/brk,20050330-45,id.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Ketua Badan Narkoba Provinsi DKI Jakarta Fauzi Bowo, memandang perlu adanya Peraturan Daerah khusus yang mengatur penanggulangan masalah narkoba di Jakarta. Karena Jakarta dinilai sebagai kota yang memiliki jaringan internasional dalam hal pendistribusian narkoba. "Jaringan mereka itu sangat rapi, sehingga sulit dideteksi," ujar Gubernur DKI Sutiyoso kepada &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt; seusai acara Pembukaan Workshop Penanggulangan Masalah Narkoba se-ASEAN (ASEAN Intercity Workshop On Managing Drug Abuse Problems) di Hotel Borobudur, Rabu (30/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, peredaran narkoba di Jakarta menjangkau hampir ke semua ragam konsumen, dari tingkat remaja sampai anak-anak, dan keterlibatan mereka ternyata tidak hanya sebagai pemakai (user) saja namun sekaligus juga diberdayakan sebagai produsen. "Dengan kondisi seperti ini kita bisa kehilangan satu generasi," tambah Sutiyoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah Pemda DKI menganggap perlunya dibuat perda, antara lain untuk menyempurnakan peraturan yang ada selama ini. "Perda khusus narkoba ini sebenarnya sudah lebih dulu dibuat di Jawa Timur, namun saya lihat masih sumir isi peraturannya, sehingga Jakarta harus menjadi contoh dalam hal membuat Perda Narkoba yang benar-benar efektif," ujar Fauzi Bowo, yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-798938932797931817?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/798938932797931817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=798938932797931817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/798938932797931817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/798938932797931817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2008/03/jakarta-perlu-perda-narkoba.html' title='Jakarta Perlu Perda Narkoba'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8721441474562758362</id><published>2005-01-06T20:54:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T20:55:59.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrastruktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>DKI Akan Bangun Harmoni Central Busway</title><content type='html'>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Harmoni Central Busway. Halte  yang menjadi pusat kedatangan dan keberangkatan bus jalur khusus tersebut  berdiri di atas Kali Moolenvelt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halte itu menjadi titik temu tiga  koridor busway, yaitu koridor I (Blok M-Kota), koridor II (Pulogadung–Harmoni)  dan koridor III (Harmoni–Kalideres). Ukuran halte 5 x 78 meter, 10 kali lebih  besar dari halte busway yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas HCB akan dilengkapi  tiga buah pintu pada sisi kanan dan sisi kiri. PT Arkonin, konsultan yang  ditunjuk Dinas Perhubungan DKI, Nurjaman, mengatakan dana yang dibutuhkan  sekitar Rp 29 miliar. "Halte ini memiliki kapasitas besar yaitu 400-500 orang,"  papar Nurjaman di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana di atas juga  dialokasikan untuk membangun dua putaran U (U turn) busway dan &lt;i&gt;double  track&lt;/i&gt; (dua jalur) sepanjang 340 meter pada dua sisi. Diharapkan, dengan  jalur ini kemacetan ditiga koridor tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurjaman yakin,  meskipun terjadi pelebaran di sekitar sungai. Kepala Dinas Perhubungan DKI  Jakarta Rustam Effendi menambahkan, proyek ini akan dimulai Maret 2005, dan  diperkirakan rampung 6 bulan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8721441474562758362?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8721441474562758362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8721441474562758362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8721441474562758362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8721441474562758362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2005/01/dki-akan-bangun-harmoni-central-busway.html' title='DKI Akan Bangun Harmoni Central Busway'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1591776579209857511</id><published>2005-01-04T20:56:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T20:57:41.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KRL-MRT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monorel'/><title type='text'>Dewan Transportasi : Tak Rekomendasi Monorel dan Subway</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;:Anggota dewan transportasi kota (DTK)  Andi Rahmah menilai, pembangunan &lt;i&gt;subway&lt;/i&gt; dan monorel di Jakarta tidak akan  seefektif &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt;. Karena, biaya investasi dan operasional keduanya  memakan dana yang sangat besar. "Biaya investasi monorel mencapai US$ 650 juta.  Padahal, panjangnya hanya sekitar 27,8 kilometer, "kata Rahmah usai bertemu  gubernur DKI Jakarta di Balaikota Jakarta, Jum\'at (1/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  proyek koridor I &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; Blok M-Kota sepanjang 12,9 kilometer hanya  menyerap biaya sekitar Rp 240 miliar atau tidak lebih dari US$ 20 juta. Andi  juga mempertanyakan alasan monorel yang bisa mengurangi kemacetan. Menurutnya,  orang yang berkendaraan pribadi belum tentu mau naik monorel jika jarak yang  mereka tempuh sangat pendek, dan itu tidak akan mengurangi  kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif yang mahal mengakibatkan masyarakat ekonomi lemah enggan  berpindah dari angkutan umum. "Ketika jumlah penumpang tidak terpenuhi, maka  ditutup dengan subsidi,"katanya. Seharusnya, subsidi diberikan untuk masyarakat  dalam bentuk pendidikan dan kesehatan. "Masa uang itu dikasih ke pengusaha.  tidak &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt; kan,"katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Subway&lt;/i&gt; juga dinilai memerlukan  biaya yang sangat besar. Contoh, di Bogota, Colombia, pembangunan satu kilometer  subway menelan biaya yang setara dengan 35 kilometer busway. "Di Indonesia lebih  panjang lagi," kata Rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan problematika pola  transportasi makro di Jakarta, Andi Rahmah mengusulkan agar dewan perwakilan  rakyat daerah (DPRD) membuat peraturan daerah (perda) tentang pola transportasi  makro. Tujuannya, agar pergantian gubernur tidak mempengaruhi kebijakan  transportasi yang ada. Jika gubernur ganti, "Kebijakan yang sudah ada tidak  diteruskan. Itu bahaya, "katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Perda ini, mirip dengan Perda  tentang rencana tata ruang wilayah. Alasannya, pada perda tentang transportasi  yang telah ada saat ini, pengaturan tentang pola transportasi makro sangat  kecil. "Itu hanya satu baris. Enggak jelas,"kata Rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-1591776579209857511?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/1591776579209857511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=1591776579209857511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1591776579209857511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/1591776579209857511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2005/01/dewan-transportasi-tak-rekomendasi.html' title='Dewan Transportasi : Tak Rekomendasi Monorel dan Subway'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2595317492884458074</id><published>2004-12-18T00:40:00.000-08:00</published><updated>2009-07-26T00:41:13.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>2014 Lalu Lintas Jakarta Terancam 'Mati'</title><content type='html'>Tanpa terobosan dalam pembenahan sistem transportasi umum, pada 2014, semua ruas jalan di Jakarta diperkirakan macet total. Kendaraan umum dan pribadi tidak hanya akan tersendat, tapi diperkirakan tak bakal bisa bergerak. "Jakarta bisa mati. Semua kendaraan harus disimpan di garasi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rustam Effendy Sidabutar saat memaparkan konsep pola transportasi makro Jakarta di kantor Koran Tempo, Jumat (17/12) sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustam mengutip hasil penelitian bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Kemacetan massal diperkirakan terjadi karena laju pertumbuhan jumlah kendaraan jauh meninggalkan laju pertambahan ruas jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rustam, pertumbuhan kendaraan di Jakarta setiap tahun rata-rata mencapai 11 persen. Sedangkan pertambahan ruas jalan tidak lebih dari satu persen. Itu pun ruas jalan yang baru dibangun berupa jembatan layang (flyover) dan terowongan (underpass).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kendaraan di Jakarta saat ini, menurut Rustam, tidak kurang dari 5,6 juta unit. Ini belum termasuk sekitar 600 ribu kendaraan komuter (pulang-pergi) dari wilayah Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Setiap hari, menurut Rustam, rata-rata ada 138 kendaraan mengajukan surat tanda nomor kendaraan (STNK) baru. "Artinya, perlu jalan sepanjang 800 meter per hari," ujar Rustam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, kata Rustam, lebih ruwet lagi karena kendaraan di Jakarta didominasi kendaraan pribadi. Perbandingannya adalah 98 persen kendaraan pribadi dan 2 persen kendaraan umum. Dari total 17 juta orang perjalanan setiap hari, kendaraan pribadi hanya mengangkut sekitar 49,7 persen. Sedangkan 2 persen kendaraan umum harus mengangkut sekitar 50,3 persen. Akibatnya, jumlah penumpang menumpuk di angkutan umum. Sedangkan angkutan pribadi memakan sebagian besar ruas jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi kesemrawutan itu, menurut Rustam, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah merancang pola transportasi makro (PTM) Jakarta. Pola itu bakal memadukan empat sistem transportasi umum yang banyak dipakai di kota metropolitan dunia: bus cepat di jalur khusus (busway), kereta ringan dengan rel tunggal (monorel), jaringan mass rapid transit (MRT), dan jaringan angkutan air. "Setelah busway koridor pertama sukses, kami berharap sistem terpadu itu bisa selesai 2010," ujar Rustam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah alternatif angkutan umum yang nyaman dan aman tersedia, menurut Rustam, pemerintah DKI secara bertahap menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Antara lain kebijakan pembatasan usia kendaraan, penerapan sistem pajak kendaraan progresif, dan penerapan sistem electronic road pricing (ERP)--pengenaan tarif khusus untuk ruas jalan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif.COm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2595317492884458074?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2595317492884458074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2595317492884458074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2595317492884458074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2595317492884458074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/12/2014-lalu-lintas-jakarta-terancam-mati_18.html' title='2014 Lalu Lintas Jakarta Terancam &apos;Mati&apos;'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-4650131802838942253</id><published>2004-11-26T00:38:00.000-08:00</published><updated>2009-07-26T00:39:42.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Organda dan Kopersi Bajaj Tetap Menolak Kancil</title><content type='html'>Organda dan Koperasi Bajaj membantah jika pihaknya mulai menerima kehadiran Kendaran Kecil (Kancil). Hingga saat ini mereka masih tetap menolak kehadiran kedaraan yang diproyeksikan akan menggantikan keberadaan bajaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua III Bidang Pembinaan Anggota Organda DKI, Hisar Gultom pihaknya mendukung sepenuhnya keinginan para anggota. "Sehingga kami berprinsip selama pengusaha bajaj menolak Organisasi tetap akan menolak," katanya, ketika dihubungi &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt;, Jumat (26/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Hisar selama ini para pengusaha bajaj tetap tidak menginginkan bajaj diremajakan dengan kancil. Menurut dia kalau alasan pemerintah ingin mewujudkan program langit biru. Pihaknya memiliki konsep lain tidak harus mengganti Bajaj dengan Kancil. Masih ada alternatif lain yang lebih murah yakni dengan rekondisi bajaj, yaitu dengan mengganti mesin dan bahan bakar serta knalpot. "Untuk model bajaj seperti ini kami sudah membuat contohnya," kata Hisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hisar rekondisi jauh lebih murah dibanding harus meremajakan Bajaj dengan Kancil. Jika rekondisi dengan mengganti mesin dan kenalpot, pengusaha Bajaj cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp 3-4 juta. Sedang bila harus meremajakan Bajaj dengan Kancil mereka harus mengeluarkan dana Rp 43 juta. "Dengan harga setinggi itu, berapa pengusaha harus menarik setoran dari para sopir," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang juga duduk dalam kepengurusan Koperasi Bajaj Sehati ini, juga menilai penggantian bajaj dengan Kancil juga dinilai tidak tepat. Selama ini bajaj melayani kampung transportasi masyarakat dari gang ke gang, sedangkan Kancil adalah kendaraan roda empat yang akan kesulitan menjangkau pelosok-pelosok Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menilai uji coba pengopersian kancil yang telah habis masa uji cobanya pada 24 November lalu dinilai gagal, karena masyarakat terutama pengusaha bajaj menolak mengganti bajaj mereka dengan Kancil. Pihaknya bahkan menuduh uji coba dengan 26 unit bajaj tersebut hanya akal-akal PT Kancil. Menurut Hisar PT Kanci-lah yang membeli bajaj tersebut kemudian menggantinya dengan Kancil. "Jadi bukan pengusaha yang menjual bajajnya untuk diganti dengan Kancil," kata Hisar. Sejauh ini para pengusaha tetap menolak menjual bajajnya untuk diganti dengan Kancil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi ini pihaknya meminta kepada pemerintah tidak memasakan kebijakan tersebut. "Sebab jika dipaksakan di bawah akan terjadi benturan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif.Com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-4650131802838942253?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/4650131802838942253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=4650131802838942253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4650131802838942253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/4650131802838942253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/11/organda-dan-kopersi-bajaj-tetap-menolak.html' title='Organda dan Kopersi Bajaj Tetap Menolak Kancil'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-7785292815726485395</id><published>2004-06-24T00:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:37:58.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Obat (Mujarab) Bernama Dewan Transportasi Kota?</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;Dewan Transportasi Kota (DTK) sebagai institusi yang direncanakan lahir untuk ikut berperan dalam pembenahan permasalahan transportasi di kota yang telanjur rumit dan banyak masalah ini adalah wujud pengakuan dan kepedulian pemda terhadap peran serta publik dan keterbatasan kemampuan pemda dalam membenahi sektor transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 98 Ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2003 menyebutkan, tugas dewan ini adalah menampung aspirasi masyarakat dan memberikan bahan pertimbangan terhadap penyusunan kebijakan pemda dalam bidang transportasi. Kedua tugas pokok ini akan terwujud apabila DTK menunjukkan "kesungguhan" dalam menjalankan amanah tersebut. Adanya kesungguhan tadi tentunya tidak akan pernah terlepas dari siapa yang duduk sebagai anggota dewan dan apa yang akan dilakukan dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan dewan tidak serta-merta harus seorang yang pintar keintelektualannya di bidang transportasi atau figur yang dikenal publik. Lebih daripada itu, masyarakat butuh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sosok yang mau "mengabdikan" keilmuan, moral, dan idealismenya&lt;/span&gt; untuk pembenahan transportasi menuju sistem yang dibangun berdasarkan karakter dan kebutuhan nyata publik secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok itu setidaknya akan mampu menciptakan ruang sosial dan politik yang betul-betul menerjemahkan substansi pembenahan sistem daripada sekadar menjalankan tugas "menampung aspirasi" secara an sich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULIS yang juga salah satu fasilitator pembentukan dewan ini ingat sekali ketika sebagian besar peserta konsultasi publik sepakat bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;peran dewan tidak hanya pasif menunggu&lt;/span&gt; keluhan atau pengaduan dari masyarakat, tetapi juga aktif memberikan pertimbangan kepada eksekutif dan legislatif. Oleh karena itu, untuk mendukung peran tersebut, dewan ini memiliki sejumlah komisi yang diharapkan mampu menjawab persoalan transportasi dewasa ini dan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi-komisi tersebut adalah a) komisi tarif angkutan (yang mampu dibayar masyarakat), b) komisi hukum dan kebijakan, c) komisi kelaikan dan keselamatan fasilitas sarana dan prasarana, d) komisi penelitian dan pengembangan, dan e) komisi pendidikan dan hubungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inventarisasi terhadap ruang lingkup dan masalah transportasi yang dipandang "sexy" oleh publik harus ditindaklanjuti dengan kajian dan rekomendasi kepada eksekutif agar menjadi "benih kepercayaan" di mata masyarakat terhadap eksistensi dewan ini. Lingkup masalah itu meliputi praktik uji kir angkutan umum, evaluasi terhadap kebijakan three in one, pembuktian asumsi terhadap jumlah trayek yang melebihi kebutuhan, dan daya kapasitas lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang dibangun dan dikembangkan oleh DTK dapat juga bersifat high profile. Tengok saja banyaknya ketentuan yang harus ditindaklanjuti oleh keputusan gubernur untuk mengimplementasikan beberapa ketentuan dalam Perda Nomor 12 Tahun 2003. Hal ini berpotensi menghambat daya penegakan perda itu sendiri karena tidak berjalannya pasal-pasal yang hendak dilaksanakan (harus menunggu keputusan gubernur terlebih dahulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi di atas dapat menjadi "peluang" dan dapat dimanfaatkan oleh DTK untuk "membantu" lahirnya keputusan gubernur yang memiliki substansi hukum yang memenuhi unsur good norm dan partisipatif. Peran ini juga mendorong penegakan perda itu secara penuh. Sebaliknya, eksekutif jangan pernah berpikir bahwa DTK nantinya hanya "diterima" sebatas sebagai pelaku atau pelaksana ketika konsep transportasi sudah ditetapkan atau dimobilisasi untuk mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang dijalankan dewan terbingkai dalam sebuah visi yang telah disepakati bersama, yaitu untuk menjadikan lembaga yang independen dan tepercaya dalam hal pengembangan kebijakan sistem transportasi berkelanjutan dengan mewujudkan peran serta masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat penerimaan masyarakat terhadap dewan ini akan berbalik 180 derajat manakala kehadirannya tidak membawa pengaruh positif terhadap masyarakat. Kemungkinan ini sangat terbuka bila keinginan duduk di DTK hanya untuk mengejar fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara harapan dan kekhawatiran tersebut, kehadiran DTK sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya "obat" untuk mengobati semua penyakit yang terdapat pada kehidupan transportasi di Ibu Kota ini. Masyarakat dan media serta legislatif juga menjadi aktor utama dalam pembenahan sistem dan kebijakan transportasi. Peran yang dapat dimainkan adalah bagaimana turut mengawasi, mengkritik, dan mengoreksi kebijakan eksekutif pada bidang transportasi. Tidak ada salahnya juga turut pula mengontrol peran dan kinerja dari DTK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ari Mohammad Legal and Policy Analysis Clean Air Project, Swisscontact&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-7785292815726485395?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/7785292815726485395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=7785292815726485395' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7785292815726485395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7785292815726485395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/06/obat-mujarab-bernama-dewan-transportasi.html' title='Obat (Mujarab) Bernama Dewan Transportasi Kota?'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-6007884271925612393</id><published>2004-06-04T00:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:30:12.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Sebanyak 250 Kancil Siap Bersaing dengan Bajaj</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, Kompas - Sebanyak 250 unit angkutan jenis keempat (angkupat) atau disebut kancil dalam waktu dekat akan segera beroperasi di Jakarta untuk bersaing dengan bajaj. Pengoperasian kancil itu dilakukan menyusul adanya persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta Nomor 1388/-1.811.32 tertanggal 24 Mei 2004.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Surat itu ditandatangani Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk menjawab surat dari PT Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari (Kancil) tertanggal 1 April 2004. Dalam suratnya, PT Kancil sebenarnya meminta izin operasi untuk 400 unit, tetapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru menyetujui untuk 250 unit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kepala Biro Administrasi Perekonomian DKI Jakarta Sukri Bey yang dikonfirmasi soal itu membenarkan adanya surat persetujuan gubernur itu. Menurut dia, surat dari gubernur adalah surat persetujuan prinsip, bukan surat keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;"Kancil sebanyak 250 unit itu merupakan tahap uji coba. Kalau kemudian dalam perjalanannya kendaraan itu makin dibutuhkan, pengusaha kancil dapat mengurus izin tambahan lainnya," kata Sukri Bey, Rabu (2/6).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Menurut Sukri, persetujuan prinsip itu disertai sejumlah persyaratan. Antara lain, pengoperasian harus sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2003 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Sungai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Secara terpisah, Direktur Marketing PT Kancil Andrew Lauw yang dihubungi, Kamis malam, mengatakan, persetujuan prinsip itu boleh dibilang hanya sebagai uji coba. Jika PT Kancil mampu memproduksi 100 unit lebih, penambahan unit berikutnya dapat diajukan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;"Untuk beroperasi di Jakarta, persetujuan prinsip itu harus ditindaklanjuti izin usaha dan operasional. Perizinan itu harus diajukan kepada Dinas Perhubungan DKI," kata Andrew.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;Pengganti bajaj&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Rencana menghadirkan kancil di Jakarta sudah ada sejak November 1989. Koperasi Mandiri Pengusaha Pengemudi Angkutan Kecil (Komppak) mengusulkan kancil sebagai pengganti bajaj. Pemprov DKI Jakarta sempat menolak usulan itu karena penambahan kendaraan umum jenis keempat belum pernah direncanakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Mobil mirip golf car beroda empat itu berkapasitas tiga penumpang dan ditambah satu pengemudi. Ukurannya 280 cm x 140 cm dengan kapasitas mesin 400 cc. Seperti bajaj, kancil akan beroperasi di lingkungan permukiman. Rencana semula, kancil akan menggunakan bahan bakar gas, tetapi ternyata masih menggunakan bahan bakar premium.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;"Kancil hanya beroperasi di lingkungan perumahan. Jika sudah beroperasi, pengawasan operasional kancil akan dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta," kata Sukri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-6007884271925612393?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/6007884271925612393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=6007884271925612393' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6007884271925612393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/6007884271925612393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/06/sebanyak-250-kancil-siap-bersaing.html' title='Sebanyak 250 Kancil Siap Bersaing dengan Bajaj'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8409495004179741955</id><published>2004-02-16T19:21:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:29:58.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>Wakil Presiden 'Nyelonong' di 'Busway'</title><content type='html'>&lt;div class="news-abstract"&gt;&lt;blockquote&gt;Wakil Presiden Hamzah Haz menuai kritik karena mobilnya  melaju di busway. Kali ini pengkritiknya boleh disebut agak nyinyir.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="news-content"&gt; &lt;p&gt;Ini kejadian lucu, dan mungkin langka. Bukan soal mobil dinas Wakil Presiden  Hamzah Haz melaju di &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, melainkan justru mobil yang  ditumpangi Wapres berhenti di jalan karena terhadang lampu lalu lintas. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rabu pekan lalu itu, menjelang sore, rapat kabinet terbatas berakhir di  Istana Negara. Wakil Presiden Hamzah Haz lebih dulu pamit dan, sebagaimana  aturan protokoler, tentu seorang wakil presiden harus dikawal Pasukan Pengawal  Presiden (Paswalpres). Iring-iringan melaju dengan sirene meraung-raung. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba rombongan berhenti di jalan karena lampu menyala merah. Polisi yang  bertugas juga bingung, ada apa ini? Rupanya Hamzah Haz memerintahkan agar  pengawalnya "taat pada peraturan lalu lintas". Lalu dari belakang muncul  iring-iringan yang membawa Presiden Megawati, yang tentu sesuai dengan aturan  protokoler juga dikawal dengan sirene meraung-raung. Bedanya, rombongan Megawati  melaju begitu saja, tak peduli lampu berwarna merah atau kuning atau hijau. Akan  semakin lucu kalau misalnya Megawati melambaikan tangan kepada Hamzah Haz dan  bilang, "Daah... daah...." Atau, kalau sekali-sekali Presiden dan Wakil Presiden  boleh bercanda seperti anak-anak muda, akan lebih lucu lagi kalau Megawati  melambaikan tangan sambil bilang, "&lt;i&gt;Dikerjain nih ye&lt;/i&gt;...." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hamzah Haz memang sedang "&lt;i&gt;dikerjain&lt;/i&gt;". Itu gara-gara pada Senin  sebelumnya konvoi mobilnya terhadang kemacetan di Jalan Thamrin, Jakarta, karena  ada aksi unjuk rasa. Polisi yang bertugas di jalanan mengalihkan konvoi Wapres  ke &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt;. Hanya untuk satu blok, dan ini tergolong "pengamanan darurat".  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Hamzah, yang tak tahu-menahu urusan itu, dan duduk doang di jok  belakang, menerima kritik pedas. Seperti yang dikutip media massa, yang  melemparkan kritik itu adalah Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi  Manusia Indonesia (PBHI) Hendardi dan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga  Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Suksmaningsih. Kritik ini kelewat serius,  menyinggung soal "kesetaraan hukum", pejabat yang tidak memberikan contoh  teladan, lalu soal diskriminasi, dan entah apa lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski kepolisian sudah menjelaskan bahwa ini wewenang polisi di lapangan, dan  &lt;i&gt;nyelonong&lt;/i&gt;-nya mobil Wakil Presiden di &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; tidak melanggar  aturan, rupanya Hamzah Haz kesal. Untuk melampiaskan kekesalan itu, ia sampai  berjanji untuk taat pada peraturan lalu lintas. Dan terjadilah peristiwa lucu  tadi, ada konvoi yang dikawal Paswalpres menyalip konvoi lain yang juga dikawal  Paswalpres. Mungkin kasus ini layak masuk Museum Rekor Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang boleh tidak suka kepada pribadi Hamzah Haz. Tapi, begitu melekat  jabatan wakil presiden, Hamzah Haz sudah tunduk pada aturan protokoler dan  standar baku bagaimana mengamankan seorang presiden dan wakil presiden. Soal  perjalanan yang tidak boleh kena hambatan di jalan itu bukan masalah agar tidak  telat rapat, melainkan menyangkut standar keamanan kepala pemerintahan: mobil  harus melaju dalam kecepatan sekian kilometer per jam untuk menghindari hal-hal  yang tak diinginkan. Di seluruh dunia, standar pengamanan ini berlaku. Itu  sebabnya jalan ditutup sementara kalau presiden dan wakil presiden akan lewat.  Dilihat dari sudut ini, masih syukur ada &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt;. Kalau tidak, seluruh  jalan ditutup. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soal-soal begini ada aturan resminya. Ada Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun  1992 yang mengatur pemakai jalan yang mendapatkan prioritas, seperti iringan  jenazah, mobil ambulans yang membawa orang sakit, mobil pemadam kebakaran,  presiden, dan wakil presiden. Ambulans tanpa membawa orang sakit bukan termasuk  prioritas. Kalau Hamzah Haz bersama keluarga mau menonton bioskop, misalnya,  juga tanpa prioritas dan karena itu pula tidak dikawal dengan sirene yang ribut.  Megawati pun tidak memakai konvoi pengawalan resmi kalau menghadiri rapat  pimpinan PDI Perjuangan di Lenteng Agung. Jika pada saat seperti ini aturan lalu  lintas diterjang, baru kita bicara "pejabat yang tak memberikan teladan." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini para pengkritik Hamzah Haz terkesan agak nyinyir, seolah-olah tak  ada masalah serius di negeri ini yang harus dikritik lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif.Com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8409495004179741955?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8409495004179741955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8409495004179741955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8409495004179741955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8409495004179741955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/02/wakil-presiden-nyelonong-di-busway.html' title='Wakil Presiden &apos;Nyelonong&apos; di &apos;Busway&apos;'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5606510158746517017</id><published>2004-02-05T00:28:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:29:45.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Mahasiswa Kampanyekan Keamanan Transportasi</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sekitar seratus mahasiswa UI dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Kamis (5/2) siang ini, melakukan sosialisasi dan kampanye keselamatan transportasi darat di Bundaran Hotel Indonesia, &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut panitia pelaksana Rohani Fitrina, kegiatan ini diadakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat pengguna lalu lintas jalan raya demi keamanan mereka. "Kami akan melakukan kegiatan ini sampai tanggal 29 Februari 2004, dan dilakukan di berbagai tempat di jalan-jalan protokol, jalan tol, terminal bus, pul taksi, pintu perlintasan kereta api, dan di kampus UI Depok," kata Rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu koordinator lapangan kampanye Isyana Dewi mengatakan kegiatan ini dilakukan karena semakin tingginya jumlah kecelakaan lalu lintas. "Karena itu kami bekerja sama dengan Ditlantas dan Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Ditlantas Ajun Komisaris Polisi Warsinem mengatakan, kampanye ini atas inisiatif para mahasiswa. "Kami beserta Dinas Perhubungan siap mendukung mereka untuk mensosialisasikan pemakaian helm dan sabuk pengaman (&lt;i&gt;safety belt&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi memang belum memberlakukan tilang bagi pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman, karena lebih penting untuk menyadarkan masyarakat menggunakan sabuk pengaman. Untuk itu, jenis sanksi bagi para pelanggar, hanya bersifat teguran simpatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa yang tersebar di Bundaran HI membagikan brosur-brosur tentang penggunaan sabuk pengaman dan membawa spanduk. Mereka juga didampingi polisi dan anggota dari Dinas Perhubungan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5606510158746517017?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5606510158746517017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5606510158746517017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5606510158746517017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5606510158746517017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/02/mahasiswa-kampanyekan-keamanan.html' title='Mahasiswa Kampanyekan Keamanan Transportasi'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-9205278149952546281</id><published>2004-01-15T18:00:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:29:31.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monorel'/><title type='text'>Busway Gratis Mulai Hari Ini</title><content type='html'>Gubernur DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; Sutiyoso hari ini akan meluncurkan program &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt;  koridor Blok M-Kota dari Pintu Satu Senayan. Peluncuran itu menandai uji coba 54  dari jumlah total 140 bus merek Hino dan Mercedes-Benz selama dua pekan mulai  hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa uji coba, warga Jakarta dapat menikmati bus ber-AC  dengan tarif Rp 2.500 itu secara cuma-cuma. Warga hanya diminta datang ke halte  di sepanjang jalur Blok M-Kota untuk mengambil tiket dengan sistem  magnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kendaraan pengumpan sebagai pendukung proyek  &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt;, menurut Sutiyoso kemarin, hari ini belum dioperasikan.  Rencananya, kendaraan pengumpan akan dioperasikan dalam 16 trayek. Para  penumpang bisa menumpang kendaraan pengumpan dari terminal yang paling dekat.  Tiket yang diberlakukan oleh kendaraan pengumpan akan menjadi satu bagian dengan  tiket bus Transjakarta &lt;i&gt;(busway)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peluncuran hari ini, lima  bus akan melaju dari halte Senayan hingga Stasiun Kota. Sebelum meluncur,  bus-bus itu siaga di tempat parkir di gedung Departemen Luar Negeri. Setelah  sampai di Stasiun Kota, rombongan turun dari bus Transjakarta, lalu menuju Kafe  Batavia dengan lima bus pengumpan Blue Bird. Di kafe tersebut akan dilakukan  pemaparan program &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; oleh Gubernur Sutiyoso dengan bantuan layar  monitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perhubungan Rustam Effendy menyatakan, pihaknya  telah menyiapkan 15 derek. "Ini untuk mengantisipasi jika bus mogok di tengah  jalan," ujarnya kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Busway&lt;/i&gt; merupakan program yang selama ini  menjadi prioritas Sutiyoso untuk mengatasi masalah transportasi di Jakarta.  Selain itu, Sutiyoso juga menetapkan perpanjangan waktu aturan &lt;i&gt;three in  one&lt;/i&gt; dan pembatasan kendaraan pribadi di koridor &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; berdasarkan  pelat nomor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam enam bulan pertama, kata Kepala Badan Pengelola  Transjakarta Irzal Djamal, pengoperasian proyek &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; diperkirakan akan  menimbulkan defisit anggaran. Ini karena pihak pengelola harus memberi subsidi  Rp 500 dan Rp 2.000 kepada setiap penumpang. "Defisit ini diharapkan bisa  tertutup oleh subsidi yang diberikan penumpang yang turun dalam jarak dekat,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peluncuran tahap pertama, Sutiyoso juga akan menentukan  kelanjutan proyek kereta rel tunggal (monorel) senilai Rp 3-4 triliun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-9205278149952546281?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/9205278149952546281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=9205278149952546281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/9205278149952546281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/9205278149952546281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/01/busway-gratis-mulai-hari-ini.html' title='Busway Gratis Mulai Hari Ini'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-3377074167359677311</id><published>2004-01-15T00:23:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:29:17.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>Koridor Busway Pulo Gadung-Harmoni Beroperasi 2005</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pemerintah Provinsi DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; berencana membangun koridor &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; untuk jalur Pulo Gadung-Harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Infrastrukturnya tahun ini, 2005 kami harapkan sudah jalan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ritola Tasmaya, sebelum acara peluncuran &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; di Jakarta, Kamis (15/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritola menambahkan, pembangunan jalur ini merupakan bagian rencana untuk menjadikan Jakarta kota yang baik dan nyaman di tahun 2010. “&lt;i&gt;Better city, better life&lt;/i&gt;,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain akan membangun jalur &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; untuk koridor Pulo Gadung-Harmoni, Pemprov DKI juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana sepanjang koridor &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt;. “Terutama untuk perbaikan trotoar,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya, trotoar yang berada di sepanjang jalur Blok M-Kota akan dilebarkan. Rencananya pelebaran akan dibuat seperti di depan Hotel Nikko. “&lt;i&gt;Pengennya&lt;/i&gt; 5-6 meter lebarnya, tapi kita juga lihat kondisi jalannya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membenahi trotoar, taman-taman yang tadinya rusak karena pembangunan halte &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; juga akan dibenahi. Menurut Ritola, proyek pembenahan di sepanjang jalur &lt;i&gt;busway&lt;/i&gt; merupakan proyek prioritas. “Anggaran yang digunakan anggaran PU,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif.Com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-3377074167359677311?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/3377074167359677311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=3377074167359677311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3377074167359677311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/3377074167359677311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2004/01/koridor-busway-pulo-gadung-harmoni.html' title='Koridor Busway Pulo Gadung-Harmoni Beroperasi 2005'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-8192788806830640519</id><published>2003-12-20T17:46:00.000-08:00</published><updated>2009-07-29T01:29:02.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pedestrian'/><title type='text'>"Busway" dan Transportasi Massal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh Darmaningtyas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROYEK busway yang oleh Pemprov DKI &lt;a href="http://jakolab.blogspot.com/2009/07/jakarta.html"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; direncanakan akan beroperasi mulai awal 2004 mengundang kontroversi di masyarakat. Pemberitaan media lebih terfokus pada penolakan masyarakat terhadap busway yang dinilai menghamburkan dana dan tidak akan memecahkan kemacetan lalu lintas. Diprediksi, keputusan itu akan menciptakan kemacetan baru di jalan-jalan alternatif sepanjang koridor Blok M- Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual, busway (jalur khusus bus) sebetulnya dapat menjadi alternatif pembenahan transportasi umum di Jakarta, seperti di Bogota, Amerika Latin. Kondisi transportasi umum di Bogota sebelum ada busway sama buruknya dengan kondisi transportasi umum di Jakarta. Tetapi, setelah ada busway, Bogota-yang juga dikenal banyak banditnya-menjadi salah satu kota yang layak huni. April 2001 mantan Wali Kota Bogota, Enrique Penalosa, datang ke Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta) untuk tukar pengalaman pengembangan busway. Sejak itu busway diperkenalkan ke masyarakat sebagai alternatif pembenahan transportasi umum di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada tingkat implementasinya ada perbedaan mendasar antara busway di Bogota dengan di Jakarta. Konsep dan tahapan pengembangan busway di Bogota amat jelas, sedangkan di Jakarta tidak jelas. Secara konsepsional, busway di Bogota terintegrasi dengan pembangunan jalur pengumpan (feeder service transport), jalur angkutan tidak bermotor (Non-motorize transportation/NMT), dan jalur pejalan kaki. Pada tahap pertama, Pemerintah Bogota membangun 40 km jalur busway, 57 halte pemberhentian, 4 terminal, 305 km jalan untuk jalur pengumpan, 29 jembatan penyeberangan bagi pejalan kaki, menata lapangan dan trotoar, 4 lokasi parkir dan pemeliharaan, pusat kendali operasi bus khusus, dan membangun 240 km jalur sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, busway dibangun secara tunggal, tidak terintegrasi dengan pembangunan jalur pengumpan, jalur NMT, dan pejalan kaki. Padahal, ketiganya amat penting. Jalur pengumpan itu amat vital karena akan menghubungkan penumpang dari lokasi asal ke tujuan, termasuk ke terminal bus khusus. Jalur sepeda diperlukan untuk jalur pengumpan maupun pengganti angkutan bermotor jarak pendek. Sedangkan fasilitas pejalan kaki diperlukan mengingat semua penumpang setelah turun dari bus khusus atau menuju halte bus khusus perlu berjalan kaki antara 100–500 meter untuk sampai tujuan akhir. Bila tidak tersedia jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman, mustahil kelas menengah yang terbiasa naik mobil pribadi mau beralih naik bus khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi busway secara tunggal inilah yang menimbulkan kecemasan, busway hanya akan menimbulkan masalah baru. Hingga kini belum ada tanda- tanda Pemda DKI Jakarta memperhatikan jalur pengumpan, meski sejak awal sudah diingatkan untuk diintegrasikan. Yang lebih ironis, terminal bus khusus sendiri tidak dibuat di Jakarta sehingga hal itu dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan calon penumpang bus khusus. Persoalan besarnya dana busway (Rp 118 miliar), sebetulnya relatif, terutama bila dibandingkan dengan asas manfaat yang akan diterima masyarakat, yaitu meningkatnya kapasitas daya angkut dan kenyamanan&lt;br /&gt;pengguna angkutan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akar masalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila dicermati, akar masalah transportasi di Jakarta karena dominasi kendaraan bermotor, minimnya armada angkutan dan buruknya pelayanan angkutan umum, serta diabaikannya moda transportasi tidak bermotor (NMT). Akibatnya, masyarakat amat tergantung kendaraan bermotor, terutama pribadi yang mencapai 85 persen dari total 4.148.865 unit kendaraan bermotor di Jakarta, tetapi kapasitas angkutnya hanya 15 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut logika linier, karena akar masalahnya jelas, pemecahannya pun jelas, yaitu bagaimana cara mengurangi dominasi kendaraan bermotor, terutama mobil pribadi, dengan mengembangkan moda transportasi massal yang baik dan angkutan tak bermotor agar masyarakat tidak bergantung pada kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, logika linier ini tidak bisa berjalan mengingat masalah transportasi bukan hanya masalah teknis, lebih bersifat politik ekonomi sehingga banyak orang bermain di sana: lembaga donor, perusahaan otomotif, dealer, departemen teknis (Perhubungan, PU, Keuangan), militer, polisi, preman, dan sebagainya. Kesalahan yang ada adalah melihat transportasi dari segi teknis saja. Jadi, ketika melihat kemacetan, misalnya, hanya membandingkan ruas jalan dengan jumlah kendaraan bermotor, lalu pemecahannya membangun jalan baru/flyover/underpass atau memperluas jalan. Padahal, semua itu justru menjadi magnet bagi masyarakat untuk membeli kendaraan baru yang kian memperparah kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominannya kendaraan bermotor tidak lepas dari kebijakan ekonomi yang lebih mengejar pertumbuhan tinggi. Pengembangan industri otomotif membawa multiplier effect yang amat besar, dari penyerapan tenaga kerja yang banyak sampai pajak kendaraan bermotor, sehingga amat mendukung pertumbuhan ekonomi tinggi. Keengganan pemerintah mengembangkan transportasi umum yang baik tak lepas dari kepentingan bisnis otomotif. Bila angkutan umum bagus, masyarakat akan memilih angkutan umum, jarang membeli mobil pribadi. Akibatnya, industri otomotif kurang berkembang, pertumbuhan ekonomi rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pilihan pada "busway" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan pembenahan transportasi umum di Jakarta jatuh pada busway tampaknya lebih didasarkan pada pertimbangan biaya, yaitu dibandingkan dengan monorail, subway, dan KRL, biaya membangun busway jauh lebih ringan, meski daya angkutnya jauh lebih rendah bila dibandingkan KRL, yang satu gerbong mampu mewakili dua unit bus khusus. Hanya, investasi yang diperlukan untuk membangun rel kereta cukup besar mengingat rel-rel trem yang dulu pernah ada di Jakarta kini sudah dihapuskan sehingga dibutuhkan investasi baru yang cukup besar guna membangunnya kembali. Mimpi busway menjadi langkah awal untuk membenahi transportasi umum dan massal di Jakarta. Untuk itu, harus dilanjutkan dengan pengembangan moda transportasi massal lain, seperti kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, perlu dikaji serius pentingnya menghidupkan kembali trem di Jakarta seperti masa lalu sebagai moda angkutan massal serta jalur sepeda sebagai moda angkutan tidak bermotor, meski keduanya tidak ada dalam master plan transportasi. Keduanya itu secara teknis amat mungkin dilaksanakan di Jakarta sejauh ada kemauan politik. Yang terpenting, beranikah menghadapi dominasi industri otomotif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bagaimana menyikapi busway dan three in one yang diperpanjang? Para pemilik mobil pribadi tidak perlu gerah. Bertahun-tahun dimanjakan jalan Jakarta, kini giliran angkutan umum diberi tempat leluasa. Bagi pengguna angkutan umum, dua kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu amat menguntungkan, karena akan mendapat pelayanan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bogota, busway berhasil karena dibarengi beberapa kebijakan yang membatasi operasi mobil pribadi, seperti penerapan nomor ganjil dan genap bergiliran, car free day tiap minggu, membuat dua jalur busway, dan pengenaan pajak kendaraan pribadi yang tinggi. Pemprov DKI Jakarta juga belajar langsung ke Bogota (Maret 2003). Di Bogota, awalnya masyarakat menolak busway, tetapi kini mereka senang karena kotanya menjadi layak huni dan hidup lebih sehat. Yang penting diingatkan kepada Pemprov DKI Jakarta adalah segera membangun jalur pengumpan, jalur sepeda, dan fasilitas pejalan kaki yang baik dalam satu konsep busway secara utuh, jangan berhenti membangun jalur khusus bus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darmaningtyas Peneliti Transportasi di Institut Studi Transportasi (Instran) dan Salah Satu Pendiri Asosiasi Pengguna Angkutan Umum di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-8192788806830640519?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/8192788806830640519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=8192788806830640519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8192788806830640519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/8192788806830640519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2003/12/busway-dan-transportasi-massal.html' title='&quot;Busway&quot; dan Transportasi Massal'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-2595630594978463038</id><published>2003-12-09T17:45:00.000-08:00</published><updated>2009-07-25T17:46:31.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>YLKI: Pemerintah Gagal Kelola Transportasi Publik</title><content type='html'>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemerintah telah gagal  mengelola transportasi publik sehingga mengambil kebijakan lain sebagai bentuk  pelariannya. "Kebijakan pemerintah saat ini tampak aneh, kedodoran, dan  menimbulkan dampak negatif," kata Koordinator Advokasi dan Transportasi YLKI,  Tulus Abadi, Selasa (9/12) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyatan ini menanggapi rencana  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan pemberlakuan three in one mulai pukul  06.30 hingga 20.00 WIB. Pembatasan ini akan dilaksanakan di sepanjang koridor  busway, yaitu antara Blok M hingga Kota. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai  20 Desember 2003. Hal ini terkait dengan segera di jalankannya proyek busway  pada pertengahan Januari tahun depan. Diharapan dengan pemberlakuan theree in  one ini dapat mengurangi kemacetan karena banyaknya mobil  pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kebijakan pemerintah tersebut cukup mengganggu  hak-hak konsumen pengguna jalan. Sebab, pemerintah membuat kebijakan tanpa  persiapan yang matang, seperti penyiapan jaringan trayek transportasi yang  nyaman. Jika kondisi pelayanan transportasi masih seperti saat ini, katanya,  pemberlakuan kebijakan tersebut dinilai tidak cukup tepat. "Karena di satu sisi  terjadi pembatasan tapi di sisi lain tidak disiapkan pengganti dari  pembatasan-pembatasan itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-2595630594978463038?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/2595630594978463038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=2595630594978463038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2595630594978463038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/2595630594978463038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2003/12/ylki-pemerintah-gagal-kelola.html' title='YLKI: Pemerintah Gagal Kelola Transportasi Publik'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-7342453638756943525</id><published>2003-10-23T17:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T17:45:05.777-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pedestrian'/><title type='text'>65 Persen Korban Kecelakaan Lalu Lintas adalah Pejalan Kaki</title><content type='html'>Keselamatan pejalan kaki di Jakarta, terancam akibat minimnya fasilitas untuk  pedestarian. 65 persen korban kecelakaan lalu lintas berakibat kematian, adalah  pejalan kaki, yang mana 35 persen diantara korbannya adalah anak-anak. Hal itu  merupakan hasil penelitian Lembaga Swadaya Masyarakat bidang perkotaan Pelangi  bersama Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Institut  Transportasi (Intrans), tentang kebutuhan pejalan kaki di sepanjang Blok M –  Kota, selama Juni-Agustus 2003. "Kecelakaan yang menimpa pejalan kaki di  sepanjang koridor Blok M-Kota justru lebih tinggi di jalur lambat ketimbang di  jalur cepat, karena tidak ada fasilitas penyeberangan jalan, agar pengguna  angkutan umum dapat menyebrang jalan dengan aman setelah turun," kata  Darmaningtyas, Direktur Eksekutif Intrans, di Wisma Perkumpulan Keluarga  Berencana Indonesia (PKBI), Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu  (22/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andi Rahmah, peneliti bidang transportasi Pelangi, semua  itu disebabkan, perencanaan transportasi yang ada, lebih berpihak kepada  pengguna kendaraan pribadi. Hal itu terbukti dari banyaknya rekomendasi  pelebaran jalan raya, pembangunan jalan tol, jalan layang dan jalan terowongan  (underpass). Sedangkan penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki seperti trotoar  yang aman dan nyaman, zebra cross, pohon peneduh dan lampu penerangan sangat  kurang. Semua itu berdampak pada keselamatan jiwa pejalan kaki. Terbukti 65  persen kecelakaan di jalan raya merengut korban kematian pejalan kaki, 35  persennya anak-anak. “Sayangnya, hal ini tidak pernah menjadi sorotan  pemerintah," tegas Andi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Tempointeraktif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-7342453638756943525?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/7342453638756943525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=7342453638756943525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7342453638756943525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7342453638756943525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2003/10/65-persen-korban-kecelakaan-lalu-lintas.html' title='65 Persen Korban Kecelakaan Lalu Lintas adalah Pejalan Kaki'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-5259997515190306599</id><published>2003-09-21T17:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T17:39:53.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Sebanyak 740 Kota di Dunia Memperingati "Car Free Day"</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dalam rangka  memperingati Hari Tanpa Kendaraan Bermotor &lt;em&gt;(Car Free Day/CFD)&lt;/em&gt;, Minggu  (21/9) dari pukul 04.00 hingga 14.00 WIB,  Jakarta telah dua kali  menyelenggarakannya. Sementara Surabaya tercatat tiga kali. Peringatan CFD  pertama kali diadakan di Swiss tahun 1962. Tahun ini, CFD diperkirakan  diperingati di 740 kota di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!---pic---&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Seperti dilaporkan &lt;strong&gt;Tirta&lt;/strong&gt;,  reporter &lt;em&gt;Sonora &lt;/em&gt;dari Bundaran Hotel Indonesia (HI), kegiatan CFD  diprakarsasi oleh Mitra Emisi Bersih (MEB), LSM, pemerintah, dan kalangan  akademisi. Menurut Sekjen MEB, Ahmad Syafrudin, sejak Sabtu (20/9) lalu sampai  Sabtu (27/9) mendatang sedang diteliti apakah CFD selama 10 jam ini memiliki  dampak terhadap kadar polusi di Jakarta dari alat pengukur kepekatan udara yang  dipasang di Bundaran HI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!---pic---&gt;&lt;!------------- IKLAN BANNER TENGAH -------&gt; &lt;script language="JavaScript" src="Sebanyak%20740%20Kota%20di%20Dunia%20Memperingati%20%27Car%20Free%20Day%27_files/iklan_artikel_tgh.htm"&gt;&lt;/script&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ia menjelaskan,  tahun 2002 partikel debu di Jakarta pada tingkat 100,52 mikrogram per meter  kubik. Padahal ambang batas untuk wilayah Jakarta adalah 90 mikrogram per meter  kubik. "Jadi Sabtu (kemarin) sampai Sabtu besok apakah waktu 10 jam ini ada  penurunannya. Kalaupun ada akan jadi rekomendasi untuk pemerintah," ungkap  Ahmad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!---pic---&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Busway&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!---pic---&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sementara keberadaan busway di Bundaran HI,  dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rustam Effendi, bahwa busway  direncanakan akan beroperasi awal Januari mendatang. Menurut Rustam, awal tahun  mendatang sebanyak 50 unit busway dari merek Hino dan Mercedes sudah mulai  berfungsi di Jakarta melayani jalur Blok M - Kota dengan tarif sekitar Rp2.500  sampai Rp3.000.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!---pic---&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sebagai pengelola busway, lanjut Rustam,  sampai saat ini belum diputuskan Pemda DKI, karena masih ditawarkan kepada  perusahaan-perusahaan bus yang melintas di Blok M -Kota, seperti Pahala Kencana,  PPD dan Steady Safe. "Kalau dinilai layak, mereka bisa mengelola. Kalau tidak  layak, Pemda akan ambil alih," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!---pic---&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dinas Perhubungan DKI Jakarta menuding,  banyak pihak berkepentingan dengan kondisi angkutan umum yang semrawut di  Jakarta, seperti preman dan oknum-oknum pejabat pemda yang ikut bermain di  situ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!---pic---&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Saat berita ini diturunkan, jalur cepat  maupun lambat dari Bundaran HI menuju Dukuh Atas dan sebaliknya ditutup. Di  Bundaran HI sebagai pusat kegiatan digelar &lt;em&gt;aerobic on the street&lt;/em&gt;,  sepeda santai, pentas musik, permainan untuk anak dan keluarga, lomba gambar dan  masih banyak lagi acara lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-5259997515190306599?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/5259997515190306599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=5259997515190306599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5259997515190306599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/5259997515190306599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2003/09/sebanyak-740-kota-di-dunia-memperingati.html' title='Sebanyak 740 Kota di Dunia Memperingati &quot;Car Free Day&quot;'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-7254726621079547067</id><published>2003-09-02T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T17:42:34.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Membandingkan antara Bajaj dan Kancil</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;BAJAJ dan kancil, keduanya  dirancang sebagai angkutan permukiman yang hanya bisa melaju melintasi  jalan-jalan lokal. Apa sih keunggulan dan kelemahan keduanya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bajaj, kendaraan roda tiga  produksi Autoriksa tahun 1980, ini menggunakan mesin Bajaj dari India dan bodi  terbuat dari besi pelat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Menurut sejumlah sopir, bodi  ini tahan banting. Jika rusak karena kecelakaan, misalnya, biaya servisnya pun  murah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Adenan (48), sopir warga  Jalan Kartini, Jakarta Pusat, mengatakan, dirinya mempunyai 20 bajaj yang sudah  disewakan semua. Jika terjadi kerusakan, dia juga sudah mempunyai teknisi khusus  yang sudah ahli memperbaiki bajaj.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;"Kalau harus mengganti  dengan kancil, berarti harus mencari teknisi lain lagi. Itu berarti biaya lagi  kan. Apalagi kalau ada kerusakan, biasanya biaya ditanggung sendiri," kata  Sardi, pengemudi yang membawa bajaj Adenan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Jika dibandingkan dengan  kancil, kendaraan itu asli buatan Indonesia, yaitu buatan PT Kurnia Abadi Niaga  Citra Indah Lestari. Perusahaan itu bekerja sama dengan PT Inka untuk assembler  wilayah timur dan PT Tri Jaya Union untuk assembler wilayah barat. Kancil dengan  mesin dari Subaru Jepang ini mempunyai bodi dari serat kaca sehingga membuat  kendaraan lebih ringan, mudah diperbaiki, dan tidak berkarat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Hal yang paling sering  dibanggakan sopir bajaj adalah manuverability atau kemampuan bergerak. Bajaj  dinilai sangat lincah dengan radius belok kecil sehingga mudah masuk ke  gang-gang sempit. Sementara itu, manuver kancil tidak selincah bajaj dengan  radius belok 3,5 meter. Sama seperti bajaj, kancil juga dapat masuk ke dalam  gang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bajaj dengan volume silinder  150 cc dan transmisi manual ini menggunakan suspensi depan per keong dan  suspensi belakang tors bar dan shock abs.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Transmisi kancil otomatis  dengan suspensi depan double swing arm, per daun, shock abs, sedangkan suspensi  belakang dengan per keong dan shock abs.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bajaj, dengan roda delapan  inci, mempunyai daya angkut lebih kecil dan sensitif terhadap ketidakrataan  jalan. Namun, meski daya angkut kecil, bajaj masih dapat mengangkut barang  hingga ke atap dan samping bajaj (biasanya dengan cara diikat).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kancil mempunyai roda 10  inci, daya angkut lebih besar, dan pengereman lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Menurut Kepala Seksi Sarana  Angkutan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Naufal Yahya, jumlah berat  boleh yang bisa diangkut bajaj tak ada ketentuannya atau tidak jelas, sedangkan  kancil 830 kilogram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Berat sumbu pertama bajaj  125 kilogram dan sumbu kedua 220 kilogram, sementara berat sumbu kancil adalah  200 kilogram dan 250 kilogram. Berat kendaraan bajaj mencapai 345 kilogram,  sedikit lebih ringan dibandingkan dengan kancil yang 450 kilogram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Jika diasumsikan berat badan  orang 60 kilogram, bajaj dapat memuat tiga orang atau 180 kilogram, sedangkan  kancil memuat lima orang atau 300 kilogram. Muatan barang untuk bajaj bisa  sampai 20 kilogram, sedangkan kancil 40 kilogram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Jumlah berat izin bajaj  adalah 545 kilogram, sementara kancil 790 kilogram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;DILIHAT dari segi teknologi,  kancil bisa dikatakan lebih andal. Apalagi jika teknologi itu dikaitkan dengan  emisi gas buang dan pencemaran udara. Namun, persoalan bajaj dan kancil terkait  pula dengan masalah sosial, ekonomi, dan budaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pengguna bajaj, misalnya,  mengaku pesimis jika kancil akan mematok tarif yang sama dengan bajaj untuk  jarak angkut yang sama. "Kalau kendaraannya saja lebih baik, saya khawatir  sewanya pun lebih mahal. Bisa-bisa malah sama dengan taksi," ujar Iyah, warga  sebuah perumahan di Pondok Bambu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Iyah mengaku kerap  berbelanja di Hero Pondok Bambu. Jarak yang nanggung antara pusat perbelanjaan  itu dan rumahnya membuat dia harus naik ojek. Namun, jika belanjaan banyak, dia  pun harus naik bajaj. "Untuk jarak sangat dekat saja, sopir bajaj minta Rp  5.000. Kalau diganti kancil, jangan-jangan jadi Rp 10.000," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Berdasarkan studi tahun  2000, kancil selain untuk angkutan niaga juga dimungkinkan untuk kendaraan  komuter jarak pendek seperti ke pasar, sekolah, kantor, obyek wisata, juga di  area hotel, pabrik, atau industri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kancil juga bisa digunakan  untuk kendaraan perawatan, misalnya, untuk kendaraan kerja PLN, Telkom, PAM,  atau Gas. Kancil juga bisa untuk kendaraan sapu jalan, sampah, dan pertamanan.  Bisa juga untuk warung (toko) berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Selain itu, kancil bisa  digunakan pula sebagai kendaraan pribadi dalam kota mengingat kecepatannya yang  hanya mencapai 60 kilometer per jam. Untuk angkutan orang di pedesaan juga bisa  menggunakan kancil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kancil memang mempunyai  banyak kelebihan. Namun, tidaklah mudah untuk begitu saja "menghapus" bajaj.  Masyarakat butuh waktu untuk dapat menerima hal baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7751236088676619545-7254726621079547067?l=jakolab.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakolab.blogspot.com/feeds/7254726621079547067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7751236088676619545&amp;postID=7254726621079547067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7254726621079547067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7751236088676619545/posts/default/7254726621079547067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakolab.blogspot.com/2003/09/membandingkan-antara-bajaj-dan-kancil.html' title='Membandingkan antara Bajaj dan Kancil'/><author><name>Muhammad Soleh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_MhJ4DbySLZM/R1p1AXxeScI/AAAAAAAAAao/-5c5cJzjIuY/S220/624336810l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7751236088676619545.post-1365958632565790115</id><published>2003-08-05T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T02:39:20.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Waterway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway'/><title type='text'>"Subway", "Busway", "Waterway",... "No Way"?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;BELUM reda kontroversi  tentang busway, warga Jakarta kembali disodori alternatif transportasi massal  berupa monorail dan bahkan angkutan alternatif lewat sungai (waterway) yang  diharapkan bisa menjadi bagian solusi kemacetan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Soal kemacetan di Jakarta  memang tidak ada habisnya. Beberapa studi tentang transportasi Jakarta  memperlihatkan terjadinya penurunan kecepatan rata-rata kendaraan pada koridor  utama dari 20-30 km/jam pada tahun 1995 menjadi 5-15 km/jam pada tahun 2002. Ini  erat kaitannya dengan peningkatan jumlah perjalanan pelaju (komuter) dari  Bodetabek ke Jakarta sebesar 9,4 kali antara tahun 1985-2002.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Untuk menangani kemacetan di  jalan-jalan utama Jakarta, Pemprov DKI telah memprioritaskan penanganan 12  koridor, di mana dua koridor, yaitu Timur-Barat (Pulo Gadung-Grogol) dan  Utara-Selatan (Fatmawati-Kota), merupakan prioritas utama. Dalam penanganan  koridor utama Utara- Selatan, semula direncanakan proyek mass rapid transit  (MRT) berbasis rel yang lazim dikenal dengan subway. Rencana awalnya dari arah  Fatmawati hingga Senayan (golf course) akan merupakan struktur layang (elevated  rail), sedangkan dari Senayan ke Monas akan berupa struktur di bawah tanah  (underground).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Total project cost semula  sekitar 1,2 miliar dollar AS untuk track sepanjang 12,4 km. Dengan modifikasi  struktur konstruksi dan penggunaan beberapa fasilitas depo PT KAI, biaya dapat  diturunkan hingga sekitar 500 juta dollar AS. Usulan baru ini pun masih  terkendala dari segi pendanaannya, sehingga belum ada kepastian  pelaksanaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Memperhatikan kondisi  tersebut, Pemprov DKI berinisiatif untuk segera membangun bus rapid transit  (BRT) atau yang dipopulerkan sebagai busway. Terinspirasi dari cerita sukses di  Curitiba, Quito, dan Bogota, Pemprov DKI mencoba untuk mengikuti tren bus  renaissance yang memang sedang melanda berbagai kota di negara maju dan  berkembang di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sistem BRT ini bila  dilaksanakan secara benar akan dapat memberikan layanan sekelas subway. Dengan  headway (jarak kedatangan antarbus pada satu halte) selama 3-5 menit, kapasitas  angkut bus dapat mencapai 30.000 penumpang per hari. Think rail, use buses  merupakan slogan yang dipopulerkan di barisan kota seperti Los Angeles, San  Francisco, Honolulu, Fukuoka, Taipei, Brisbane, Rouen, Leeds, untuk  memasyarakatkan BRT ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kelemahan program busway di  Jakarta sejauh ini adalah kurangnya sosialisasi dan partisipasi publik terhadap  sistem yang akan diterapkan. Anekdot yang beredar adalah why bus? Mengapa  dipilih busway dan bukan sistem yang lain. Akhir tahun lalu, secara tiba-tiba  masyarakat Jakarta dikejutkan dengan pemasangan rambu-rambu, pengecatan lajur  busway, pembuatan contoh halte (yang tidak memadai), dan kemudian uji coba dua  buah busway yang sebenarnya tidak sesuai dengan spesifikasi bus dalam sistem BRT  yang benar. Pengalaman berbagai negara (maju dan berkembang) yang sukses dalam  sistem ini menunjukkan bahwa sosialisasi kepada masyarakat (social marketing)  merupakan kunci sukses BRT. Sayangnya, justru itu yang belum dilakukan di  Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Belum reda kontroversi  busway, timbul usulan untuk membangun monorail pada jalur Timur-Barat dan di  pusat-pusat bisnis Jakarta. Selama ini monorail memang lebih banyak dikenal  sebagai sarana angkutan di daerah-daerah wisata (misal Disneyland), bandara, dan  pusat kota untuk menghubungkan misalnya kantor, hotel, dan shopping mall. Cukup  banyak varian yang berkembang yang bisa dilihat dari situs www.monorails.org, di  antaranya yang saat ini beroperasi di TMII (Titian Samirono). Data dari situs  yang ada memperlihatkan bahwa sistem yang ada saat ini s
